PATROLI CIA COM PROVINSI NTT Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus memperkuat langkah menuju kemandirian pangan melalui pengembangan jagung hibrida dan bawang merah. Upaya tersebut ditandai dengan pelaksanaan Gelar Teknologi Budidaya Jagung Hibrida dan Bawang Merah True Shallot Seed (TSS) di Balai Benih Induk Pertanian Kabupaten Kupang, Jumat (14/8/2026).
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjawab tantangan rendahnya hasil panen jagung dan terbatasnya luas tanam bawang merah di NTT.
Menurut Joaz, produktivitas jagung di NTT saat ini masih berada pada kisaran 2,6 ton per hektar, sementara pengembangan bawang merah baru mencapai sekitar 1.000 hektar. Kondisi tersebut dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan daerah yang terus meningkat.
“Melalui gelar teknologi ini, kami ingin menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas dapat dilakukan dengan penggunaan benih unggul dan teknologi budidaya yang tepat. Jagung dan bawang merah memiliki potensi besar untuk menopang ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan petani,” ujar Joaz.
Kegiatan yang dilaksanakan di atas lahan seluas empat hektar itu melibatkan delapan perusahaan produsen benih jagung nasional. Seluruh benih yang digunakan diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pertanian NTT.
Program tersebut merupakan bagian dari Gerakan Masyarakat Bisnis Jagung atau Gema Jagung, yang telah diperkuat melalui Peraturan Gubernur NTT Nomor 68 Tahun 2025. Program ini dirancang untuk membangun ekosistem usaha jagung yang terintegrasi mulai dari produksi hingga pemasaran.
Joaz menjelaskan, pemerintah daerah tidak hanya mendorong peningkatan produksi, tetapi juga memastikan tersedianya pasar bagi hasil panen petani. Kerja sama dengan Bulog dan berbagai mitra usaha diharapkan mampu memberikan kepastian penyerapan hasil produksi sehingga petani memperoleh keuntungan yang lebih baik.
“Konsep yang dibangun adalah dari ladang ke pasar. Produksi harus terhubung dengan pembeli agar petani tidak lagi kesulitan menjual hasil panennya,” katanya.
Selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, jagung NTT juga diproyeksikan menjadi komoditas ekspor ke Timor-Leste. Dalam beberapa waktu terakhir, pemerintah daerah menerima permintaan dari negara tetangga tersebut untuk pasokan jagung dalam jumlah besar.
Potensi pasar itu dinilai menjadi peluang strategis bagi NTT untuk mengembangkan kawasan sentra jagung baru. Pemerintah daerah pun menggandeng Badan Pangan Nasional, perguruan tinggi, serta pemerintah kabupaten guna mempercepat peningkatan produksi.
Dalam kesempatan itu, Joaz menegaskan bahwa benih merupakan faktor kunci keberhasilan pembangunan pertanian. Ia menyebut satu benih unggul dapat menghasilkan ratusan biji yang menjadi sumber peningkatan produktivitas petani.
“Benih itu kecil, tetapi menyimpan masa depan. Dari satu biji benih dapat lahir ratusan bahkan ribuan benih baru yang menjadi sumber kehidupan dan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Pemprov NTT berencana melanjutkan pengembangan demplot jagung dan bawang merah di sejumlah lokasi strategis sebagai bagian dari persiapan Hari Pangan Sedunia. Dukungan dari perusahaan benih nasional juga dipastikan terus berlanjut.
Di akhir sambutannya, Joaz memberikan apresiasi kepada para penyuluh, petugas lapangan, dan tenaga teknis yang terlibat dalam pengelolaan lahan demonstrasi tersebut. Ia menyebut keberhasilan pengembangan jagung dan bawang merah tidak lepas dari kerja keras para petugas yang bekerja sejak masa tanam hingga panen.
“Kami tidak sedang menjalankan program biasa. Kami sedang membangun kemandirian pangan dari lahan-lahan kering NTT, mengubah keterbatasan menjadi kekuatan, dan mendorong petani menjadi pelaku bisnis pertanian modern,” kata Joaz.
Melalui langkah tersebut, Pemerintah Provinsi NTT berharap jagung dan bawang merah dapat menjadi komoditas unggulan baru yang tidak hanya memperkuat ketahanan pangan daerah, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.(Rjb)