<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Opini &#8211; Patroli C.I.A</title>
	<atom:link href="https://patrolicia.com/tag/opini/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://patrolicia.com</link>
	<description>Cerdas, Independen &#38; Aktual</description>
	<lastBuildDate>Tue, 04 Feb 2020 03:38:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>
	<item>
		<title>PERTANDINGAN SUDAH USAI</title>
		<link>https://patrolicia.com/212/pertandingan-sudah-usai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Oct 2019 14:57:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://patrolicia.com/?p=212</guid>

					<description><![CDATA[&#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#8220;Sebuah catatan Refleksi&#8221;PatroliCIA.site, Saatnya menjaga keteduhan, kedamaian dan persaudaraan. Saatnya melupakan benturan dan meredakan permusuhan. Dalam suatu pertandingan terjadi benturan, saling jegal, saling tendang bahkan saling mencederai di lapangan adalah hal yang biasa dan wajar. Tapi ketika pertandingan usai semua harus berjabat tangan dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div dir="ltr" style="text-align: left;"></p>
<div style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://1.bp.blogspot.com/-imAoIfLzQJw/XbhTPiEA2cI/AAAAAAAAVlE/9hd0ItVioFk7SVbr4dLHyJ5NswGpkJTAQCLcBGAsYHQ/s1600/IMG-20191029-WA0203.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img fetchpriority="high" decoding="async" border="0" data-original-height="874" data-original-width="720" height="320" src="https://1.bp.blogspot.com/-imAoIfLzQJw/XbhTPiEA2cI/AAAAAAAAVlE/9hd0ItVioFk7SVbr4dLHyJ5NswGpkJTAQCLcBGAsYHQ/s320/IMG-20191029-WA0203.jpg" width="263" /></a></div>
<p>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &#8220;<i>Sebuah catatan Refleksi&#8221;</i><br /><b>PatroliCIA.site, </b>Saatnya menjaga keteduhan, kedamaian dan persaudaraan. Saatnya melupakan benturan dan meredakan permusuhan.</p>
<p>Dalam suatu pertandingan terjadi benturan, saling jegal, saling tendang bahkan saling mencederai di lapangan adalah hal yang biasa dan wajar.</p>
<p>Tapi ketika pertandingan usai semua harus berjabat tangan dan berpelukan. Bersama meninggalkan lapangan. Kemudian membiarkan para juri, wasit dan pelaksana pertandingan memberikan penilaian. Tanpa harus diganggu dan ditekan apalagi dicurigai.</p>
<p>Siapa saja yg ingin meneruskan pertandingan di luar lapangan saat pertandingan usai, jelas mereka adalah pecundang.</p>
<p>Siapa saja yg mencaci, menista dan tidak percaya wasit dan pelaksana pertandingan, padahal dia mengikuti pertandingan tersebut hampir dipastikan mereka adalah licik.</p>
<p>Siapa saja yang berani mengambil keputusan sendiri mendahului keputusan wasit maka sesungguhnya dialah pengkhianat&#8230;.!!!</p>
<p>Kecewa dalam pertandingan wajar, curiga pada wasit boleh, menjaga para supporter agar tetap semangat sampai pertandingan usai adalah perbuatan mulia.</p>
<p>Tapi bikin gaduh dengan mengorbankan persaudaraan dan keutuhan sesama anak bangsa demi kemenangan adalah suatu sikap nista.</p>
<p>Dalam konteks kebangsaan sikap seperti itu sama dengan mempersilahkan diri ditunggangi kelompok anti demokrasi menjalankan agendanya di negeri ini.</p>
<p>Dan ini berarti membuka pintu bagi kelompok anti Pancasila dan NKRI untuk menghancurkan negeri ini melalui kegaduhan yang mereka ciptakan&nbsp; secara terus-menerus.</p>
<p>Hanya orang-orang nista dan pengkhianat bangsa yang tega melakukan tindakan seperti ini.</p>
<p>NKRI CINTA DAMAI<br />NKRI HARGA MATI<br />KITA BERSAMA JOKOWI &#8211; AMIN</p>
<p>Bay Dewa Aruna</p>
