<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>&#8220;Ekonomi NTT Tumbuh 5 &#8211; Patroli C.I.A</title>
	<atom:link href="https://patrolicia.com/tag/ekonomi-ntt-tumbuh-5/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://patrolicia.com</link>
	<description>Cerdas, Independen &#38; Aktual</description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 Mar 2026 09:58:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>
	<item>
		<title>Ekonomi NTT Tumbuh 5,14 Persen, Sinergi BI–Pemda–OJK Kian Diperkuat</title>
		<link>https://patrolicia.com/15269/ekonomi-ntt-tumbuh-514-persen-sinergi-bi-pemda-ojk-kian-diperkuat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2026 09:58:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA["Ekonomi NTT Tumbuh 5]]></category>
		<category><![CDATA[14 Persen]]></category>
		<category><![CDATA[Sinergi BI–Pemda–OJK Kian Diperkuat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://patrolicia.com/?p=15269</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="700" height="467" src="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260303-WA0056.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260303-WA0056.jpg 700w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260303-WA0056-300x200.jpg 300w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260303-WA0056-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></div>PATROLICIA COM PROPINSI NTT Ekonomi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 2025 tumbuh 5,14 persen (ctc), meningkat signifikan dibandingkan 3,87 persen pada 2024. Kinerja tersebut menjadi yang tertinggi pascapandemi Covid-19 dan melampaui pertumbuhan nasional maupun regional Bali-Nusra. Capaian itu disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, dalam kegiatan “Sasando Dia” (Sante-Sante Duduk Ba Omong [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="700" height="467" src="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260303-WA0056.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260303-WA0056.jpg 700w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260303-WA0056-300x200.jpg 300w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260303-WA0056-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></div><p><strong>PATROLICIA COM PROPINSI NTT</strong> <span class="dropcap dropcap-square"><strong>E</strong></span>konomi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 2025 tumbuh 5,14 persen (ctc), meningkat signifikan dibandingkan 3,87 persen pada 2024. Kinerja tersebut menjadi yang tertinggi pascapandemi Covid-19 dan melampaui pertumbuhan nasional maupun regional Bali-Nusra.<br />
Capaian itu disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, dalam kegiatan “Sasando Dia” (Sante-Sante Duduk Ba Omong dengan Media) yang digelar Kantor Perwakilan BI NTT, Senin (2/3/2026), di Kupang.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-15271" src="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260303-WA0058-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" srcset="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260303-WA0058-300x200.jpg 300w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260303-WA0058-450x300.jpg 450w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260303-WA0058.jpg 700w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><br />
Menurut Adidoyo, stabilitas harga di NTT juga tetap terjaga dengan inflasi sebesar 2,39 persen, masih berada dalam kisaran sasaran nasional. “Kami berkomitmen menjaga stabilitas nilai rupiah dan mengendalikan inflasi melalui penguatan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), memperluas digitalisasi sistem pembayaran, serta mendorong pengembangan UMKM dan ekonomi inklusif,” ujarnya.<br />
Untuk 2026, ekonomi NTT diproyeksikan tetap kuat, ditopang konsumsi rumah tangga, investasi, serta penguatan sektor pertanian dan perdagangan.<br />
Dari sisi kebijakan daerah, Pemerintah Provinsi NTT menitikberatkan pembangunan 2026 pada penguatan ekonomi berbasis potensi lokal. Kepala Biro Ekonomi dan Administrasi Pembangunan Setda NTT, Selfi H. Nange, menyebut implementasi program One Village One Product (OVOP) dan penguatan NTT Mart sebagai platform perdagangan dan jaringan ritel daerah diarahkan untuk memperluas akses pasar serta memperpendek rantai distribusi produk unggulan masyarakat.<br />
Program Desa Cinta Statistik (Desacita) juga didorong sebagai instrumen percepatan intervensi pembangunan di tingkat desa. Selain itu, integrasi ekonomi lintas regional NTT–NTB–Bali terus diperkuat melalui kerja sama di bidang konektivitas, pariwisata, perdagangan, dan energi terbarukan.<br />
Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT, Yan Jimmy Hendrik Simarmata, menegaskan stabilitas industri perbankan sepanjang 2025 tetap terjaga. Hal itu tercermin dari pertumbuhan aset, kredit, dan dana pihak ketiga (DPK). OJK juga memperkuat fungsi pengaturan dan pengawasan guna menjaga stabilitas sistem keuangan daerah, termasuk mendorong inklusi keuangan melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dan meningkatkan literasi masyarakat.<br />
Di sisi fiskal, Kepala Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) NTT, Adi Setiawan, memaparkan realisasi belanja daerah hingga Desember 2025 mencapai Rp19,49 triliun atau 63,69 persen dari pagu. Belanja operasional tercatat Rp14,91 triliun atau 66,60 persen dari alokasi. Kontribusi belanja pemerintah terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) NTT bahkan melampaui 21 persen, menunjukkan peran signifikan kebijakan fiskal sebagai penggerak ekonomi, terutama pada awal tahun anggaran.<br />
Melalui forum Sasando Dia, sinergi kebijakan moneter, fiskal, sektor jasa keuangan, dan pemerintah daerah diharapkan semakin solid guna menjaga stabilitas, mendorong pertumbuhan berkualitas, serta membangun optimisme ekonomi NTT yang inklusif dan berkelanjutan. Kolaborasi dengan media pun dinilai penting untuk memastikan komunikasi kebijakan yang transparan, akurat, dan konstruktif bagi masyarakat luas.(Rjb)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8220;Ekonomi NTT Tumbuh 5,44% di Triwulan II 2025, Pertanian dan Perdagangan Jadi Motor Utama&#8221;</title>
