<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pertanian &#8211; Patroli C.I.A</title>
	<atom:link href="https://patrolicia.com/category/pertanian/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://patrolicia.com</link>
	<description>Cerdas, Independen &#38; Aktual</description>
	<lastBuildDate>Wed, 31 Dec 2025 04:46:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>
	<item>
		<title>Kelompok Tani Setia Hati Kalisuk Apresiasi Bantuan Bibit Pertanian Pemprov NTT</title>
		<link>https://patrolicia.com/15003/kelompok-tani-setia-hati-kalisuk-apresiasi-bantuan-bibit-pertanian-pemprov-ntt/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2025 04:46:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Kelompok Tani Setia Hati Kalisuk Apresiasi Bantuan Bibit Pertanian Pemprov NTT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://patrolicia.com/?p=15003</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="700" height="525" src="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251231-WA0013.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251231-WA0013.jpg 700w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251231-WA0013-300x225.jpg 300w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251231-WA0013-86x64.jpg 86w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></div>PATROLICIA COM PROPINSI NTT Kelompok Tani Setia Hati Kalisuk, Desa Rabasahain, Kabupaten Malaka, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) atas bantuan bibit pertanian yang telah diberikan melalui Yayasan Media Flores Peduli. Ketua Kelompok Tani Setia Hati Kalisuk, Arberta Istana Sera, yang didampingi perwakilan Yayasan Media Flores Peduli, menyampaikan terima kasih kepada Kepala [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="700" height="525" src="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251231-WA0013.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251231-WA0013.jpg 700w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251231-WA0013-300x225.jpg 300w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251231-WA0013-86x64.jpg 86w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></div><p><strong>PATROLICIA COM PROPINSI NTT</strong> <span class="dropcap dropcap-square"><strong>K</strong></span>elompok Tani Setia Hati Kalisuk, Desa Rabasahain, Kabupaten Malaka, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) atas bantuan bibit pertanian yang telah diberikan melalui Yayasan Media Flores Peduli.<br />
Ketua Kelompok Tani Setia Hati Kalisuk, Arberta Istana Sera, yang didampingi perwakilan Yayasan Media Flores Peduli, menyampaikan terima kasih kepada Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda, SP, atas dukungan tersebut.<br />
Bantuan bibit pertanian ini disalurkan kepada kelompok tani di empat kabupaten, yakni Kabupaten Belu, Malaka, Timor Tengah Selatan, dan Timor Tengah Utara. Menurut Arberta, bantuan tersebut sangat membantu petani dalam mengoptimalkan lahan-lahan kering yang selama ini belum tergarap secara maksimal.<br />
“Dengan adanya penambahan bibit ini, kami akan terus bekerja sama dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten. Harapannya, bantuan ini dapat memotivasi masyarakat untuk mengelola lahan kering menjadi lahan pertanian produktif,” ujar Arberta.<br />
Ia menambahkan, masih banyak lahan kering di wilayah perbatasan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan apabila didukung dengan pendampingan, pengetahuan, serta sarana produksi pertanian yang memadai.<br />
Selain bibit, kelompok tani juga berharap adanya bantuan lanjutan berupa pupuk dan obat pengendali hama. Meski saat ini petani telah menggunakan beberapa jenis obat pertanian, dukungan tambahan dari pemerintah dinilai masih sangat dibutuhkan agar hasil tanaman dapat tumbuh optimal sesuai harapan.<br />
“Kami berharap ada perhatian lanjutan dari pemerintah provinsi maupun kabupaten, terutama bantuan pupuk dan obat hama, agar tanaman yang kami tanam bisa berkembang dengan baik,” kata Arberta.<br />
Kelompok Tani Setia Hati Kalisuk menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program ketahanan pangan pemerintah, khususnya dalam pengembangan pertanian lahan kering di wilayah NTT.(Peter)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Petani Sayur Binaan CIRMA di Malaka Tertekan Harga Pasar dan Biaya Produksi</title>
		<link>https://patrolicia.com/14941/petani-sayur-binaan-cirma-di-malaka-tertekan-harga-pasar-dan-biaya-produksi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2025 23:45:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Petani Sayur Binaan CIRMA di Malaka Tertekan Harga Pasar dan Biaya Produksi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://patrolicia.com/?p=14941</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="700" height="525" src="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251210-WA0201.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251210-WA0201.jpg 700w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251210-WA0201-300x225.jpg 300w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251210-WA0201-86x64.jpg 86w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></div>PATROLICIA COM PROPINSI NTT Kelompok Tani Sayur Setia Hati Klisuk, binaan LSM CIRMA, terus berupaya mempertahankan produksi di tengah anjloknya harga sayur lokal di Kabupaten Malaka. Dalam pemantauan Media Flores Peduli,Rabu (10/12/2025), para petani di Desa Rabasahain mengaku pendapatan mereka turun drastis meski bekerja sepanjang hari. “Harga sayur turun, sementara tenaga dan biaya yang kami [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="700" height="525" src="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251210-WA0201.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251210-WA0201.jpg 700w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251210-WA0201-300x225.jpg 300w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251210-WA0201-86x64.jpg 86w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /></div><p>PATROLICIA COM PROPINSI NTT <span class="dropcap dropcap-square"><strong>K</strong></span>elompok Tani Sayur Setia Hati Klisuk, binaan LSM CIRMA, terus berupaya mempertahankan produksi di tengah anjloknya harga sayur lokal di Kabupaten Malaka. Dalam pemantauan Media Flores Peduli,Rabu (10/12/2025), para petani di Desa Rabasahain mengaku pendapatan mereka turun drastis meski bekerja sepanjang hari. “Harga sayur turun, sementara tenaga dan biaya yang kami keluarkan tidak berubah. Kami bekerja dari pagi sampai malam, tapi hasilnya tidak sebanding,” ujar ketua kelompok, Arberta Ista Sera.