Investasi Rp31 Miliar, Pabrik Mangan Hadir di Kupang, Serap Ratusan Tenaga Kerja Lokal

PATROLICIA COM PROPINSI NTT.      Sebuah pabrik pengolahan konsentrat mangan senilai 2 juta dolar AS atau sekitar Rp31,1 miliar resmi mulai dibangun di Desa Silu, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Peletakan batu pertama dilakukan Jumat (8/8) oleh Bupati Kupang Yoseph Lede, bersama investor PT Bhakti Alam Indonesia Timur, tokoh adat, dan unsur pemerintahan desa.

Bupati Kupang dalam sambutannya menegaskan bahwa investasi ini menjadi momentum penggerak ekonomi baru di wilayahnya.

“Pabrik ini akan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan kami pastikan pembangunan ini tetap menjaga lingkungan serta menghormati nilai kearifan lokal,” ujar Yoseph Lede.


Koperasi Desa Dilibatkan, Tambang Harus Tertib

Untuk memastikan aktivitas tambang berjalan sesuai prinsip keberlanjutan, pemerintah daerah menggandeng Koperasi Merah Putih sebagai penyuplai bahan baku utama. Tiga desa yang akan menjadi sentra pasok adalah Camplong Dua, Tolnaku, dan Ekateta.

“Saya tidak mau tambang amburadul. Harus rapi dan berkontribusi langsung ke desa. Karena itu, Koperasi Merah Putih wajib dilibatkan,” tambah Bupati.


Sistem Mekanis, Tanpa Peleburan

Owner PT Bhakti Alam Indonesia Timur, Yusuf Merukh, menjelaskan bahwa pabrik ini akan beroperasi secara mekanikal, tanpa proses peleburan. Hal ini ditujukan agar operasional tetap ramah lingkungan.

“Kami ingin memberdayakan masyarakat, bukan hanya melalui pekerjaan di pabrik, tetapi juga lewat koperasi yang menjadi mitra utama,” katanya.


Pabrik yang berdiri di lahan seluas 3,5 hektare ini memiliki luas bangunan sekitar 8.000 meter persegi. Target awalnya adalah menyerap 100 hingga 200 tenaga kerja tetap, serta hingga 500 pekerja harian dari masyarakat sekitar.


Target Ekspor Perdana ke Taiwan dan Vietnam

Direktur Development Usaha dan SDM PT Bhakti Alam, Puji Setiawan Dipraja, menambahkan bahwa pihaknya menargetkan ekspor perdana sebesar 300 ton konsentrat mangan per bulan ke Taiwan dan Vietnam.

“Permintaan buyer sebenarnya 2.000 ton per bulan. Tapi kami mulai realistis dari 300 ton, sambil memperkuat rantai pasok dari masyarakat,” jelas Puji.


Dorong IPR dan Kolaborasi dengan Pemda

Perusahaan juga berencana mendorong pertumbuhan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) yang dikelola masyarakat desa dan diawasi koperasi. Hal ini selaras dengan visi pembangunan Presiden Prabowo Subianto melalui ekonomi kerakyatan.

Selain itu, kolaborasi strategis akan dijajaki dengan Pemda Kabupaten Kupang, termasuk potensi kerjasama antara Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan Koperasi Merah Putih, agar manfaat ekonomi dari industri ini tidak hanya dinikmati investor, tetapi juga langsung dirasakan oleh masyarakat lokal.

“Kabupaten Kupang tidak boleh hanya jadi daerah terdampak tambang. Ia harus jadi daerah yang ikut tumbuh dan berkembang karena tambang,” tutup Yusuf Merukh.


PATROLICIA akan terus memantau perkembangan proyek ini dan memastikan dampaknya terhadap masyarakat sekitar berjalan sesuai harapan.(Rjb)


 

Investasi Rp31 MiliarPabrik Mangan Hadir di KupangSerap Ratusan Tenaga Kerja Lokal