Kupang Jadi Panggung Ilmiah Nasional, FKIP Undana Dorong NTT Keluar dari Bayang-Bayang Indonesia Barat

PATROLI CIA COM PROVINSI NTT Penunjukan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana sebagai tuan rumah kegiatan ilmiah nasional dinilai menjadi momentum strategis bagi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memperkuat peran dalam peta pendidikan dan riset Indonesia. Agenda tersebut tidak hanya menghadirkan forum akademik, tetapi juga menjadi ruang promosi budaya, sejarah, dan potensi daerah kepada para peserta dari berbagai wilayah di Tanah Air.

Ketua panitia, Jakobis, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan telah dirancang untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan destinasi unggulan NTT. Peserta akan diajak mengunjungi sejumlah lokasi penting, mulai dari UPTD Museum NTT, Dekranasda NTT, kawasan Kota Lama Kupang, hingga malam pelepasan yang digelar di Pantai Lasiana.

“Selain mengikuti agenda ilmiah, para peserta juga akan diperkenalkan dengan kekayaan budaya dan sejarah daerah melalui kunjungan ke museum, Dekranasda, kawasan Kota Lama, serta kegiatan penutupan di Pantai Lasiana,” ujarnya.

Penunjukan FKIP Undana sebagai penyelenggara dinilai memiliki makna lebih luas dibanding sekadar pelaksanaan kegiatan akademik. Selama ini, berbagai forum ilmiah berskala nasional cenderung terpusat di wilayah barat Indonesia. Karena itu, kepercayaan yang diberikan kepada Undana menjadi langkah penting dalam mendorong pemerataan ruang diskusi, penelitian, dan pengembangan pendidikan hingga ke kawasan timur Indonesia.

Melalui kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi NTT, Polda NTT, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi Kupang sebagai salah satu pusat pertukaran gagasan dan rujukan ilmiah yang terbuka serta inklusif.

Lebih dari itu, perhelatan akademik nasional ini dipandang sebagai kesempatan bagi NTT untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai daerah yang tidak hanya kaya sumber daya budaya, tetapi juga memiliki potensi besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan.

Bagi Undana, penyelenggaraan kegiatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi nyata dalam merumuskan arah pendidikan guru di Indonesia. Sementara bagi NTT, momentum ini dapat memperkuat daya tawar daerah dalam membangun jejaring akademik, baik di tingkat nasional maupun internasional.(Rjb)

FKIP Undana Dorong NTT Keluar dari Bayang-Bayang Indonesia BaratKupang Jadi Panggung Ilmiah Nasional