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-14943" src="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251210-WA0207-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" srcset="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251210-WA0207-300x225.jpg 300w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251210-WA0207-86x64.jpg 86w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251210-WA0207.jpg 700w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Kondisi pasar sayur lokal menjadi salah satu hambatan utama. Masuknya pasokan sayur dari wilayah perbatasan dan daerah lain dengan harga lebih rendah membuat produk petani lokal tersisih. “Kami sudah meningkatkan kualitas, tetapi harga tetap turun. Kami bingung, karena sayur dari luar banyak masuk dan membuat harga kami ikut jatuh,” tutur seorang anggota kelompok. Situasi ini menempatkan petani kecil dalam posisi yang sulit, terutama ketika daya tawar mereka terbatas.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-14944" src="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251210-WA0203-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" srcset="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251210-WA0203-300x225.jpg 300w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251210-WA0203-86x64.jpg 86w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251210-WA0203.jpg 700w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>LSM CIRMA menilai kondisi tersebut mencerminkan lemahnya tata niaga sayur lokal dan minimnya proteksi terhadap petani kecil. Pendamping CIRMA, Ibu Feni, menyatakan bahwa sistem pasar saat ini lebih menguntungkan pedagang pengumpul dibandingkan produsen. “Petani sudah bekerja keras, tetapi mereka tidak menikmati nilai tambah. Harga di tingkat petani jatuh, sementara biaya produksi terus naik. Pemerintah perlu hadir mengatur alur distribusi agar petani tidak terus dirugikan,” tegasnya.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-14945" src="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251210-WA0211-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" srcset="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251210-WA0211-300x225.jpg 300w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251210-WA0211-86x64.jpg 86w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251210-WA0211.jpg 700w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Selain persoalan pasar, petani juga kesulitan memperoleh pupuk dan pestisida dengan harga yang terjangkau, sementara cuaca ekstrem memperburuk kondisi. Panas terik berkepanjangan disusul hujan tak menentu menyebabkan tanaman gagal tumbuh optimal. “Kadang hujan terus, kadang panas menyengat. Kami tidak bisa mengontrol cuaca, tapi harus menanggung akibatnya,” ujar sekretaris kelompok, Feryana Anita Nahak.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-14947" src="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251210-WA0203-1-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" srcset="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251210-WA0203-1-300x225.jpg 300w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251210-WA0203-1-86x64.jpg 86w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251210-WA0203-1.jpg 700w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Untuk memastikan produksi tetap berjalan, kelompok tani ini meminta dukungan berupa mesin sedot air, pipa, selang, pupuk, dan pestisida. CIRMA berharap pemerintah daerah merespons kebutuhan tersebut dan menguatkan ekosistem pasar sayur lokal agar petani tidak terus terjebak dalam kerugian. “Petani hanya ingin harga yang adil dan dukungan sarana produksi. Jika petani tidak diselamatkan, ketahanan pangan kita ikut terancam,” kata CIRMA menutup pembicaraan.(Rjb)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>CIRMA Rumuskan Transformasi Besar untuk Petani Kecil Timor Barat: Pembelajaran Iklim Terintegrasi</title>
		<link>https://patrolicia.com/14934/cirma-rumuskan-transformasi-besar-untuk-petani-kecil-timor-barat-pembelajaran-iklim-terintegrasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2025 02:11:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[CIRMA Rumuskan Transformasi Besar untuk Petani Kecil Timor Barat: Pembelajaran Iklim Terintegrasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://patrolicia.com/?p=14934</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="700" height="1244" src="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251205-WA0051.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251205-WA0051.jpg 700w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251205-WA0051-169x300.jpg 169w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251205-WA0051-576x1024.jpg 576w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /></div>&#160; CIRMA Tetapkan Arah Strategis 2026–2028: Perkuat Pembelajaran Iklim dan Kelembagaan Petani Kecil di Timor Barat PATROLICIA COM PROPINSI NTT Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) CIRMA menetapkan arah strategis baru untuk periode 2026–2028 guna memperkuat kapasitas petani kecil di Timor Barat. Dalam konferensi pers di Hotel Neo Aston, Kupang, Kamis (4/12/2025), Direktur CIRMA, Jon Lajan, menyampaikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="700" height="1244" src="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251205-WA0051.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251205-WA0051.jpg 700w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251205-WA0051-169x300.jpg 169w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251205-WA0051-576x1024.jpg 576w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /></div><p>&nbsp;</p>
<hr />
<h5><strong>CIRMA Tetapkan Arah Strategis 2026–2028: Perkuat Pembelajaran Iklim dan Kelembagaan Petani Kecil di Timor Barat</strong></h5>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-14935" src="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251205-WA0051-169x300.jpg" alt="" width="169" height="300" srcset="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251205-WA0051-169x300.jpg 169w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251205-WA0051-576x1024.jpg 576w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251205-WA0051.jpg 700w" sizes="auto, (max-width: 169px) 100vw, 169px" /></p>
