PATROLI CIA COM PROVINSI NTT Pemerintah Kabupaten Kupang menempatkan Pulau Semau sebagai salah satu kawasan prioritas pembangunan dengan pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan. Pemerintah daerah menyiapkan sejumlah terobosan untuk mendorong Semau menjadi destinasi wisata premium di Nusa Tenggara Timur.
Bupati Kupang Yosef Lede mengatakan, pengembangan Semau tidak akan hanya berorientasi pada pariwisata. Potensi pertanian, peternakan, perikanan, dan kelautan juga akan dikembangkan secara terpadu agar pertumbuhan ekonomi masyarakat berjalan beriringan dengan pembangunan kawasan wisata.
Hal itu disampaikan Yosef saat menghadiri penutupan rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dirangkaikan dengan Festival Budaya Helong di Kecamatan Semau, Senin (17/8/2026).
Di hadapan masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, kepala desa, pelaku UMKM, pemuda, dan jajaran pemerintah daerah, Yosef menyampaikan bahwa Semau memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata unggulan.
Salah satu rencana besar yang disiapkan pemerintah adalah pembangunan Patung Kristus Memberkati. Pemkab Kupang mengalokasikan anggaran sekitar Rp153 miliar untuk proyek tersebut.
“Dalam waktu dekat kita mulai membangun Patung Kristus Memberkati. Anggarannya sekitar Rp153 miliar,” ujar Yosef.
Menurut Yosef, keberadaan patung tersebut diharapkan menjadi ikon baru Pulau Semau sekaligus memperkuat daya tarik kawasan bagi wisatawan. Pembangunan ikon wisata itu juga diharapkan dapat memicu tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat di sekitarnya.
Pemerintah Kabupaten Kupang selanjutnya akan membuka peluang pengembangan kawasan pendukung pariwisata, termasuk usaha masyarakat dan UMKM. Dengan demikian, geliat wisata di Semau diharapkan tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur, tetapi memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.
Festival Budaya Helong menjadi salah satu momentum untuk memperkenalkan kekayaan budaya masyarakat Semau. Pemerintah daerah melihat budaya lokal sebagai bagian penting dari pengembangan pariwisata yang tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga identitas dan tradisi masyarakat setempat.
Yosef menegaskan, pembangunan Semau membutuhkan keterlibatan masyarakat. Pemerintah, masyarakat adat, pelaku usaha, pemuda, dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat bergerak bersama agar potensi Semau berkembang tanpa kehilangan karakter budaya lokal.
Dengan kombinasi wisata alam, budaya, ekonomi kreatif, serta potensi pertanian, peternakan, dan kelautan, Semau diproyeksikan menjadi salah satu kawasan yang dapat memperkuat peta destinasi wisata Kabupaten Kupang dan NTT.(Rjb)