<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Di Tengah Gejolak Dunia &#8211; Patroli C.I.A</title>
	<atom:link href="https://patrolicia.com/tag/di-tengah-gejolak-dunia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://patrolicia.com</link>
	<description>Cerdas, Independen &#38; Aktual</description>
	<lastBuildDate>Sat, 06 Jun 2026 15:19:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>
	<item>
		<title>Di Tengah Gejolak Dunia, Kredit Tembus Rp8.755 Triliun</title>
		<link>https://patrolicia.com/15807/di-tengah-gejolak-dunia-kredit-tembus-rp8-755-triliun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2026 15:19:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Di Tengah Gejolak Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Kredit Tembus Rp8.755 Triliun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://patrolicia.com/?p=15807</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="700" height="394" src="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260606-WA0096.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260606-WA0096.jpg 700w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260606-WA0096-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></div>PATROLI CIA COM PROVINSI NTT Ketidakpastian ekonomi global kembali menguat akibat konflik geopolitik di Timur Tengah, tingginya harga energi, dan kebijakan suku bunga tinggi yang masih dipertahankan negara-negara maju. Tekanan tersebut mulai mengguncang pasar keuangan dunia, termasuk Indonesia. Namun, di tengah situasi yang tidak menentu itu, sektor jasa keuangan nasional dinilai masih mampu bertahan dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="700" height="394" src="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260606-WA0096.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260606-WA0096.jpg 700w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260606-WA0096-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></div><p><strong>PATROLI CIA COM PROVINSI NTT</strong> <span class="dropcap dropcap-square"><strong>K</strong></span>etidakpastian ekonomi global kembali menguat akibat konflik geopolitik di Timur Tengah, tingginya harga energi, dan kebijakan suku bunga tinggi yang masih dipertahankan negara-negara maju. Tekanan tersebut mulai mengguncang pasar keuangan dunia, termasuk Indonesia. Namun, di tengah situasi yang tidak menentu itu, sektor jasa keuangan nasional dinilai masih mampu bertahan dengan fondasi yang kuat.</p>
<p>Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan Mei 2026 menyatakan stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga meski tekanan eksternal semakin besar. Kinerja perbankan, asuransi, dana pensiun, hingga industri keuangan digital masih menunjukkan pertumbuhan positif dengan tingkat likuiditas dan permodalan yang memadai.</p>
<p>&#8220;Intermediasi keuangan tetap tumbuh positif dengan tingkat solvabilitas dan likuiditas yang terjaga,&#8221; demikian keterangan OJK dalam siaran pers yang dirilis Jumat (5/6/2026).</p>
<p>Meski demikian, gejolak global mulai tercermin di pasar modal domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir Mei 2026 ditutup di level 6.127,38 atau turun 11,92 persen dibanding bulan sebelumnya. Sejak awal tahun, indeks acuan tersebut telah terkoreksi hingga 29,14 persen.</p>
<p>Aksi jual investor asing masih berlanjut. Sepanjang Mei, investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp4,1 triliun di pasar saham dan Rp3,7 triliun di pasar Surat Berharga Negara (SBN). Kondisi ini mencerminkan tingginya kehati-hatian pelaku pasar terhadap arah kebijakan moneter global yang masih penuh ketidakpastian.</p>
<p>Namun, tekanan di pasar modal belum menggoyahkan sektor perbankan. Hingga April 2026, kredit perbankan tumbuh 9,98 persen secara tahunan menjadi Rp8.755 triliun. Kredit investasi menjadi motor utama dengan pertumbuhan mencapai 19,48 persen, mengindikasikan aktivitas ekspansi usaha masih berlangsung.</p>
<p>Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 11,39 persen menjadi Rp10.077 triliun. Kualitas kredit juga tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) bruto sebesar 2,17 persen. Sementara itu, rasio kecukupan modal (CAR) berada di level 23,97 persen, jauh di atas ketentuan minimum regulator.</p>
<p>Fenomena yang menarik perhatian adalah lonjakan penggunaan layanan Buy Now Pay Later (BNPL). Kredit BNPL perbankan tumbuh 37,29 persen menjadi Rp29,3 triliun dengan jumlah rekening mencapai 31,76 juta. Di sektor perusahaan pembiayaan, pertumbuhan BNPL bahkan lebih tinggi, mencapai 56,92 persen menjadi Rp12,93 triliun.</p>
<p>Perkembangan ini menunjukkan perubahan perilaku konsumsi masyarakat yang semakin mengandalkan fasilitas pembiayaan digital. Di satu sisi, tren tersebut memperluas akses keuangan. Namun di sisi lain, pertumbuhan yang terlalu cepat berpotensi meningkatkan risiko kredit konsumtif apabila tidak diimbangi dengan pengelolaan risiko yang ketat.</p>
<p>Sektor asuransi dan dana pensiun juga masih menunjukkan kinerja positif. Total aset industri asuransi mencapai Rp1.202 triliun atau tumbuh 3,39 persen secara tahunan. Adapun aset industri dana pensiun meningkat 6,12 persen menjadi Rp1.690 triliun.</p>
<p>Sementara itu, industri keuangan digital terus berkembang pesat. Jumlah investor pasar modal mencapai 27,75 juta orang atau naik 36,27 persen dibandingkan akhir tahun lalu. Pada sektor aset digital, jumlah akun konsumen kripto meningkat menjadi 21,7 juta dengan nilai transaksi mencapai Rp22,98 triliun pada April 2026.</p>
<p>Di tengah pertumbuhan tersebut, OJK memperketat pengawasan terhadap berbagai aktivitas ilegal di sektor keuangan. Hingga Mei 2026, regulator menerima lebih dari 17.000 pengaduan terkait pinjaman online ilegal, investasi ilegal, dan gadai ilegal.</p>
<p>Perang melawan perjudian daring juga terus diperkuat. OJK telah meminta perbankan melakukan pemblokiran dan pemeriksaan terhadap 33.836 rekening yang terindikasi terkait aktivitas judi online.</p>
<p>Selain itu, Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) yang dibentuk bersama Satgas PASTI mencatat telah menerima 579.459 laporan penipuan keuangan sejak November 2024. Dari jumlah tersebut, lebih dari 515 ribu rekening berhasil diblokir dengan total dana korban yang diamankan mencapai Rp638,9 miliar. Sebanyak Rp196,93 miliar di antaranya telah berhasil dikembalikan kepada masyarakat.</p>
<p>OJK menegaskan bahwa tantangan global masih akan membayangi perekonomian dalam beberapa bulan ke depan. Karena itu, penguatan pengawasan industri keuangan, perlindungan konsumen, pengembangan pasar keuangan domestik, serta peningkatan literasi keuangan akan terus menjadi fokus utama regulator.</p>
<p>Data hingga Mei 2026 menunjukkan sektor jasa keuangan Indonesia masih memiliki bantalan yang cukup kuat menghadapi gejolak global. Namun, tekanan terhadap pasar modal, meningkatnya risiko eksternal, dan laju pertumbuhan pembiayaan digital yang sangat cepat menjadi alarm yang perlu terus diwaspadai agar stabilitas sistem keuangan tetap terjaga.(Rjb)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