<h6><strong>PATROLICIA COM PROPINSI NTT </strong>Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) CIRMA menetapkan arah strategis baru untuk periode 2026–2028 guna memperkuat kapasitas petani kecil di Timor Barat. Dalam konferensi pers di Hotel Neo Aston, Kupang, Kamis (4/12/2025), Direktur CIRMA, <em>Jon Lajan</em>, menyampaikan bahwa evaluasi enam bulan program <em>Empowering West Timor</em> mengungkap capaian signifikan, tetapi juga tantangan struktural yang harus segera dibenahi.</h6>
<p>Menurut Jon, tahun 2025 merupakan fase awal program dengan fokus pada pendampingan intensif, uji model pembelajaran iklim, dan peningkatan kapasitas kelompok tani (poktan). <em>“Kami ingin melihat apakah kegiatan yang berjalan selama lima hingga enam bulan ini benar-benar menghasilkan dampak nyata bagi petani. Evaluasi ini penting agar transformasi yang kami rencanakan sejak awal dapat berkelanjutan,”</em> ujarnya.</p>
<hr />
<h5><strong>Hasil Evaluasi: Antusiasme Tinggi, Kelembagaan Lemah</strong></h5>
<p>Dari analisis kontekstual, tim evaluator menyimpulkan bahwa petani Timor Barat menunjukkan antusiasme tinggi terhadap pembelajaran iklim dan teknik agroekologi. Namun, pola belajar tersebut belum terstruktur dalam kurikulum yang utuh dan berjenjang. Akibatnya, pembelajaran berjalan kaya aktivitas, tetapi tidak selalu saling menguatkan.</p>
<p>Kelembagaan kelompok tani juga dinilai lemah. Banyak poktan belum memiliki <strong>SOP</strong>, mekanisme tabungan, sistem pencatatan produksi, maupun struktur kepengurusan aktif. Kondisi ini menyebabkan pengetahuan baru tidak sepenuhnya terinternalisasi dalam pengambilan keputusan tanam.</p>
<p>Di sisi lain, potensi sosial dan ekologis komunitas sangat besar. Modal sosial kuat, partisipasi tinggi, dan adopsi teknik organik berkembang pesat. Produksi kompos, POC, dan LOPEEZ (lopo eco enzyme) meningkat signifikan, bahkan menghasilkan nilai ekonomi lebih dari <strong>Rp 300 juta</strong> dari total 575 keluarga.</p>
<p>Namun, Jon menegaskan bahwa potensi itu belum otomatis menjadi peningkatan kesejahteraan. <em>“Output besar belum terkonversi menjadi ekonomi yang stabil. Ini PR utama kami ke depan,”</em> sambungnya.</p>
<hr />
<h5><strong>Enam Pilar Transformasi CIRMA 2026–2028</strong></h5>
<p>Menjawab hasil evaluasi, CIRMA menetapkan enam pilar strategis:</p>
<ol>
<li><strong>Pembelajaran Iklim Terintegrasi (Climate Learning Pathway)</strong><br />
Dirancang sebagai kurikulum resmi dalam enam tahap: SLI, SBI, Agroekologi, Demplot, Mentoring, dan Evaluasi Musim.</li>
<li><strong>Penguatan Kelembagaan melalui Model Poktan 5 Pilar</strong><br />
Mencakup SOP organisasi, kepemimpinan, usaha, pengelolaan aset, dan sistem data sebagai fondasi kemandirian.</li>
<li><strong>Transformasi Poktan menjadi Unit Usaha</strong><br />
Berbasis demplot hortikultura, produksi pupuk organik, dan benih lokal.</li>
<li><strong>Tata Kelola Aset Air Bertani dan LOPEEZ</strong><br />
Pengelolaan profesional agar fasilitas komunal berfungsi sebagai instrumen livelihood jangka panjang.</li>
<li><strong>Pembangunan Sistem Data Poktan</strong><br />
Dashboard kelompok tani berbasis bukti, terhubung dengan platform digital CIRMA.</li>
<li><strong>Reformulasi Peran Fasilitator</strong><br />
Dari operator teknis menjadi katalis perubahan sosial dan kelembagaan.</li>
</ol>
<hr />
<h5><strong>Target 2027: Poktan Mandiri, Petani Mampu Mengambil Keputusan Berbasis Risiko Iklim</strong></h5>
<p>CIRMA menargetkan bahwa pada 2027:</p>
<ul>
<li><strong>100% desa dampingan menerapkan Climate Learning Pathway</strong>,</li>
<li><strong>75% poktan memiliki SOP dan kepengurusan aktif</strong>,</li>
<li><strong>50% poktan menjalankan unit usaha</strong>,</li>
<li>seluruh aset fasilitas air bertani dan LOPEEZ memiliki SOP teknis-keuangan,</li>
<li>semua poktan memiliki sistem data standar yang terkoneksi secara digital,</li>
<li>serta petani mampu mengambil keputusan tanam berbasis risiko iklim.</li>
</ul>
<h5><strong>Komitmen Baru: Dari Pendamping Teknis Menjadi Katalis Perubahan Komunitas</strong></h5>
<p>Jon Lajan menegaskan bahwa arah strategis baru CIRMA adalah pergeseran dari sekadar pendampingan teknis menuju <strong>katalis perubahan struktural di tingkat komunitas</strong>. Kombinasi pembelajaran iklim, penguatan kelembagaan, dan pengembangan usaha kolektif dirancang untuk membangun komunitas petani kecil yang <em>mandiri, tangguh iklim, dan berkeadilan</em>.</p>
<p><em>“Kami tidak hanya ingin mengajarkan teknik. Kami membangun struktur sosial, kepemimpinan, dan kapasitas ekonomi komunitas. Petani kecil Timor Barat harus menjadi aktor utama dalam menghadapi perubahan iklim dan membangun masa depan mereka sendiri,”</em> tutup Jon.</p>
<hr />
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Petani Tanah Merah Bertaruh Hortikultura di Tengah Krisis Air</title>
		<link>https://patrolicia.com/14810/petani-tanah-merah-bertaruh-hortikultura-di-tengah-krisis-air/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Oct 2025 11:21:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Petani Tanah Merah Bertaruh Hortikultura di Tengah Krisis Air]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://patrolicia.com/?p=14810</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="700" height="933" src="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/10/IMG-20251009-WA0100.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/10/IMG-20251009-WA0100.jpg 700w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/10/IMG-20251009-WA0100-225x300.jpg 225w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /></div>PATROLICIA COM PROPINSI NTT.              Di tengah krisis air yang menahun, petani Desa Tanah Merah, Kabupaten Kupang, mencoba peruntungan baru: hortikultura. Sabtu, 27 September 2025, Kelompok Tani Komunitas Lumbung Air memulai penanaman perdana sayuran di lahan 25 are. Di atas 48 bedengan, bibit pakcoy, caisim, tomat, hingga cabai ditanam serentak. “Air [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="700" height="933" src="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/10/IMG-20251009-WA0100.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/10/IMG-20251009-WA0100.jpg 700w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/10/IMG-20251009-WA0100-225x300.jpg 225w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /></div><p><strong>PATROLICIA COM PROPINSI NTT.             </strong> <b><span class="dropcap dropcap-square">D</span>i</b><span class="dropcap dropcap-square"><br />
