Mery Salow tidak ada di Daftar Pengurus Yepelta Marindo Kupang

2,972

 

PATROLICIA COM PROPINSI NTT Pembina Yayasan Pendidikan dan Pelatihan Marindo yang adalah Yayasan pemilik SMK Pelayaran Kupang, Jefry Antony kesal bukan main.

Jefry duduk bersebelahan dengan kuasa hukumnya, Ebsan Kafelkai di sebuah ruangan kelas di SMK Pelayaran Kupang, Jumat 12 Juli Siang.
Yayasan pendiri SMK Pelayaran Kupang itu belakangan ini sedang menuai persoalan pelik. Sebab, pasca pergantian kepengurusan yang tertuang dalam SK Perubahan di Tahun 2022, beberapa orang tidak lagi menjadi pengurus, termasuk Mery Salow.

Kuasa Hukum Jefry, Ebsan menjelaskan sejak dibentuk Tahun 1991, Yayasan Pendidikan dan Pelatihan Marindo Kupang sudah beberapa kali merubah AD/ADRT.

“ADRT sudah perubahan beberapa kali. Tahun 2009 Ibu Mery masih ada. Perubahan berikutnya Tahun 2017 Mery Salow selaku Wakil Ketua pengurus,” kata Ebsan merinci.

Kemudian, menurut Ebsan, pada Tahun 2022 terdapat perubahan AD/ART.

“Saat itu tidak ada lagi nama Mery Salow sebagai pengurus. Dia di luar kepengurusan Yayasan,” ujarnya.

Selanjutnya, demikian Ebsan, Pada medio Tahun 2023 Bulan Desember Pengurus yang ada berdasarkan SK perubahan melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Kupang.
Gugatan itu kemudian diputuskan berdasarkan Nomor Putusan No.333/Pdt.G/2023/PN.KPG.

“Putusan PT berbunyi menegaskan jika semua tanah dan bangunan yang berada di Bimopu Kelurahan Lasiana (lokasi SMK Pelayaran) milik Yayasan Yapelta Marindo Kupang. Yang mengajukan gugatan ini adalah pengurus baru berdasarkan SkK Perubahan Tahun 2022 yaitu Rita Lusiana sebagai Ketua Pengurus,” sebutnya.

Polemik

Sejak Tahun 2023, pengurus yamg baru berdasarkan SK perubahan di Tahun 2022 mulai memasuki wilayah sekolah SMK Pelayaran.
Meskipun punya SK dan berdasarkan kepengurusan yang sah, terdapat konflik dengan Kepala Sekolah dan juga guru-guru serta Mery Salow.
Polemik ini kemudian berlanjut hingga sekarang.

“Anak anak yang masuk ke sini bersama saya adalah pegawai yang diangkat berdasarkan SK,” kata Ebsan.

Ebsan sendiri menyebut, Pihak Mery Salow dan kelompoknya tidak lagi ada dalam daftar pengurus dan tentu, secara legal standing, mereka tidak punya alasan untuk tetap berada di Lokasi SMK Pelayaran Kupang.

“Kalau mereka keberatan silahkan gugat ke Pengadilan. Berperkara saja tidak usah bikin polemik di lokasi sekolah,” katanya.

“Kalau dia merasa sebagai pengurus maka dia perlu duduk dengan Jefry Antony sebagai Pembina dan dilakukan audit menyeluruh,” tambahnya.

Sementara, sebagai Pembina Yayasan, Jefry Antony tidak mempersoalkan jika saja Mery Salow masih mau menjadi pengurus. Namun, dia meminta agar semua keuangan dan administrasi harus dilakukan audit.

“Selama ini tidak ada pertanggungjawaban baik keuangan maupun lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, sejak awal Yayasan itu dibangun Tahun 1991 oleh tiga orang yakni Robert Antony, Estewin Mery, Jefry Antony.

“Kami mulai bangun di Kuanino lalu kita berproses dan bentuk Smk Pelayaran di sini Tahun 1996,” katanya.

Soal Mery Salow, Jefry mengatakan jika dirinya masuk Tahun 2009.

“Dari Tahun 2009 sampai 2017 Mery Salow sebagai Ketua Pengurus. Sampai Tahun 2022. Sejak perubahan Tahun 2022 dia tidak lagi ada dalam kepengurusan,”

“Kami ganti dia di Tahun 2022, dia tidak mau diganti. Dia lakukan somasi. Kita gantikan dia sebagai wakil, karena dia menolak kami putuskan dia tidak lagi sebagai pengurus,” tambah Jefry.

Terkait kepengurusan Yayasan, menurut Jefry jika melihat pada AD ADRT, tercatat jika pergantian pengurus itu kewenangan Pembina.

“Dia persoalkan jika dia tidak diundang. Kan dia pengurus bukan pembina Yayasan,” ketusnya

Perubahan kepengurusan Yayasan hingga memutuskan untuk menggantikan Mery Salow, kata Jefry karena alasan laporan keuangan dan administrasi.

“Di sekolah ini selama ini tidak ada laporan keuangan. Bendahara keuangan diganti. Masa Kepala sekolah memberhentikan bendahara yayasan,”

Jika Mery Salow masih keukeh masuk dalam kepengurusan Yayasan Jefry menyampaikan syarat.
“Kami mau audit semua administrasi dan keuangan. Kalau dia mau diaudit semua melalui pertanggungjawaban maka silahkan menghadap kami,” katanya.

Di sekolah SMK Pelayaran kini, menurutnya ada guru dan bahkan kepala sekolah yang masih dibawah pemgaruh Mery Salow. Bahkan, kepala sekolah saat ditemui masih melakukan penyampaian kepada Mery Salow.

“Sebagai Pembina kami berencana akan mengganti Kepala sekolah karena masih mengikuti Mery Salow,” ujarnya.

Voxntt.com sudah dua kali menghubungi Mery Salow untuk meminta klarifikasi.

“Kk b lg acara nanti b kontak,” kata Mery Jumat malam lalau membalas pesan PATROLICIA com.

Pada Sabtu 13/07 patroli com.kembali meminta klarifikasi namun tidak direspon hingga berita ini tayang.***