Dari Dapur Sederhana ke Kantin Favorit, Hana Bangkit dan Berkembang Berkat KUR BRI

PATROLI CIA COM PROVINSI NTT Kehilangan orang terkasih tidak selalu menjadi akhir dari perjalanan hidup. Bagi Hana Agsamina Pattypelohi, duka atas kepergian sang adik justru menjadi titik balik untuk bangkit dan membangun kemandirian ekonomi melalui usaha kuliner yang kini berkembang di Kota Kupang.

Di kompleks perkantoran Kantor Gubernur Lama, Kota Kupang, kantin milik Hana menjadi salah satu tempat makan yang ramai dikunjungi pelanggan setiap hari. Berbekal kemampuan memasak yang dimilikinya, perempuan itu berhasil mengubah talenta sederhana menjadi sumber penghidupan yang terus bertumbuh.

Sebelum merintis usaha sendiri, Hana membantu adiknya berjualan di Kelurahan Airnona. Namun, pada 2019, sang adik meninggal dunia akibat Covid-19. Peristiwa tersebut membuat aktivitas usaha keluarga sempat terhenti dan meninggalkan masa sulit bagi Hana.
Tak ingin larut dalam kesedihan, ia memilih mencari jalan baru.

Kemampuan memasak yang selama ini dimiliki kemudian dijadikan modal untuk memulai usaha kantin pada 2023.
“Daripada hanya tinggal di rumah, saya berpikir lebih baik memanfaatkan kemampuan yang ada. Kebetulan saya bisa memasak, jadi saya memberanikan diri membuka usaha,” ujar Hana.

Perlahan tetapi pasti, usaha yang dirintisnya mulai mendapatkan tempat di hati pelanggan. Meski persaingan usaha kuliner cukup ketat, kantin miliknya tetap menjadi pilihan banyak pegawai dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi.

Bahkan, tidak jarang seluruh makanan yang disiapkan habis terjual sebelum waktu makan siang berakhir.
Dalam sehari, Hana menghabiskan sekitar 7 hingga 8 kilogram beras untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Usaha tersebut juga telah membuka lapangan kerja bagi dua orang karyawan yang membantunya dalam operasional harian.

Pendapatan usaha yang diperoleh memang belum selalu stabil, namun mampu memberikan penghasilan sekitar Rp2 juta per bulan. Baginya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa usaha kecil dapat terus berkembang apabila dikelola dengan konsisten.

Untuk memperkuat usahanya, Hana memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI. Sebagai nasabah yang telah bergabung selama kurang lebih lima tahun, ia pertama kali memperoleh pembiayaan KUR sebesar Rp20 juta dengan tenor dua tahun.

Seiring perkembangan usaha, Hana kembali mengakses pembiayaan dengan nilai yang lebih besar, yakni Rp100 juta dan Rp50 juta. Dana tersebut digunakan untuk mendukung kebutuhan usaha dan menjaga keberlangsungan bisnis yang dijalankannya.

Menurut Hana, akses pembiayaan yang mudah dan terjangkau menjadi faktor penting bagi pelaku usaha mikro dalam meningkatkan kapasitas usaha.

“Saya selalu menyarankan masyarakat yang ingin memulai atau mengembangkan usaha untuk memanfaatkan KUR. Program ini sangat membantu pelaku usaha agar bisa berkembang,” katanya.

Regional CEO BRI Region 17 Denpasar, Hery Noercahya, menilai kisah Hana mencerminkan semangat kewirausahaan yang tumbuh dari keberanian memanfaatkan potensi diri. Menurut dia, banyak usaha besar berawal dari kemampuan sederhana yang ditekuni secara konsisten.

“BRI berkomitmen mendukung pelaku usaha mikro dan kecil agar dapat tumbuh secara berkelanjutan. Kisah Ibu Hana menunjukkan bahwa talenta, keberanian memulai, dan kemauan untuk terus berusaha merupakan modal utama dalam membangun usaha,” ujar Hery.

Melalui program KUR, BRI terus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM dengan suku bunga yang terjangkau, proses yang mudah, serta plafon kredit yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan usaha.

Bagi Hana, berwirausaha bukan semata-mata tentang mencari penghasilan. Lebih dari itu, usaha menjadi sarana untuk mengembangkan potensi diri sekaligus membangun relasi dengan banyak orang.

Perjalanan Hana menunjukkan bahwa talenta yang diasah dengan ketekunan dapat membuka peluang ekonomi yang nyata. Dari dapur sederhana hingga menjadi kantin yang diminati pelanggan, kisahnya menjadi inspirasi bahwa setiap kemampuan dapat berkembang menjadi usaha yang memberi manfaat bagi keluarga maupun lingkungan sekitar.(Rjb)

Dari Dapur Sederhana ke Kantin FavoritHana Bangkit dan Berkembang Berkat KUR BRI