</span> tengah krisis air yang menahun, petani Desa Tanah Merah, Kabupaten Kupang, mencoba peruntungan baru: hortikultura. Sabtu, 27 September 2025, Kelompok Tani Komunitas Lumbung Air memulai penanaman perdana sayuran di lahan 25 are.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-14812" src="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/10/IMG-20251009-WA0099-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" srcset="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/10/IMG-20251009-WA0099-225x300.jpg 225w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/10/IMG-20251009-WA0099.jpg 700w" sizes="auto, (max-width: 225px) 100vw, 225px" /></p>
<p>Di atas 48 bedengan, bibit pakcoy, caisim, tomat, hingga cabai ditanam serentak. “Air di sini sangat susah, pak. Untung ada satu sumur bor bantuan CIRMA. Tapi itu pun masih kurang karena harus berbagi dengan kebutuhan rumah tangga,” kata Marselinus Seran, salah satu anggota kelompok.</p>
<p>Kelompok tani ini baru dibentuk Agustus lalu oleh Yayasan Centrum Inisiatif Rakyat Mandiri (CIRMA). LSM itu sejak 2019 hadir di Tanah Merah, membangun MCK, sumur bor, hingga jaringan perpipaan untuk seratusan rumah warga. Kini CIRMA mendorong petani kecil agar mandiri pangan dan berdaya secara ekonomi lewat program Pemberdayaan Timor Barat. “Ada sekitar 6.000 petani di 60 desa yang kami dampingi,” ujar John Lajar, Direktur CIRMA.</p>
<p>Meski begitu, persoalan air tetap menghantui. Satu-satunya sumur bor yang ada harus menopang seratus rumah tangga sekaligus lahan pertanian. CIRMA berencana merevitalisasi sumur lain yang mangkrak, sembari menekan pemerintah desa ikut turun tangan.</p>
<p>Wakil Bupati Kupang, Aurum Titu Eki, yang hadir dalam penanaman perdana itu mengakui keterbatasan pemerintah. “Kami berterima kasih pada NGO seperti CIRMA. Pemerintah tidak mungkin membangun sendiri,” katanya. Aurum juga berjanji mengawal usulan kelompok tani ke dinas terkait, sejalan dengan prioritas pemerintah pusat di bidang ketahanan pangan.</p>
<p>Harapan senada disuarakan Maria Goreti Nango, Ketua Kelompok Tani. “Budidaya hortikultura ini hal baru bagi kami. Air untuk kebutuhan rumah saja masih susah. Tapi kami optimistis, dengan pendampingan, hasilnya bisa baik,” ujarnya.</p>
<p>Mantan Bupati Kupang, Ayub Titu Eki, yang juga hadir, memberi pesan sederhana: buktikan dulu keberhasilan. “Kalau Bapa Mama bisa olah lahan ini dengan baik, nanti saya bantu fasilitasi agar tanah-tanah lain bisa diolah juga,” katanya.</p>
<p>Bagi petani Tanah Merah, keberanian memulai hortikultura di tanah kering adalah taruhan besar. Hasil panen pertama mereka akan menjadi jawaban: apakah langkah ini sekadar eksperimen, atau jalan baru keluar dari bayang-bayang krisis air.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DPD RI Canangkan Program “Senator Peduli Ketahanan Pangan” di NTT, Jagung Jadi Simbol Swasembada Nasional</title>
		<link>https://patrolicia.com/14755/dpd-ri-canangkan-program-senator-peduli-ketahanan-pangan-di-ntt-jagung-jadi-simbol-swasembada-nasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2025 10:00:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[DPD RI Canangkan Program “Senator Peduli Ketahanan Pangan” di NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Jagung Jadi Simbol Swasembada Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://patrolicia.com/?p=14755</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="700" height="394" src="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG20250927130113.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG20250927130113.jpg 700w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG20250927130113-300x169.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /></div>PATROLICIA COM PROPINSI NTT.    Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) resmi mencanangkan program nasional “Senator Peduli Ketahanan Pangan” di Kelurahan Oenesu, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (27/9/2025). Acara ini ditandai dengan penanaman jagung secara simbolis oleh Wakil Ketua DPD RI, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, bersama Gubernur NTT [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="700" height="394" src="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG20250927130113.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG20250927130113.jpg 700w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG20250927130113-300x169.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /></div><p><strong>PATROLICIA COM PROPINSI NTT.    <span class="dropcap dropcap-square">D</span></strong>ewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) resmi mencanangkan program nasional <strong>“Senator Peduli Ketahanan Pangan”</strong> di Kelurahan Oenesu, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (27/9/2025).</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-14756" src="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250927-WA0090-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" srcset="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250927-WA0090-300x200.jpg 300w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250927-WA0090-450x300.jpg 450w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250927-WA0090.jpg 700w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Acara ini ditandai dengan penanaman jagung secara simbolis oleh Wakil Ketua DPD RI, <strong>Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas</strong>, bersama Gubernur NTT <strong>Emanuel Melkiades Laka Lena</strong>, Wakil Gubernur <strong>Johni Asadoma</strong>, Bupati Kupang <strong>Yosef Lede</strong>, serta tokoh masyarakat dan kelompok tani.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-14757" src="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250927-WA0070-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" srcset="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250927-WA0070-300x200.jpg 300w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250927-WA0070-450x300.jpg 450w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250927-WA0070.jpg 700w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Dalam sambutannya, GKR Hemas menegaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari komitmen senator dalam mendukung <strong>Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka</strong>, khususnya di bidang ekonomi kerakyatan dan ketahanan pangan. <em>“Fokus kita pada jagung sebagai komoditas unggulan daerah NTT. Kami hadir untuk memperkuat program pemerintah sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat di NTT sebagai daerah penghasil jagung,”</em> ujarnya.</p>