<p><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f1ee-1f1e9.png" alt="🇮🇩" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f1ee-1f1e9.png" alt="🇮🇩" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f1ee-1f1e9.png" alt="🇮🇩" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f1ee-1f1e9.png" alt="🇮🇩" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f64f-1f3fb.png" alt="🙏🏻" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/270d.png" alt="✍" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f64f-1f3fb.png" alt="🙏🏻" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f1ee-1f1e9.png" alt="🇮🇩" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f1ee-1f1e9.png" alt="🇮🇩" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f1ee-1f1e9.png" alt="🇮🇩" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f1ee-1f1e9.png" alt="🇮🇩" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p></div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perempuan Lebih Sering Bohong Ketimbang Pria, Menurut Penelitian</title>
		<link>https://patrolicia.com/276/perempuan-lebih-sering-bohong-ketimbang-pria-menurut-penelitian/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Jun 2019 10:13:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Fakta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://patrolicia.com/?p=276</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Febi Anindya Kirana PATROLI C.I.A.SITE, Jakarta&#8211;, Jika perempuan berpikir bahwa pria lebih sering bohong daripada perempuan, anggapan itu salah besar. Karena ternyata perihal bohong, perempuan lebih ahli dan lebih sering melakukannya. Sebuah poling mengambil kesimpulan hasil bahwa perempuan ternyata dua kali lipat lebih sering bohong dibandingkan pria. Survei yang dilakukan oleh perusahaan asuransi ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="clear: both; text-align: justify;"><a href="https://1.bp.blogspot.com/-xzDZuaAe1MA/XPo4GIrjn6I/AAAAAAAASNg/4q6yCOcJrSoQrgJKHgmXIUYy6P2byNcfgCLcBGAs/s1600/Screenshot_20190607-175111_1.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img decoding="async" border="0" data-original-height="398" data-original-width="720" height="176" src="https://1.bp.blogspot.com/-xzDZuaAe1MA/XPo4GIrjn6I/AAAAAAAASNg/4q6yCOcJrSoQrgJKHgmXIUYy6P2byNcfgCLcBGAs/s320/Screenshot_20190607-175111_1.jpg" width="320" /></a></div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Oleh: Febi Anindya Kirana</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">PATROLI C.I.A.SITE, Jakarta&#8211;, Jika perempuan berpikir bahwa pria lebih sering bohong daripada perempuan, anggapan itu salah besar. Karena ternyata perihal bohong, perempuan lebih ahli dan lebih sering melakukannya.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Sebuah poling mengambil kesimpulan hasil bahwa perempuan ternyata dua kali lipat lebih sering bohong dibandingkan pria. Survei yang dilakukan oleh perusahaan asuransi ini menemukan bahwa alasan utama di balik kebohongan tersebut bertujuan menjaga perasaan orang lain, menghindari masalah, atau untuk mempermudah menjalani hidup.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Tentu saja, baik pria maupun wanita pernah berbohong, namun perempuan ternyata punya lebih banyak alasan mengapa mereka harus ahli dalam berbohong. Salah satu alasannya adalah karena perempuan adalah makhluk yang berperasaan.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Dorongan alami secara biologis ini dimiliki perempuan sebagai kemampuan dasar mengasuh anak. Perempuan lebih peka dan lebih kuat rasa empatinya sehingga lebih sering memikirkan menjaga perasaan diri sendiri dan orang lain. Dan untuk menjaga perasaan orang lain tersebut, salah satu caranya adalah dengan berbohong.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Kebanyakan perempuan akan lebih memilih berkata bohong namun tidak menyakiti hati, daripada berkata jujur namun melukai orang lain. Umumnya keohongan yang dikatakan adalah masalah-masalah ringan seperti &#8220;Duh, cantiknya yang baru saja liburan.&#8221;, atau &#8220;Sekarang jadi agak kurusan ya.&#8221; Pujian-pujian yang melibatkan perasaan inilah yang sering dikatakan perempuan.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Jadi, masih suka mengelak kalau pria adalah pembohong besar dan merasa paling benar dan jujur selama ini? Coba cek lagi.(Sumber:Fimela.com)</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
