Warga Antre Air Bersih, PDAM Kota Kupang: “Kami Sudah Usulkan, Tapi Harus Sabar”

PATROLICIA COM PROPINSI NTT.      Ribuan warga Kota Kupang masih menanti sambungan rumah air bersih dari pemerintah pusat. Kepala Bagian Hubungan Langganan PDAM Kota Kupang, Ferdi Jeremias, menegaskan bahwa pihaknya sudah mengusulkan lebih dari 3.000 calon penerima manfaat, namun hingga kini pemasangan masih terkendala alokasi anggaran dari pusat.

Menurut Ferdi, proses pemasangan sambungan rumah (SR) air bersih gratis memang bukan sepenuhnya kewenangan PDAM. Pemasangan dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian PUPR dan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (PPW) NTT berdasarkan program Instruksi Presiden (Inpres) tentang Percepatan Penyediaan Air Minum bagi Masyarakat Perkotaan.

“Pada 2023 lalu, kami diminta mengumpulkan data sebanyak-banyaknya. Kami usulkan sekitar 3.200 rumah. Namun sejauh ini, baru sekitar 1.000 sambungan yang diproses oleh PUPR Kota Kupang. Sisanya, masih menunggu realisasi anggaran,” ujarnya saat ditemui di Kupang, Kamis (24/7/2025).

Distribusi Belum Merata, Infrastruktur Terbatas

Ferdi menyebutkan, pembangunan infrastruktur SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) Kali Dendeng memang sudah dimulai sejak 2020. Namun keterbatasan anggaran membuat instalasi sambungan tidak bisa dilakukan sekaligus. Beberapa wilayah seperti Kelurahan Alak, Penkase Oeleta, Manutapen, dan Nunbaun Sabu sudah mendapat sambungan. Tetapi kawasan seperti Manulai dan Batuplat belum terjangkau karena keterbatasan infrastruktur.

“SPAM Kali Dendeng ini hanya mampu melayani sekitar 12.000 sambungan rumah. Saat ini baru sekitar 6.000 yang aktif. Target ideal bisa tercapai dalam 2-3 tahun ke depan, asal didukung oleh pembiayaan yang cukup dari pusat,” jelasnya.

PDAM Siap Layani, Tapi Gratis Ada Prosedur

Ferdi menegaskan, jika masyarakat ingin melakukan pemasangan secara reguler (berbayar), PDAM siap melayani kapan pun. Namun untuk sambungan gratis, prosedur tetap harus melalui tahapan seleksi dan pendataan dari pemerintah daerah dan pusat.

“Kami ini perusahaan. Semakin banyak pelanggan, semakin baik. Tapi untuk program gratis, kami hanya fasilitator. Tidak serta-merta langsung pasang saat data masuk,” katanya.

Air Tidak Jalan Setiap Hari? Ini Penjelasan PDAM

Menanggapi keluhan warga yang menyebut air tidak mengalir setiap hari, Ferdi menjelaskan hal itu disebabkan oleh keterbatasan kapasitas sumber air dan distribusi yang harus dibagi merata ke seluruh pelanggan.

“Kami tidak pernah sengaja mematikan. Tapi karena sistem harus berbagi, maka distribusi dilakukan bergilir. Apalagi saat musim kemarau, debit air menurun,” jelasnya.

Ia juga mengakui masih sering terjadi kebocoran pipa. “Kami punya tim teknis untuk perbaikan, tapi kadang belum selesai di satu tempat, sudah muncul lagi di tempat lain,” tambah Ferdi.

Butuh Sabar dan Kolaborasi

Ferdi berharap masyarakat bersabar dan memahami bahwa proses pembangunan infrastruktur air bersih ini memerlukan waktu dan anggaran bertahap.

“Banyak yang mendaftar, tapi karena anggarannya terbatas, tentu tidak bisa semua dipasang sekaligus. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah agar target pelayanan air bersih ini bisa tercapai,” pungkasnya.(Rjb)

PDAM Kota Kupang: “Kami Sudah UsulkanTapi Harus Sabar”Warga Antre Air Bersih