<p>Hemas menambahkan, kolaborasi antara pemerintah daerah, petani lokal, dan mitra strategis diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat kemandirian pangan. <em>“Kami adalah perpanjangan tangan masyarakat. Semua aspirasi rakyat akan kami sampaikan kepada pemerintah. Kepentingan rakyat harus berjalan dengan baik,”</em> tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyambut baik inisiatif DPD RI yang menjadikan NTT sebagai lokasi pencanangan program. Ia menilai penanaman jagung di Oenesu menjadi momentum kebangkitan swasembada pangan daerah. <em>“Ketahanan pangan sangat relevan saat ini. Penanaman jagung ini adalah simbol kebangkitan swasembada pangan di NTT,”</em> katanya.</p>
<p>Melki juga berpesan agar petani tidak hanya menjual hasil bumi dalam bentuk mentah. <em>“Kami berharap jagung tidak lagi dijual mentah. Harus diolah terlebih dahulu sebelum dipasarkan agar petani memperoleh keuntungan lebih besar,”</em> ujarnya.</p>
<p>Program “Senator Peduli Ketahanan Pangan” dirancang untuk memperkuat basis pangan nasional melalui pengembangan komoditas strategis. Jagung dipilih karena mudah dibudidayakan, bernilai ekonomi tinggi, sekaligus menjadi motor penggerak kesejahteraan petani di berbagai daerah, termasuk NTT.(Rjb)</p>
<hr />
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Senator dan Kementan Canangkan Penanaman Jagung di NTT, Dorong Swasembada Pangan Nasional</title>
		<link>https://patrolicia.com/14751/senator-dan-kementan-canangkan-penanaman-jagung-di-ntt-dorong-swasembada-pangan-nasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2025 05:15:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>
		<category><![CDATA[Dorong Swasembada Pangan Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Senator dan Kementan Canangkan Penanaman Jagung di NTT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://patrolicia.com/?p=14751</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="700" height="394" src="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG20250927122713.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG20250927122713.jpg 700w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG20250927122713-300x169.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /></div>PATROLICIA COM PROPINSI NTT Gerakan besar menuju swasembada pangan nasional kembali digaungkan. Pada Sabtu (27/9/2025), Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI bersama Kementerian Pertanian mencanangkan program “Senator Peduli Ketahanan Pangan” melalui penanaman jagung di Kelurahan Oenesu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Plt. Direktur Lahan, Pertanian, dan Irigasi Kementan, Hermanto, menegaskan bahwa NTT memiliki potensi besar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="700" height="394" src="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG20250927122713.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG20250927122713.jpg 700w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG20250927122713-300x169.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /></div><p><strong>PATROLICIA COM PROPINSI NTT</strong> <span class="dropcap dropcap-square"><strong>G</strong></span>erakan besar menuju swasembada pangan nasional kembali digaungkan. Pada Sabtu (27/9/2025), Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI bersama Kementerian Pertanian mencanangkan program “Senator Peduli Ketahanan Pangan” melalui penanaman jagung di Kelurahan Oenesu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-14753" src="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG20250927130113-300x169.jpg" alt="" width="300" height="169" srcset="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG20250927130113-300x169.jpg 300w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG20250927130113.jpg 700w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Plt. Direktur Lahan, Pertanian, dan Irigasi Kementan, Hermanto, menegaskan bahwa NTT memiliki potensi besar dalam mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan nasional. “NTT punya lahan luas dan subur untuk jagung. Produktivitas saat ini masih sekitar 2,5 ton per hektare, padahal potensinya bisa jauh lebih tinggi. Jika dikelola optimal, bukan hanya untuk kebutuhan lokal, tetapi juga bisa menjadi basis ekspor ke Timor Leste,” ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut Hermanto, pemerintah menargetkan penanaman jagung seluas 5.000 hektare di empat provinsi, dengan 500 hektare tersebar di 10 kabupaten di NTT. Kementan juga berkomitmen menyediakan benih unggul, pupuk bersubsidi, serta alat dan mesin pertanian. Selain itu, akan dilakukan perluasan sawah baru serta rehabilitasi jaringan irigasi untuk meningkatkan produktivitas lahan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wakil Ketua DPD RI, GKR Hemas, yang hadir langsung di Kupang, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen senator untuk memastikan ketahanan pangan menjadi prioritas nasional. “Kedaulatan pangan adalah pertahanan negara. Jagung dipilih karena bernilai strategis, mudah dibudidayakan, dan bernilai ekonomi tinggi sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menambahkan, DPD RI akan terus menjadi jembatan aspirasi daerah dengan pemerintah pusat. “Kami hadir bukan hanya untuk seremoni, tetapi untuk memastikan program berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dari daerah, kita bersatu untuk Indonesia maju,” tegas Hemas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Acara pencanangan di Kupang ini dihadiri pula Wakil Gubernur NTT, pimpinan DPRD NTT, tokoh adat, tokoh agama, serta ratusan petani dari berbagai kabupaten. Para petani menyambut optimisme bahwa jagung bisa menjadi motor penggerak ekonomi baru di NTT.( Rjb)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>CIRMA Ubah Wajah Pertanian Timor Barat: Dari Lahan Kering Jadi Motor Ekonomi Hijau</title>
