PATROLICIA COM PROPINSI NTT. Sejak dilantik menjadi Penjabat Wali Kota Kupang, Sabtu (23/8/2024) lalu, Linus Lusi sering terjun ke masyarakat. Baik itu menghadiri acara-acara sosial kemasyarakatan, mengunjungi kelompok masyarakat, juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor-kantor pemerintah.
Seperti diketahui, Linus Lusi menyita perhatian publik NTT ketika menggagas sekolah jam 05.00 pagi. Ketika itu Linus menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT. Gagasan ini sempat diterapkan di beberapa SMA di Kota Kupang, tetapi kemudian tidak jalan karena mendapat tentangan secara luas.
Meski begitu, bukan tanpa alasan ide revolusioner ini digelorakan Linus Lusi. Kalau kita telisik lebih jauh, ide ini pada galibnya ingin menumbuhkan dan melatih spirit disiplin dalam diri para pelajar.
Bagi Linus, disiplin merupakan kunci sukses. Disiplin adalah investasi teramat mahal untuk proses formasi atau pembentukan diri dengan muara pada pembentukan karakter unggul.
Itu sebabnya ketika dipercayakan menjadi Penjabat Wali Kota Kupang, Linus tidak surut dengan keyakinannya bahwa disiplin sangat penting. Dia mengimplementasikan spirit disiplin itu dengan kunjungan ke sekolah-sekolah, kantor-kantor dan masyarakat.
Memang terkadang menjemukan dan mungkin juga merepotkan mereka yang mendapat kunjungan. Tetapi pria Lembata ini bergeming. Dia jalan terus. Dia ingin disiplin menjadi habit, inheren dalam diri para ASN juga para murid di Kota Kupang.
Spirit itu juga yang diharapkannya ketika mengunjungi sejumlah sekolah di Kota Kupang, Kamis (28/11/2024) lalu. Sekolah-sekolah yang dikunjunginya antara lain SMP Adhyaksa, SDK Don Bosco 1, SDK Don Bosco 2, SDK Don Bosco 3, SDK Don Bosco 4, SMPK Santa Theresia, TK Maria Goretti, dan SMPK Giovani.
Kepada kabarntt.co, Sabtu (30/11/2024), Linus mengatakan, kunjungan ini bertujuan untuk memberikan motivasi sekaligus menguatkan pembentukan karakter siswa melalui budaya antri dan kemandirian belajar.
Di SMP Adhyaksa, Linus Lusi menjadi pembina apel pagi dan menyampaikan arahan kepada para siswa. “Kehadiran saya di sini karena sekolah ini berada di wilayah Kota Kupang. Saya ingin menyapa anak-anak dan memastikan apakah sudah memiliki sembilan nilai karakter yang menjadi dasar pembentukan pribadi unggul,” ujar Linus.
Ia juga menekankan pentingnya budaya antri sebagai bagian dari pembentukan karakter. “Budaya antri mengajarkan manajemen waktu, kesabaran, tenggang rasa, saling menghormati, kedisiplinan, dan keteraturan yang menciptakan harmoni sosial,” jelasnya.
Di SDK Don Bosco 1 dan SDK Don Bosco 3, Linus mengajak siswa untuk menumbuhkan budaya antri dan belajar hidup mandiri. “Anak-anak di kelas rendah sudah seharusnya belajar memakai seragam sendiri, makan tanpa disuapi, dan mandi sendiri. Ini akan meringankan tugas orang tua,” katanya.
Selain itu, ia mendorong siswa yang beragama Kristen dan Katolik untuk rajin membaca Alkitab guna membentuk karakter yang baik, meneladani Yesus Kristus dan Bunda Maria.
Di SMPK Santa Theresia, Linus memberikan motivasi agar siswa rajin belajar dan aktif berbahasa Inggris. “Kemampuan berbahasa Inggris penting agar kalian dapat bersaing secara global,” ujarnya. Ia bahkan berdialog dengan siswa menggunakan bahasa Inggris, didampingi oleh timnya.
Linus juga meninjau kantin sekolah dan berdiskusi dengan para pedagang. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan menjual makanan sehat untuk mendukung tumbuh kembang anak.
SMPK Giovani menjadi tujuan terakhir kunjungan Linus. Ia menyapa siswa di dalam kelas dan memberikan motivasi belajar. “Kalian adalah masa depan Kota Kupang. Belajarlah dengan giat untuk mencapai cita-cita kalian,” pesannya.
Linus mengaku kunjungan kerja ke masyarakat sudah menjadi bagian dari gaya kepemimpinannya. “Di situ kita temukan akar persoalan yang perlu diatasi. Begitu ada persoalan yang diajukan oleh masyarakat, guru, pegawai langsung diatasi,” tegasnya.
Menurutnya, kunjungannya ke sekolah-sekolah juga kadang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. “Saya kunjung ke satu SMPN tanpa pemberitahuan. Saya hanya temukan puluhan siswa. Kita apel, beri arahan dan petunjuk untuk dilakukan,” katanya.
Bagi Linus, disiplin diri perlu terus dipacu hingga menjadi kekuatan diri yang kemudian membentuk karakter orang. Betul, disiplin adalah rahasia sukses. (ADV)