PATROLI CIA COM PROVINSI NTT. Ko ibu padan Legislatif Mahasiswa Perguruan Tinggi (BLM PT) Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar Rapat Anggota Tahun 2026 di Kampus Undana, Kupang. Forum tertinggi di tingkat legislatif mahasiswa itu tidak hanya menjadi ajang evaluasi organisasi, tetapi juga ruang konsolidasi gagasan dan perumusan arah gerakan mahasiswa dalam mengawal berbagai kebijakan kampus.
Ketua BLM PT Undana, Indralius Hili Galli, mengatakan rapat anggota kali ini mengemban sejumlah agenda strategis. Selain mengevaluasi pelaksanaan program kerja paruh periode, forum tersebut juga membahas rancangan regulasi teknis sebagai persiapan pemilihan Ketua BLM PT dan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undana periode berikutnya.
Namun, pembahasan tidak berhenti pada aspek kelembagaan semata. Dalam forum tersebut, mahasiswa juga menyoroti sejumlah persoalan yang dinilai berpengaruh langsung terhadap kualitas kehidupan akademik di kampus, terutama terkait penanganan kekerasan seksual dan pemenuhan infrastruktur pendukung pembelajaran.
Menurut Indralius, isu kekerasan seksual masih menjadi perhatian serius mahasiswa karena menyangkut keamanan dan kenyamanan sivitas akademika. Karena itu, mahasiswa dinilai perlu mengambil peran aktif sebagai pengawas sosial untuk memastikan kampus menjadi ruang belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
“Fokus pembahasan kami adalah bagaimana arah pergerakan mahasiswa dalam mengawal isu-isu yang ada di Universitas Nusa Cendana. Salah satunya terkait kekerasan seksual yang masih menjadi perhatian serius, serta pemenuhan infrastruktur untuk mendukung kesejahteraan belajar mahasiswa,” ujar Indralius.
Selain persoalan perlindungan mahasiswa, rapat anggota juga menyoroti keterbatasan sejumlah fasilitas penunjang perkuliahan yang dinilai masih perlu mendapat perhatian serius dari pihak universitas. Mahasiswa berharap peningkatan kualitas sarana dan prasarana dapat berjalan seiring dengan upaya peningkatan mutu pendidikan.
Dari hasil pembahasan, forum berhasil merumuskan sejumlah rekomendasi yang akan disampaikan kepada pimpinan universitas. Dokumen tersebut diharapkan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan kampus yang lebih responsif terhadap kebutuhan mahasiswa.
BLM PT Undana menegaskan akan terus mengawal implementasi rekomendasi tersebut melalui fungsi pengawasan yang melekat pada lembaga legislatif mahasiswa. Organisasi itu juga mendorong terciptanya komunikasi yang lebih terbuka antara mahasiswa dan birokrasi kampus.
Menurut peserta forum, ruang dialog yang transparan dan berkelanjutan menjadi syarat penting untuk membangun hubungan yang konstruktif antara organisasi kemahasiswaan dan pimpinan universitas. Kolaborasi yang sehat dinilai dapat memperkuat daya saing institusi sekaligus menciptakan iklim akademik yang lebih demokratis.
Rapat Anggota BLM PT Undana Tahun 2026 juga dipandang sebagai momentum untuk memperkuat peran mahasiswa sebagai kekuatan penyeimbang dalam kehidupan kampus. Melalui pengawalan terhadap isu-isu strategis, mulai dari efektivitas penanganan kekerasan seksual hingga pemenuhan fasilitas belajar, mahasiswa berupaya memastikan hak-hak dasar sivitas akademika terpenuhi secara adil serta menjaga proses regenerasi kepemimpinan organisasi kemahasiswaan berlangsung demokratis dan independen.(Rjb)