		<link>https://patrolicia.com/14494/cirma-ubah-wajah-pertanian-timor-barat-dari-lahan-kering-jadi-motor-ekonomi-hijau/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Aug 2025 05:46:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[CIRMA Ubah Wajah Pertanian Timor Barat: Dari Lahan Kering Jadi Motor Ekonomi Hijau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://patrolicia.com/?p=14494</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="700" height="525" src="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250809-WA0064.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250809-WA0064.jpg 700w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250809-WA0064-300x225.jpg 300w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250809-WA0064-86x64.jpg 86w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /></div>PATROLICIA COM PROPINSI NTT.            Di tengah tantangan lahan kering dan cuaca tak menentu, Yayasan CIRMA menghadirkan terobosan untuk mengubah nasib petani kecil di 30 desa Timor Barat. Melalui pendampingan intensif, model 3A (Attitude, Access, Asset), dan metode live-in, CIRMA mendorong pertanian berkelanjutan yang tak hanya meningkatkan panen, tetapi juga membuka [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="700" height="525" src="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250809-WA0064.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250809-WA0064.jpg 700w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250809-WA0064-300x225.jpg 300w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250809-WA0064-86x64.jpg 86w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /></div><p><strong>PATROLICIA COM PROPINSI NTT.           </strong> <span class="dropcap dropcap-square"><strong>Di</strong></span> tengah tantangan lahan kering dan cuaca tak menentu, Yayasan CIRMA menghadirkan terobosan untuk mengubah nasib petani kecil di 30 desa Timor Barat. Melalui pendampingan intensif, model 3A (Attitude, Access, Asset), dan metode live-in, CIRMA mendorong pertanian berkelanjutan yang tak hanya meningkatkan panen, tetapi juga membuka jalan menuju ekonomi hijau.<span id="more-14494"></span></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-14497" src="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250809-WA0059-300x135.jpg" alt="" width="300" height="135" srcset="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250809-WA0059-300x135.jpg 300w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250809-WA0059.jpg 700w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Kondisi agro-ekosistem di wilayah ini selama bertahun-tahun menghadirkan masalah serius: minimnya irigasi, modal sulit diakses, serta pasar yang rapuh. Akibatnya, kerentanan pangan dan pendapatan rendah menjadi masalah kronis. CIRMA hadir bukan sekadar memberikan bantuan sesaat, melainkan mendampingi langsung petani — dari pemulihan tanah, pengelolaan air, hingga pemasaran hasil panen.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-14499" src="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250809-WA0057-300x135.jpg" alt="" width="300" height="135" srcset="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250809-WA0057-300x135.jpg 300w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250809-WA0057.jpg 700w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Hasilnya mulai terlihat. Bedengan organik, produksi eco-enzyme, dan irigasi sederhana meningkatkan kualitas serta kuantitas produksi. Petani juga didorong mengadopsi teknik pertanian regeneratif yang mengurangi emisi karbon dan membuat lahan lebih tahan kekeringan.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-14500" src="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250809-WA0037-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" srcset="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250809-WA0037-300x225.jpg 300w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250809-WA0037-86x64.jpg 86w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250809-WA0037.jpg 700w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Pendekatan live-in menjadi kunci. Pendamping tinggal di desa, bekerja bersama petani, dan membangun kepercayaan yang memudahkan transfer pengetahuan. Perubahan sikap pun mulai tampak: petani lebih terbuka pada inovasi, perempuan aktif dalam pengambilan keputusan, dan generasi muda melihat pertanian sebagai peluang usaha.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-14502" src="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250809-WA0053-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" srcset="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250809-WA0053-300x225.jpg 300w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250809-WA0053-86x64.jpg 86w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250809-WA0053.jpg 700w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Praktik ini sejalan dengan prinsip ekonomi hijau dan membuka peluang pembiayaan iklim seperti kredit hijau dan pembayaran jasa lingkungan. CIRMA bahkan membantu menyusun data dan narasi agar desa-desa dampingan bisa mengakses pendanaan adaptasi.</p>
<p>Ketahanan pangan menjadi fokus utama. Diversifikasi tanaman, penyimpanan pasca-panen, dan kebun rumah tangga membantu rumah tangga petani memiliki persediaan pangan sepanjang tahun. Sebagian hasil dijual, meningkatkan pendapatan dan memberi ruang untuk investasi di pendidikan dan kesehatan.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-14503" src="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250809-WA0052-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" srcset="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250809-WA0052-225x300.jpg 225w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250809-WA0052.jpg 700w" sizes="auto, (max-width: 225px) 100vw, 225px" /></p>
<p>Meski masih ada tantangan seperti keterbatasan pembiayaan dan akses pasar formal, CIRMA menegaskan komitmen untuk memperluas jangkauan program, membangun rantai nilai lokal, dan memperkuat advokasi kebijakan berbasis praktik lapangan.</p>
<p>Transformasi ini membuktikan bahwa intervensi berbasis komunitas dapat mengubah wajah pertanian di daerah kering menjadi motor ekonomi hijau yang inklusif. CIRMA mengajak semua pihak — pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat — mendukung pembiayaan, pasar, dan teknologi yang berpihak pada petani kecil.(Rjb)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Program Adaptasi Iklim dan Konservasi Satwa Liar Berbasis Tanaman Lokal Tahan Kemarau</title>
