PATROLI CIA COM PROVINSI NTT Gempa yang mengguncang sejumlah wilayah di Flores tidak hanya menyisakan kerusakan dan kepedihan bagi warga terdampak. Bencana itu juga mengetuk kepedulian masyarakat di berbagai daerah, termasuk umat Katolik di Kota Kupang.
Berangkat dari semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama, umat KUB Santa Theresia Kanak-Kanak Yesus, Paroki Santa Familia Sikumana, Kota Kupang, menghimpun bantuan untuk korban gempa Flores.
Bantuan tersebut dikumpulkan secara sukarela setelah adanya surat edaran dari pastor paroki. Umat diajak untuk tidak hanya menunjukkan kepedulian kepada sesama umat Katolik, tetapi kepada seluruh masyarakat yang menjadi korban bencana.
Ketua KUB Santa Theresia Kanak-Kanak Yesus, Juliana Toa, mengatakan bantuan yang dihimpun merupakan bentuk kepedulian umat sesuai kemampuan masing-masing.
“Ini bukan sumbangan yang diwajibkan, tetapi sukarela. Kami memberikan sedikit kontribusi dan rasa kepedulian kepada semua korban gempa yang ada di Flores,” ujar Juliana.
Dari dana yang terkumpul, umat kemudian membelanjakannya dalam bentuk kebutuhan pokok. Bantuan yang diserahkan berupa 10 karung beras SPHP ukuran 5 kilogram dan satu dus mi instan.
Selain bahan makanan, umat juga menyumbangkan pakaian bekas yang masih layak pakai. Seluruh bantuan tersebut diserahkan melalui gereja untuk selanjutnya diteruskan kepada Keuskupan Agung Kupang dan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Menurut Juliana, bantuan tersebut memang berasal dari kelompok umat yang relatif kecil. Namun, ia melihat gerakan itu sebagai bagian dari solidaritas yang lebih besar karena kelompok-kelompok umat lainnya di lingkungan Paroki Santa Familia Sikumana juga akan melakukan pengumpulan bantuan.
“Kalau sudah melalui keuskupan, berarti seluruh paroki yang ada di Keuskupan Agung Kupang tentu memiliki kontribusi masing-masing,” katanya.
Bagi umat, bantuan itu bukan semata-mata soal jumlah barang yang terkumpul. Di tengah duka akibat bencana, kepedulian menjadi cara untuk menunjukkan bahwa para korban tidak menghadapi masa sulit itu seorang diri.
Dari sebuah kelompok umat di Sikumana, bantuan sederhana berupa beras, mi instan, dan pakaian layak pakai akhirnya menjadi bagian dari gerakan solidaritas yang lebih luas untuk Flores.
Ketika bencana mengguncang satu wilayah, kepedulian pun bergerak melampaui batas komunitas dan tempat tinggal.(Rjb)