<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bank NTT Tahan Kenaikan Margin Kredit &#8211; Patroli C.I.A</title>
	<atom:link href="https://patrolicia.com/tag/bank-ntt-tahan-kenaikan-margin-kredit/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://patrolicia.com</link>
	<description>Cerdas, Independen &#38; Aktual</description>
	<lastBuildDate>Sun, 24 May 2026 23:07:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>
	<item>
		<title>Bank NTT Tahan Kenaikan Margin Kredit, Charlie Paulus: “Rakyat Lagi Susah, Kami Harus Ikut Menolong”</title>
		<link>https://patrolicia.com/15718/bank-ntt-tahan-kenaikan-margin-kredit-charlie-paulus-rakyat-lagi-susah-kami-harus-ikut-menolong/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 May 2026 23:07:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Bank NTT Tahan Kenaikan Margin Kredit]]></category>
		<category><![CDATA[Charlie Paulus: “Rakyat Lagi Susah]]></category>
		<category><![CDATA[Kami Harus Ikut Menolong”]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://patrolicia.com/?p=15718</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="700" height="875" src="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG_20260524_223536.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG_20260524_223536.jpg 700w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG_20260524_223536-240x300.jpg 240w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></div>PATROLI CIA COM PROVINSI NTT Direktur Utama Bank NTT Charlie Paulus menegaskan pihaknya memilih menahan kenaikan margin kredit di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat. Menurut dia, perbankan daerah harus hadir membantu pelaku usaha kecil agar tetap bertahan. &#160; “Kita juga harus menolong masyarakat yang sedang susah. Kalau keuntungan bank sedikit berkurang tidak apa-apa, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="700" height="875" src="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG_20260524_223536.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG_20260524_223536.jpg 700w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG_20260524_223536-240x300.jpg 240w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></div><p><strong>PATROLI CIA COM PROVINSI NTT</strong> <span class="dropcap dropcap-square"><strong>D</strong></span>irektur Utama Bank NTT Charlie Paulus menegaskan pihaknya memilih menahan kenaikan margin kredit di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat. Menurut dia, perbankan daerah harus hadir membantu pelaku usaha kecil agar tetap bertahan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kita juga harus menolong masyarakat yang sedang susah. Kalau keuntungan bank sedikit berkurang tidak apa-apa, yang penting masyarakat jangan semakin terbebani,” ujar Charlie dalam wawancara dengan media.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-15721" src="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG20260524210754-169x300.jpg" alt="" width="169" height="300" srcset="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG20260524210754-169x300.jpg 169w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG20260524210754-576x1024.jpg 576w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG20260524210754.jpg 700w" sizes="(max-width: 169px) 100vw, 169px" /></p>
<p>Charlie mengatakan hingga saat ini Bank NTT belum melihat dampak signifikan terhadap kinerja bisnis. Bahkan, bank milik pemerintah daerah itu tetap membagikan dividen sekitar Rp151 miliar kepada para pemegang saham sesuai porsi kepemilikan saham masing-masing.</p>
<p>Meski realisasi laba sempat berada di bawah target, Bank NTT masih memiliki cadangan modal yang kuat. “Cadangan modal kita masih sekitar Rp449 miliar, sehingga sebagian bisa dipakai untuk menopang kondisi saat ini,” katanya.</p>
<p>Selain itu, Bank NTT juga bersiap kembali menjalankan program kredit yang sempat dihentikan sejak 2019. Saat ini proses integrasi sistem dengan Kementerian Keuangan disebut hampir rampung dan ditargetkan mulai berjalan akhir bulan ini.</p>
<p>“Kita mulai lagi dari Bali, semua sistem sudah disiapkan. Tinggal koneksi dengan Kementerian Keuangan saja,” ujarnya.<br />
Charlie mengakui pengalaman buruk kredit macet di masa lalu menjadi pelajaran penting bagi Bank NTT. Karena itu, pihaknya kini memperketat sistem pengawasan dan seleksi pembiayaan agar kredit benar-benar diberikan kepada usaha produktif.</p>
<p>“Kami tidak mau mengulang pengalaman pahit. Dulu sempat dihentikan karena kredit macet terlalu banyak. Sekarang sistemnya diperbaiki lebih ketat,” tegasnya.</p>
<p>Ia menjelaskan fokus pembiayaan diarahkan pada sektor produktif seperti pertanian, peternakan, dan usaha kecil masyarakat. Program kredit mikro hingga Rp100 juta tetap dibuka bagi pelaku usaha yang dinilai layak dan memiliki usaha nyata.</p>
<p>“Yang penting usahanya benar-benar produktif. Kredit tidak boleh dipakai untuk konsumsi,” kata Charlie.<br />
Menurut dia, sektor pangan dan usaha berbasis kebutuhan masyarakat memiliki peluang besar untuk berkembang, termasuk peternakan, produksi telur, hingga pertanian yang mendukung ketahanan pangan daerah.</p>
<p>Di sisi lain, Charlie juga menyoroti maraknya pinjaman online yang dinilai membuat masyarakat terjebak persoalan keuangan karena kurang memahami risiko utang digital.</p>
<p>“Kadang masyarakat tidak hati-hati, pikir tinggal klik langsung dapat pinjaman. Akhirnya bermasalah,” ujarnya.(Rjb)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