		<link>https://patrolicia.com/14382/program-adaptasi-iklim-dan-konservasi-satwa-liar-berbasis-tanaman-lokal-tahan-kemarau/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Jul 2025 06:33:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Program Adaptasi Iklim dan Konservasi Satwa Liar Berbasis Tanaman Lokal Tahan Kemarau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://patrolicia.com/?p=14382</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="700" height="858" src="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG_20250726_143333.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG_20250726_143333.jpg 700w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG_20250726_143333-245x300.jpg 245w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /></div>PATROLICIA COM PROPINSI NTT LABUAN BAJO  Sebanyak 2.600 pohon kedondong darat ditanam di kawasan Pulau Komodo sebagai bagian dari program adaptasi iklim sekaligus strategi pelestarian ekosistem satwa liar, termasuk Komodo. Penanaman ini digagas oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) bekerja sama dengan mitra konservasi dan masyarakat lokal. Tanaman kedondong dipilih [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="700" height="858" src="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG_20250726_143333.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG_20250726_143333.jpg 700w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG_20250726_143333-245x300.jpg 245w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /></div><p><strong>PATROLICIA COM PROPINSI NTT</strong> <span class="dropcap dropcap-square"><strong>L</strong></span>ABUAN BAJO  Sebanyak 2.600 pohon kedondong darat ditanam di kawasan Pulau Komodo sebagai bagian dari program adaptasi iklim sekaligus strategi pelestarian ekosistem satwa liar, termasuk Komodo. Penanaman ini digagas oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) bekerja sama dengan mitra konservasi dan masyarakat lokal.</p>
<p>Tanaman kedondong dipilih karena memiliki keunggulan sebagai tanaman tahan kering. Dengan karakteristik batang yang menyimpan air, kedondong sangat cocok ditanam pada musim kemarau dan mampu bertahan di lahan tandus khas wilayah Nusa Tenggara Timur.</p>
<p>“Kalau ditanam di musim hujan, batang kedondong justru mudah membusuk. Jadi kami tanam justru saat musim kemarau agar bisa langsung tumbuh kuat. Ini menjadi bagian dari mitigasi krisis iklim dan solusi nyata menghadapi kekeringan,” kata Kepala Bappeda Manggarai Barat, Tuames Ka, dalam keterangannya.</p>
<p>Sebanyak 2.600 pohon kedondong ini ditanam menggunakan sistem stek yang bibitnya didatangkan dari daratan Flores. Selain mendukung ketahanan pangan dan ekonomi rumah tangga desa di sekitar kawasan konservasi, kedondong juga berfungsi ekologis sebagai pakan bagi satwa liar.</p>
<p>“Kehadiran tanaman ini akan menarik satwa-satwa kecil yang menjadi bagian dari rantai makanan Komodo. Jadi secara tidak langsung kita sedang memperbaiki keseimbangan ekosistem yang sempat terganggu,” jelas Tuames.</p>
<p>Ia menambahkan, upaya ini bukan sekadar penghijauan, melainkan juga penguatan ekonomi lokal. Dengan penanaman kedondong, warga memiliki alternatif penghasilan dari hasil panen buah maupun produk turunan lainnya.</p>
<p>Lebih penting lagi, penanaman dilakukan dengan pendekatan konservasi ketat, yakni hanya di zona yang tidak mengganggu habitat utama Komodo dan satwa endemik lainnya.</p>
<p>“Ini adalah contoh nyata bahwa konservasi dan ekonomi bisa berjalan beriringan. Selama dilakukan dengan perencanaan dan tanggung jawab, masyarakat bisa dilibatkan tanpa merusak fungsi taman nasional,” tegasnya.</p>
<p>Inisiatif ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk komunitas pelestari lingkungan dan akademisi yang menilai pendekatan berbasis tanaman lokal lebih berkelanjutan dibanding model konservasi eksklusif(rjb)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Motor Air untuk Petani Tulu Sene: Harapan Baru Mengalir dari Tanah Tandus TTU</title>
		<link>https://patrolicia.com/14297/motor-air-untuk-petani-tulu-sene-harapan-baru-mengalir-dari-tanah-tandus-ttu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Jul 2025 14:34:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Motor Air untuk Petani Tulu Sene: Harapan Baru Mengalir dari Tanah Tandus TTU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://patrolicia.com/?p=14297</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="700" height="700" src="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250722-WA0052.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250722-WA0052.jpg 700w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250722-WA0052-300x300.jpg 300w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250722-WA0052-150x150.jpg 150w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250722-WA0052-100x100.jpg 100w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /></div>PATROLICIA COM PROPINSI NTT.            Di bawah matahari yang bersinar ramah di Desa Faenake, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), sebuah peristiwa sederhana namun penuh makna terjadi. Senin (21/7), Yayasan Centrum Inisiatif Rakyat Mandiri (CIRMA) NTT resmi menyerahkan bantuan mesin pompa air kepada Kelompok Tani Tulu Sene. Sebuah langkah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="700" height="700" src="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250722-WA0052.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250722-WA0052.jpg 700w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250722-WA0052-300x300.jpg 300w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250722-WA0052-150x150.jpg 150w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250722-WA0052-100x100.jpg 100w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /></div><p>PATROLICIA COM PROPINSI NTT.            <span class="dropcap dropcap-square"><strong>Di</strong></span> bawah matahari yang bersinar ramah di Desa Faenake, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), sebuah peristiwa sederhana namun penuh makna terjadi. Senin (21/7), <strong>Yayasan Centrum Inisiatif Rakyat Mandiri (CIRMA) NTT</strong> resmi menyerahkan bantuan <strong>mesin pompa air</strong> kepada <strong>Kelompok Tani Tulu Sene</strong>. Sebuah langkah kecil, namun berdampak besar bagi ketahanan pangan lokal dan masa depan pertanian desa.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-14304" src="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250722-WA0052-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" srcset="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250722-WA0052-300x300.jpg 300w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250722-WA0052-150x150.jpg 150w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250722-WA0052-100x100.jpg 100w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250722-WA0052.jpg 700w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Bertempat langsung di lahan hortikultura milik kelompok, penyerahan bantuan tersebut disambut dengan ritual adat dan dihadiri oleh kepala desa, tokoh masyarakat, serta puluhan petani dan penyuluh pertanian. Diiringi suara gemuruh mesin yang baru dihidupkan untuk uji coba, suasana penuh haru pun menyelimuti lokasi.</p>
