Buka Latsar CPNS, Wagub Johni Asadoma Tegaskan ASN Harus Berintegritas, Adaptif, dan Menjunjung Profesional

PATROLI CIA COM PROVINSI NTT.      Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Johni Asadoma, secara resmi membuka Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Aula Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi NTT, Senin (1/6/2026).

Kegiatan Latsar ini terbagi dalam Gelombang VI (Klasikal) yang diikuti peserta dari Lingkup Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Malaka, Ende dan Sumba Tengah. Serta Gelombang XI (Distance Learning) yang diikuti peserta dari Lingkup Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, Malaka, Alor, Flores Timur, Manggarai dan Manggarai Barat.

Wakil Gubernur menegaskan bahwa pelaksanaan Latsar merupakan tonggak awal transformasi para peserta dari seorang calon Aparatur Sipil Negara menjadi ASN yang profesional, berintegritas, adaptif, profesional dan siap menjawab tantangan zaman.

“Dunia saat ini bergerak sangat cepat, perkembangan teknologi yang masif, serta tuntutan masyarakat yang semakin kritis. Karena itu, ASN tidak bisa lagi bekerja dengan cara-cara lama yang kaku dan hierarkis. ASN harus hadir sebagai problem solver dengan dengan integritas, adaptif, dan profesional,” tegas Wakil Gubernur.

Ia menekankan bahwa di era digital, kecakapan teknologi merupakan kebutuhan mutlak yang harus dimiliki setiap ASN. Namun demikian, kemampuan tersebut harus diimbangi dengan kepekaan sosial dan semangat pelayanan kepada masyarakat.

“ASN bukan sekadar menyelesaikan pekerjaan administrasi di belakang meja, tetapi harus hadir di tengah masyarakat, mendengar aspirasi, memahami persoalan, dan menghadirkan solusi nyata atas tantangan pembangunan seperti kemiskinan, stunting, ketahanan pangan, pendidikan, dan transformasi digital di daerah,” ujarnya.

Wakil Gubernur juga mengingatkan bahwa pelayanan publik harus dipandang sebagai panggilan pengabdian yang dilaksanakan dengan tulus, empati, dan akuntabilitas tinggi. Para CPNS, lanjutnya, merupakan perpanjangan tangan pemerintah sehingga mutlak memahami, menginternalisasi, dan menyelaraskan seluruh tindakan dengan visi pembangunan daerah.

“Setiap program kerja yang dilaksanakan harus bermuara pada tujuan besar, yaitu mewujudkan NTT yang maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan,” katanya.

Ia juga memberikan sejumlah pesan penting kepada seluruh peserta Latsar, yakni agar senantiasa menjaga disiplin, bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas, loyal terhadap organisasi, profesional di bidang kerja masing-masing, inovatif dalam menghadirkan terobosan, serta menjunjung tinggi kejujuran dalam setiap aspek pengabdian.

Pembukaan Latsar ini diharapkan menjadi awal lahirnya ASN- ASN muda yang profesional, adaptif, inovatif, dan mampu menjadi penggerak pembangunan menuju NTT yang maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan.

Dalam laporan pelaksanaan latsar oleh Plt. Kepala BPSDMD Provinsi NTT, Flavianus Dua, disampaikan bahwa secara keseluruhan, hingga tahun 2026 tercatat sebanyak 1.880 CPNS di NTT telah mengikuti Latsar, sementara 3.906 CPNS lainnya masih akan mengikuti pelatihan pada gelombang-gelombang berikutnya. Khusus untuk Pemerintah Provinsi NTT, sebanyak 360 CPNS telah mengikuti Latsar, dan 989 CPNS lainnya akan diikutsertakan pada pelaksanaan selanjutnya.

“Kelulusan peserta akan ditentukan berdasarkan evaluasi komprehensif yang meliputi penilaian sikap dan perilaku, evaluasi akademik, rancangan aktualisasi, pelaksanaan aktualisasi, dan penilaian kompetensi bidang tugas,” ungkap Flavi.

Ia menambahkan, salah satu agenda pembelajaran yang menjadi ciri khas pelaksanaan Latsar di NTT adalah kegiatan studi tour ke “NTT Mart” sebagai bentuk dukungan terhadap program Gerakan Ayo Beli NTT. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 1.920 peserta Latsar telah berkunjung ke NTT Mart sebagai bagian dari penguatan pemahaman terhadap pengembangan ekonomi lokal.

 

AdaptifBuka Latsar CPNSdan Menjunjung ProfesionalWagub Johni Asadoma Tegaskan ASN Harus Berintegritas