PATROLI CIA COM PROVINSI NTT Pameran Pembangunan Nusa Tenggara Timur 2026 tidak sekadar menjadi etalase capaian pemerintah dan aktivitas ekonomi daerah. Tahun ini, arena pameran di Area Pameran Harper Kupang juga dijadikan ruang solidaritas bagi warga Flores yang terdampak gempa bumi.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan, semangat kemanusiaan tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam penyelenggaraan pameran yang berlangsung pada 15-24 Agustus 2026.
Tema “Peduli Bencana Gempa Flores” sengaja diangkat untuk mengajak masyarakat NTT bergerak bersama membantu warga yang sedang menghadapi situasi darurat.
“Dari area pameran ini tetap lahir semangat gotong royong untuk membantu saudara kita di Flores,” kata Melki saat membuka Pameran Pembangunan NTT 2026, Sabtu (15/8/2026) malam.
Menurut dia, musibah di Flores bukan persoalan satu wilayah semata. Masyarakat di Timor, Sumba, Alor, Rote, Sabu, dan daerah lainnya di NTT juga memiliki tanggung jawab moral untuk menunjukkan kepedulian.
Karena itu, selama pameran berlangsung, bantuan dan donasi dari berbagai pihak akan dihimpun untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat terdampak gempa melalui mekanisme yang terkoordinasi.
Pemerintah provinsi juga akan mengumumkan perkembangan bantuan yang terkumpul secara berkala. Gerakan tersebut diharapkan melibatkan pemerintah, dunia usaha, pelaku UMKM, komunitas, lembaga keagamaan, organisasi kemasyarakatan, perguruan tinggi, hingga masyarakat umum.
Respons Cepat
Di tengah situasi tanggap darurat, pemerintah juga menyiapkan skema pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.
Melki mengatakan warga yang membutuhkan makanan, minuman, pakaian, selimut, maupun kebutuhan mendesak lainnya dapat berkoordinasi dengan toko atau kios terdekat.
Kebutuhan tersebut dapat dipenuhi terlebih dahulu dan pembayarannya akan ditanggung pemerintah.
Kebijakan itu ditempuh untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan warga di lapangan tanpa harus menunggu seluruh bantuan pemerintah tiba.
“Kalau masyarakat terdampak membutuhkan makanan, pakaian, selimut, silakan berkoordinasi dengan toko atau kios terdekat untuk dibantu. Pembayarannya nanti dari pemerintah,” ujar Melki.
Langkah tersebut menjadi bagian dari respons pemerintah provinsi terhadap kondisi pascagempa di sejumlah wilayah Flores.
Pemprov NTT terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten, BPBD, TNI-Polri, Basarnas, BMKG, BNPB, serta lembaga terkait lainnya untuk memastikan penanganan darurat berlangsung terpadu.
Melki bersama pimpinan DPRD NTT dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah juga telah meninjau sejumlah lokasi terdampak. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi masyarakat sekaligus mengidentifikasi kebutuhan penanganan di lapangan.
Pembangunan dan Solidaritas
Pameran Pembangunan NTT 2026 diikuti lebih dari 613 UMKM serta 115 stan yang diisi instansi pemerintah, BUMN, dan BUMD.
Besarnya partisipasi tersebut menunjukkan bahwa pameran bukan hanya menjadi ruang promosi produk, inovasi, dan program pembangunan. Di tengah musibah yang menimpa Flores, ruang tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkuat solidaritas antarmasyarakat NTT.
Melki menilai pembangunan tidak cukup diukur dari pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, atau keberhasilan program pemerintah. Kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi bencana juga merupakan bagian penting dari pembangunan.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing.
“Flores adalah bagian dari kita yang ada di Timor, Sumba, dan semua daerah di NTT,” katanya.
Dengan pendekatan tersebut, Pameran Pembangunan NTT tahun ini membawa pesan yang lebih luas. Di tengah upaya memperlihatkan kemajuan daerah, pemerintah ingin menunjukkan bahwa pembangunan juga memiliki dimensi kemanusiaan.
Arena pameran pun diharapkan tidak berhenti sebagai tempat memamerkan hasil pembangunan, tetapi menjadi titik bertemunya kepedulian masyarakat NTT untuk membantu sesama yang sedang menghadapi bencana.
Pembukaan pameran turut dihadiri Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Ketua DPRD NTT Emelia J. Nomleni, jajaran Forkopimda, pimpinan perangkat daerah dan instansi vertikal, ASN, BUMN, BUMD, pelaku UMKM, serta insan pers.(Rjb)