		<link>https://patrolicia.com/14623/ekonomi-ntt-tumbuh-544-di-triwulan-ii-2025-pertanian-dan-perdagangan-jadi-motor-utama/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2025 12:24:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA["Ekonomi NTT Tumbuh 5]]></category>
		<category><![CDATA[44% di Triwulan II 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian dan Perdagangan Jadi Motor Utama"]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://patrolicia.com/?p=14623</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="700" height="525" src="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250827-WA0039-1.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250827-WA0039-1.jpg 700w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250827-WA0039-1-300x225.jpg 300w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250827-WA0039-1-86x64.jpg 86w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /></div>PATROLICIA COM PROPINSI NTT Perekonomian Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 5,44% year on year (yoy) pada Triwulan II 2025, sebuah capaian tertinggi sejak 2019. Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT, Agus Susttyo Widjajanti, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan bukti nyata hasil kerja keras, kolaborasi, dan optimisme seluruh pihak dalam mendorong pemulihan ekonomi daerah. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="700" height="525" src="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250827-WA0039-1.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250827-WA0039-1.jpg 700w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250827-WA0039-1-300x225.jpg 300w, https://patrolicia.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250827-WA0039-1-86x64.jpg 86w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /></div><p><strong>PATROLICIA COM PROPINSI NTT</strong> <span class="dropcap dropcap-square"><strong>P</strong></span>erekonomian Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 5,44% year on year (yoy) pada Triwulan II 2025, sebuah capaian tertinggi sejak 2019. Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT, Agus Susttyo Widjajanti, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan bukti nyata hasil kerja keras, kolaborasi, dan optimisme seluruh pihak dalam mendorong pemulihan ekonomi daerah.</p>
<p>“Angka 5,44% bukanlah pencapaian kecil. Ini adalah pertumbuhan tertinggi yang terakhir kali kita capai pada tahun 2019. Artinya, pemulihan ekonomi NTT mulai terlihat nyata, dan optimisme ini harus kita jaga,” ujar Agus dalam sambutannya, Selasa (27/8).</p>
<p>&#8212;</p>
<p>Pertanian dan Perdagangan Jadi Penopang Utama</p>
<p>Pertumbuhan ekonomi NTT terutama didorong oleh sektor pertanian dan perdagangan, dua sektor yang menjadi motor utama penggerak perekonomian daerah.</p>
<p>Sektor pertanian tumbuh signifikan seiring meningkatnya produksi komoditas unggulan seperti padi, jagung, dan sapi.</p>
<p>Sektor perdagangan melonjak 12% yoy, mencerminkan meningkatnya aktivitas jual-beli masyarakat dan suplai bahan pangan antarwilayah.</p>
<p>Tak hanya itu, kinerja ekspor NTT juga mencatat lonjakan luar biasa, mencapai 39,9% yoy, terutama didorong oleh produk pertanian dan peternakan. Agus menjelaskan bahwa kenaikan ekspor ini memberikan kontribusi besar terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tantangan Produktivitas dan Peran Swasta</p>
<p>Meski pertumbuhan ekonomi menunjukkan tren positif, Agus menyoroti masih rendahnya produktivitas tenaga kerja, terutama pada sektor industri pengolahan. Sebagian besar produk NTT masih dijual dalam bentuk bahan mentah, belum melalui proses hilirisasi.</p>
<p>“Kalau kita bicara pisang, misalnya, produk olahan paling jauh hanya sebatas pisang goreng atau pisang bakar. Ke depan, kita harus dorong industri pengolahan supaya nilai tambahnya meningkat,” jelas Agus.</p>
<p>Untuk mengatasi tantangan tersebut, Bank Indonesia mendorong peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan mengajak sektor swasta lebih aktif berperan. Melalui program NTT YES, BI bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) memberikan pelatihan kewirausahaan kepada generasi muda dan pendampingan petani agar lebih produktif serta mampu mengolah lahan secara optimal.</p>
<p>&#8212;</p>
<p>Akses Pasar dan Pemberdayaan Ekonomi Jemaat</p>
<p>Bank Indonesia juga menggandeng berbagai pihak untuk memastikan hasil produksi petani dapat terserap pasar. Salah satu langkah strategis adalah membuka akses ke pasar luar NTT, termasuk kerja sama perdagangan dengan Provinsi Jawa Timur dan pengusaha produk olahan.</p>
<p>Selain itu, BI menginisiasi program Gereja Kenikmat, yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi jemaat. Program ini memanfaatkan potensi 2,2 juta anggota jemaat sebagai pasar potensial untuk produk lokal, sekaligus mengurangi ketergantungan pada jaringan ritel besar seperti Indomaret dan Alfamart.</p>
<p>“Kita ingin memberdayakan masyarakat dan membuka akses pasar seluas-luasnya. Dengan pasar yang jelas, petani tidak lagi bingung kemana harus menjual hasil panennya,” tegas Agus.</p>
<p>&#8212;</p>
<p>Menatap Masa Depan Ekonomi NTT</p>
<p>Agus menegaskan, tren pertumbuhan positif ini harus dijaga melalui kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat. Tantangan utama ke depan adalah meningkatkan produktivitas, hilirisasi produk, dan memperkuat daya saing ekspor.</p>
<p>“Momentum pertumbuhan ini harus kita manfaatkan untuk memperkuat fondasi ekonomi NTT. Dengan dukungan semua pihak, kita optimistis NTT bisa menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia,” pungkasnya.(Rjb)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
