Penurunan stanting menurut Kadis PPKB

 

PATROLICIA COM/ KOTA KUPANG – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Kupang, drg. Fransisca JH Ikasasi, mengemukakan bahwa sangat penting bagi anak muda untuk mempersiapkan diri dengan baik sebelum berumah tangga.

Persiapan yang baik, kata Fransisca, akan meminimalisir persoalan-persoalan yang timbul dalam kehidupan berumahtangga, khususnya dalam hal masalah kesehatan.

Hal itu diungkapkan oleh Kadis Fransiska pada saat melaksanakan kampanye penurunan stunting bersama anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem, Ratu Ngadu Bonu Wula, di hadapan mahasiswa, bertempat di aula Asrama Pemda Alor, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, NTT, Jumat (18/11/2022).

Di hadapan sekitar 200-an mahasiswa, Fransisca juga mengatakan bahwa, para mahasiswa sebagai calon bapak dan ibu, harus tahu bahwa jika nanti sudah menikah, sangat penting bagi ibu hamil untuk merasa bahagia.

“Ibu hamil harus happy, agar anak yang dikandungnya juga merasa bahagia dan sehat,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata dia, persiapan yang baik sangat menentukan kebahagiaan suami-istri. Rumah tangga yang dipersiapkan dengan baik, tambahnya, tentu saja akan membawa kebahagiaan. Dan kalau sebuah keluarga sudah bahagia, asupan gizinya cukup, maka anak yang dilahirkan pasti sehat.

“Jadi, salah satu cara untuk mencegah stunting adalah persiapan yang baik sebelum berumah tangga,” tegasnya.

Fransisca juga mengingatkan agar para mahasiswa jangan menikah terlalu muda, tetapi tidak boleh juga menikah terlalu tua. Menurutnya, usia yang pas untuk menikah adalah setelah 22 tahun.

Ia juga mengatakan bahwa untuk mencegah stunting, yang paling penting adalah menjaga asupan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK).

“Stunting tidak bisa disembuhkan, tetapi kita semua bisa mencegahnya. Caranya adalah dengan menjaga pola hidup sehat,” tandasnya.

Penurunan stanting menurut Kadis PPKB