<blockquote><p>“<em>Ini adalah bentuk nyata dukungan kami terhadap ketahanan pangan dan penguatan ekonomi petani kecil,” ujar <strong>Melki Sonbai</strong>, staf CIRMA NTT yang mewakili Direktur CIRMA dalam acara tersebut.</em></p></blockquote>
<p>Melki berharap, dengan kehadiran mesin pompa air ini, para petani bisa kembali menghidupkan lahan-lahan hortikultura yang selama ini kekeringan akibat minimnya sarana irigasi.</p>
<h5>Doa yang Dijawab dengan Air</h5>
<p>Ketua Kelompok Tani Tulu Sene, <strong>Agustinus Suni</strong>, tak kuasa menyembunyikan rasa haru. Dengan suara bergetar, ia menyebut bantuan ini sebagai jawaban atas doa panjang mereka.</p>
<blockquote><p>“<em>Ini bukan sekadar mesin, tapi harapan. Kami akan kelola dengan baik demi masa depan anak cucu kami,” tuturnya, disambut tepuk tangan dan senyuman hangat dari sesama petani.</em></p></blockquote>
<p>Penyerahan motor air ini juga menjadi momen penting bagi kebangkitan pertanian lokal di TTU, sebuah wilayah yang selama ini menghadapi tantangan serius akibat kekeringan musiman dan minimnya infrastruktur irigasi.</p>
<h5>Kehidupan Baru di Ladang Kering</h5>
<p>Usai acara simbolis, motor air segera diarak menuju sumber air terdekat. Sorak-sorai anak-anak yang berlarian di sekitar lahan menambah semarak suasana. Bagi warga Desa Faenake, mesin ini lebih dari sekadar alat bantu—ia adalah lambang dari kehidupan baru yang mulai mengalir di antara tanah-tanah kering.</p>
<p>Program ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang CIRMA NTT dalam mendampingi kelompok tani dan membangun ketahanan pangan berbasis komunitas di wilayah perdesaan NTT.</p>
<p>Dengan harapan dan semangat yang kembali menyala, para petani Tulu Sene bersiap menyongsong musim tanam dengan optimisme baru—dan dengan air yang kini mengalir lebih pasti.(Rjb)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wagub Johni Asadoma Desak Optimalisasi Lahan Hortikultura di TTS: “Tanam Apa Saja yang Bernilai Jual!”</title>
		<link>https://patrolicia.com/14276/wagub-johni-asadoma-desak-optimalisasi-lahan-hortikultura-di-tts-tanam-apa-saja-yang-bernilai-jual/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Jul 2025 05:05:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Wagub Johni Asadoma Desak Optimalisasi Lahan Hortikultura di TTS: “Tanam Apa Saja yang Bernilai Jual!”]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://patrolicia.com/?p=14276</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="700" height="525" src="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250719-WA0031.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250719-WA0031.jpg 700w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250719-WA0031-300x225.jpg 300w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250719-WA0031-86x64.jpg 86w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /></div>PATROLICIA COM PROPINSI NTT Dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma meninjau langsung Balai Benih Hortikultura (BBH) Oelbubuk, Kecamatan Mollo Tengah, Jumat (18/7/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan dan pengembangan balai sebagai pusat benih hortikultura unggulan di wilayah selatan NTT. Wagub Johni yang hadir bersama Staf Ahli [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="700" height="525" src="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250719-WA0031.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250719-WA0031.jpg 700w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250719-WA0031-300x225.jpg 300w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250719-WA0031-86x64.jpg 86w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /></div><p><strong>PATROLICIA COM PROPINSI NTT <span class="dropcap dropcap-square">D</span></strong>alam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), <strong>Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma</strong> meninjau langsung <strong>Balai Benih Hortikultura (BBH) Oelbubuk</strong>, Kecamatan Mollo Tengah, Jumat (18/7/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan dan pengembangan balai sebagai pusat benih hortikultura unggulan di wilayah selatan NTT.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-14278" src="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250719-WA0034-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" srcset="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250719-WA0034-300x225.jpg 300w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250719-WA0034-86x64.jpg 86w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250719-WA0034.jpg 700w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Wagub Johni yang hadir bersama <strong>Staf Ahli Gubernur Ady Mandala</strong>, <strong>Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT Joaz Bily Oemboe Wanda</strong>, serta <strong>Karo Pemerintahan Setda NTT Doris Rihi</strong>, diterima langsung oleh <strong>Kepala UPT BBH Oelbubuk Semuel Franklin Kefi</strong>.</p>
<p>Usai meninjau area balai seluas 3,5 hektare, Johni menekankan pentingnya pemanfaatan maksimal seluruh lahan yang tersedia. Ia menyebut, meskipun Jeruk Keprok Soe telah menjadi komoditas unggulan, jenis tanaman hortikultura lainnya harus dikembangkan.</p>
<blockquote><p>“<strong>Tanam juga Salak, Kelengkeng, Wortel, Rambutan, Durian, Apel, Alpukat — lahan ini jangan sampai dibiarkan kosong. Apa saja yang punya nilai jual, tanam saja,</strong>” tegasnya.</p></blockquote>
<p>Ia juga mendorong <strong>hilirisasi hasil pertanian hortikultura</strong>, agar tidak hanya berhenti pada produksi, melainkan bisa menciptakan nilai tambah.</p>
<blockquote><p>“<strong>Kita harus tingkatkan kreativitas. Jangan hanya panen, tapi pikirkan pengolahan dan pemasaran. Bangun komunikasi lintas sektor, manfaatkan digitalisasi, dan kemas produk dengan baik. Itu akan dorong ekonomi lokal tumbuh,</strong>” ujarnya.</p></blockquote>
<p>Balai Benih Hortikultura Oelbubuk berperan penting dalam <strong>sertifikasi dan pengawasan benih</strong> hortikultura di wilayah NTT, yang mencakup buah, sayur, dan tanaman hias. Kehadiran balai ini menjadi fondasi penting dalam mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi berbasis pertanian.</p>
<p>Pemerintah Provinsi NTT berharap kunjungan ini menjadi pemicu semangat bagi seluruh jajaran UPT dan petani lokal untuk <strong>berinovasi dan berkolaborasi</strong> dalam mengembangkan sektor hortikultura yang berkelanjutan dan berorientasi pasar.(Rjb)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
