Julie Laiskodat Siapkan Masa Depan Atlet Kempo NTT, Juara Bukan Satu-satunya Tujuan

 

PATROLI CIA COM PROVINSI NTT 

Prestasi di arena pertandingan bukanlah akhir dari perjalanan seorang atlet. Mereka juga perlu dibekali karakter, wawasan, dan kemampuan mengembangkan diri agar mampu membangun kehidupan yang mandiri setelah masa kejayaan di dunia olahraga berakhir.

Pandangan itu menjadi salah satu landasan Ketua Umum Pengurus Provinsi Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Pengprov Perkemi) Nusa Tenggara Timur (NTT), Julie Sutrisno Laiskodat, dalam membina atlet Kempo di daerah tersebut.

Bagi Julie, keberhasilan atlet tidak cukup diukur dari jumlah medali atau gelar juara yang diraih. Pembinaan olahraga juga harus mempersiapkan atlet menghadapi kehidupan di luar arena, termasuk mengenali potensi diri, membaca peluang, dan membangun masa depan.

Komitmen tersebut berjalan seiring dengan keberhasilan kontingen Shorinji Kempo Kota Kupang meraih Juara Umum I pada Kejuaraan Nasional Antar Kabupaten/Kota se-Indonesia Piala Bupati Badung Cup II 2026. Hasil itu sekaligus mempertahankan prestasi yang diraih Kota Kupang pada penyelenggaraan pertama kejuaraan tersebut.

Di balik pencapaian itu, Julie mendorong pendekatan pembinaan yang lebih menyeluruh. Atlet diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan teknik bertanding, tetapi juga fisik yang prima, karakter yang kuat, pengetahuan luas, kreativitas, serta jejaring yang dapat mendukung perjalanan hidup mereka.

Salah satu langkah konkret yang ditempuh ialah membentuk Komisi Ekonomi dan Kesejahteraan dalam struktur Pengprov Perkemi NTT. Kehadiran komisi tersebut menjadi bagian dari upaya memperhatikan aspek kesejahteraan sekaligus memikirkan masa depan atlet di luar kegiatan olahraga.

Menurut Julie, pengalaman dalam dunia Kempo sesungguhnya dapat menjadi modal berharga untuk menjalani kehidupan. Latihan yang keras, kedisiplinan, tekanan saat bertanding, serta kemampuan menghadapi kegagalan merupakan pengalaman yang membentuk mental dan ketangguhan seseorang.

Namun, modal tersebut perlu dilengkapi dengan kemampuan merencanakan masa depan, mengambil keputusan, mengenali kesempatan, dan mengembangkan potensi menjadi sesuatu yang produktif.

Memperluas Wawasan Atlet

Komitmen itu juga terlihat setelah kontingen Kota Kupang mengikuti kejuaraan di Bali. Julie mengarahkan agar para atlet memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menambah pengalaman dan memperluas wawasan sebelum kembali ke daerah.

Para atlet diajak mengunjungi desa yang dikenal karena kebersihannya, kawasan perkotaan dengan kreativitas yang berkembang, serta jembatan kaca.

Kunjungan tersebut bukan sekadar kegiatan tambahan setelah pertandingan. Para atlet diharapkan dapat melihat secara langsung bagaimana pengelolaan lingkungan, kreativitas masyarakat, dan pengembangan potensi suatu wilayah dapat menciptakan nilai serta membuka peluang baru.

Pengalaman itu diharapkan mendorong atlet untuk melihat potensi daerahnya sendiri. NTT, dengan berbagai kekayaan alam, budaya, dan sumber daya manusianya, dinilai memiliki peluang yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan wawasan yang lebih luas, atlet diharapkan tidak hanya bergantung pada prestasi olahraga, tetapi juga mampu mengembangkan kemampuan lain yang berguna ketika kelak mengakhiri karier sebagai atlet.

Pengalaman Julie mendampingi suaminya, Viktor Bungtilu Laiskodat, saat menjabat Gubernur NTT, serta keterlibatannya dalam Dekranasda dan PKK NTT, turut membentuk perhatiannya terhadap pengembangan potensi masyarakat. Pengalaman tersebut menjadi salah satu latar belakang dorongannya agar atlet Kempo memiliki pandangan lebih luas tentang masa depan.

Prestasi Tetap Menjadi Ukuran

Meski memperluas orientasi pembinaan, pencapaian prestasi tetap menjadi perhatian utama. Keberhasilan Kota Kupang mempertahankan gelar juara umum di Badung merupakan hasil dari persiapan dan seleksi atlet sebelum mengikuti kejuaraan.

Kontingen Kota Kupang terdiri atas atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP), yang dalam naskah sumber disebut PPLD, binaan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTT, atlet non-PPLD, serta atlet remaja yang dijaring melalui Shorinji Kempo RAI IDA Kota Kupang dan Bupati Kupang Cup V.

Sebelum keberangkatan, Julie memantau perkembangan latihan bersama jajaran pelatih. Persiapan tersebut mencakup kesiapan teknis, pemetaan peluang meraih medali, dan kemampuan atlet menghadapi persaingan.

Seleksi dilakukan untuk memastikan atlet yang diberangkatkan berada dalam kondisi siap bertanding dan mampu memberikan hasil terbaik.

Dukungan terhadap pembentukan karakter atlet juga disampaikan Wali Kota Kupang sekaligus Ketua Umum KONI Kota Kupang, Christian Widodo, ketika melepas kontingen. Ia menekankan pentingnya disiplin, kerendahan hati, dan kerja keras sebagai landasan untuk membentuk atlet yang tangguh, baik secara teknik maupun mental.

Sementara itu, Kepala Dispora Provinsi NTT Alfonsius Theodorus menegaskan pentingnya pencapaian prestasi bagi atlet binaan PPLD. Medali menjadi salah satu indikator untuk mengukur keberhasilan pembinaan dalam program tersebut.

Keberhasilan mempertahankan gelar juara umum menunjukkan bahwa pembinaan dan persiapan kompetisi dapat menghasilkan prestasi. Namun, bagi Julie, tantangan berikutnya adalah memastikan keberhasilan itu memberikan manfaat lebih panjang bagi kehidupan atlet.

Dengan demikian, ukuran keberhasilan pembinaan Kempo tidak berhenti ketika atlet berdiri di podium menerima medali. Lebih dari itu, mereka diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, berkarakter, kreatif, mandiri, dan mampu berkontribusi bagi masyarakat serta pembangunan NTT.

Juara Bukan Satu-satunya TujuanJulie Laiskodat Siapkan Masa Depan Atlet Kempo NTT