PATROLICIA COM.KOTA KUPANG-Penanganan stanting di kota Kupang- menjadi perhatian serius pemerintah kota Kupang- Demikian disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Kupang Djidja Kadiwanu dalam acara pertemuan bertema “Aksi 3 Rembuk Stunting” di Kupang, Selasa, (27/9/2022)
“Anggaran sebesar Rp18,2 miliar akan dimanfaatkan untuk mendukung upaya mengejar target penurunan prevalensi kasus stunting di Kota Kupang menjadi 10 persen di 2023,” ujarnya Djidja Kadiwanu.
Menurut Djija Kadiwanu, anggaran tersebut tersebar pada sejumlah Dinas seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Perikanan, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Dinas-Dinas tersebut akan berkolaborasi melakukan berbagai intervensi untuk penangan stunting dalam kerjasama dengan sektor atau lembaga non pemerintah dan masyarakat.
Terkait hal itu, Djija mengatakan Pemerintah Kota Kupang juga telah memiliki buku peta jalan dan rencana aksi daerah percepatan penurunan prevalensi stunting tahun 2022-2023 sebagai panduan untuk penanganan di lapangan.
Ia menjelaskan, bahwa upaya penurunan stunting di Kota Kupang sejauh ini sudah berjalan secara tepat yang ditunjukkan dengan angka prevalensi yang menurun dari Agustus 2021 sebesar 26,1 persen menjadi 21,5 persen di Agustus 2022. Oleh karena itu, dengan adanya langkah-langkah penanganan yang tepat, diharapkan angka prevalensi dapat menurun signifikan menjadi 10 persen di 2023.
“Pemerintah kota terus menggalakkan kerja bersama, kerja kolaborasi, berbagai pihak untuk menurunkan stunting sesuai target,” ujarnya lagi. (Rjb/ANTARA)