PATROLI CIA COM PROVINSI NTT Dari 1.317 peserta, Prevy Seltriani Taek, siswi SMK Negeri 4 Kupang, Nusa Tenggara Timur, menjadi satu dari sembilan pelajar yang berhasil melaju ke babak final Lomba Pidato AHY Muda 2026.
Sehari menjelang pengumuman pemenang, Prevy bersama delapan finalis lainnya mendapat kesempatan bertemu Menteri Ekonomi Kreatif Tengku Riefky Harsya di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Menara Thamrin Nine, Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan finalis sebelum babak akhir yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (19/9/2026) di Auditorium Yudhoyono, DPP Partai Demokrat, Jakarta.
Prevy hadir bersama para finalis dari berbagai daerah, guru pendamping, serta anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD yang mendampingi peserta selama perlombaan.
Di tengah pertemuan itu, Prevy membawa isu yang berangkat dari daerah asalnya. Melalui tema pidato “Dari Potensi Menjadi Kesejahteraan”, ia mengangkat kekayaan sumber daya NTT dan tantangan mengubahnya menjadi sumber pendapatan serta lapangan kerja bagi masyarakat.
Potensi itu antara lain pertanian, peternakan, perikanan, rumput laut, garam, hingga tenun tradisional.
Menurut gagasan yang disampaikan Prevy, kekayaan sumber daya tersebut belum sepenuhnya memberikan nilai tambah bagi masyarakat karena sebagian masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah.
Karena itu, pendidikan vokasi, keterampilan, inovasi, teknologi, dan hilirisasi dinilai penting agar generasi muda tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga memiliki kemampuan menciptakan peluang usaha dari potensi daerah.
Tembus Sembilan Besar dari 1.317 Peserta
Lomba Pidato AHY Muda 2026 merupakan bagian dari rangkaian Lomba Rakyat Partai Demokrat yang melibatkan pelajar dari berbagai daerah di Indonesia.
Sebanyak 1.317 peserta tercatat mengikuti proses pendaftaran. Seleksi dilakukan secara berjenjang melalui DPD Partai Demokrat di daerah.
Dari 31 provinsi, sebanyak 62 peserta kemudian terpilih mengikuti tahapan berikutnya. Setelah melalui penilaian dan jalur tambahan dari unsur Fraksi Partai Demokrat DPR RI, jumlah peserta pada tahapan lanjutan mencapai sekitar 70 orang.
Dari proses tersebut kemudian terpilih sembilan finalis nasional. Salah satunya Prevy Seltriani Taek yang membawa nama NTT.
Bagi Prevy, capaian tersebut menjadi kesempatan untuk membawa persoalan daerah ke forum nasional, terutama mengenai bagaimana kekayaan alam dan budaya NTT dapat diolah menjadi kekuatan ekonomi.
Gagasan itu juga berkaitan dengan latar belakangnya sebagai pelajar sekolah menengah kejuruan yang menempatkan keterampilan sebagai bagian penting dalam menghadapi dunia kerja.
Menteri Ekonomi Kreatif Soroti Peluang Profesi dari Kemampuan Berbicara
Dalam pertemuan dengan para finalis, Menteri Ekonomi Kreatif Tengku Riefky Harsya menyampaikan bahwa kemampuan berbicara di depan publik tidak berhenti sebagai keterampilan dalam sebuah perlombaan.
Kemampuan mengolah gagasan, menyusun pesan, dan menyampaikannya secara efektif, menurut dia, dapat menjadi modal bagi generasi muda dalam memasuki dunia kerja.
Perkembangan ekonomi kreatif juga membuka berbagai bidang pekerjaan yang membutuhkan kemampuan komunikasi, antara lain penyiar radio, presenter, pengisi suara animasi, hingga voice over.
“Proses dari 1.317 menjadi sembilan ini bukan tidak ada manfaatnya. Ini menjadi bagian mula,” ujar Tengku Riefky.
Ia juga menyampaikan bahwa minat dan hobi generasi muda dapat dikembangkan menjadi profesi apabila dipadukan dengan kreativitas, inovasi, dan teknologi.
Pesan tersebut sejalan dengan gagasan yang dibawa Prevy dari NTT.
Tenun, misalnya, tidak hanya dapat dipertahankan sebagai produk budaya, tetapi juga dikembangkan menjadi bagian dari industri fesyen melalui desain, pengemasan, pemasaran digital, dan penguatan merek.
Hal serupa dapat diterapkan pada komoditas pertanian, peternakan, perikanan, rumput laut, dan garam melalui pengolahan serta pengembangan produk bernilai tambah.
Membawa Suara Pelajar NTT
Bagi Prevy, keikutsertaan dalam kompetisi tersebut bukan sekadar kesempatan untuk berpidato. Panggung nasi