PATROLI CIA COM PROVINSI NTT Pembangunan jalan menuju Amfoang Utara dan pengembangan kampung adat menjadi dua agenda yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Kupang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Amfoang. Untuk pengembangan wisata berbasis budaya lokal, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran Rp5 miliar pada 2027.
Rencana tersebut disampaikan Bupati Kupang Yosef Lede saat menghadiri reses anggota DPR RI Viktor Bungtilu Laiskodat di Bukit Wisata Humon, Kecamatan Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang, Sabtu (24/10/2026).
Di hadapan masyarakat Amfoang Raya, Yosef menekankan pentingnya dukungan pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan di wilayah yang menghadapi tantangan geografis tersebut. Menurut dia, kemampuan keuangan daerah belum cukup untuk membiayai seluruh kebutuhan pembangunan Kabupaten Kupang.
Karena itu, reses anggota DPR RI dinilai menjadi kesempatan bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk menyampaikan persoalan sekaligus memperjuangkan program pembangunan melalui anggaran pemerintah pusat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kupang, saya menyampaikan terima kasih atas pelaksanaan reses ini. Kami berharap Viktor Bungtilu Laiskodat dapat membantu memperjuangkan kebutuhan masyarakat, terutama program dan dukungan anggaran yang belum dapat dipenuhi melalui APBD,” kata Yosef.
Jalan dan Wisata Adat Jadi Prioritas
Salah satu agenda pembangunan yang dipaparkan Yosef ialah pembangunan jalan menuju Amfoang Utara melalui kawasan Gunung Timau. Infrastruktur tersebut diharapkan mendukung konektivitas antarwilayah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Selain infrastruktur jalan, pemerintah daerah menyiapkan pengembangan kampung adat sebagai destinasi wisata yang mengandalkan kekayaan budaya dan kearifan lokal Amfoang.
Menurut Yosef, pengembangan wisata tidak sekadar bertujuan mendatangkan pengunjung, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh pendapatan melalui usaha lokal dan kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan pariwisata.
Pemerintah Kabupaten Kupang telah meninjau sejumlah lokasi yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata berbasis budaya.
Dengan alokasi Rp5 miliar pada 2027, pemerintah daerah berharap pengembangan kampung adat dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat setempat.
Yosef menegaskan, keberhasilan pembangunan Amfoang membutuhkan kerja sama antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, dan DPR RI. Sinergi tersebut diperlukan agar program pembangunan dapat menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih terarah.
Petani Terima Bantuan Benih dan Pupuk
Dalam kegiatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Kupang menyalurkan bantuan benih padi, benih jagung, dan pupuk kepada kelompok tani di wilayah Amfoang Raya.
Berdasarkan data kegiatan, bantuan benih yang disalurkan mencapai total 10 ton, disertai pupuk sebanyak 500 kilogram.
Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung kegiatan usaha tani dan meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat. Sektor pertanian menjadi salah satu bidang penting yang perlu diperkuat untuk menjaga keberlanjutan ekonomi rumah tangga di wilayah Amfoang.
Yosef berharap bantuan itu dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani sehingga memberikan dampak nyata terhadap kegiatan produksi pertanian.
Ia juga berharap aspirasi yang disampaikan dalam reses tidak berhenti sebagai catatan pertemuan, tetapi ditindaklanjuti melalui program konkret sesuai kewenangan masing-masing lembaga.
Viktor Dorong Pengelolaan Potensi Daerah
Sementara itu, Viktor Bungtilu Laiskodat menilai Kabupaten Kupang memiliki sumber daya alam yang dapat menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi apabila dikelola secara produktif dan berkelanjutan.
Ia menyoroti potensi kelautan, perikanan, rumput laut, dan produksi garam yang dinilai dapat dikembangkan menjadi sektor unggulan daerah.
Namun, menurut Viktor, kekayaan sumber daya alam saja tidak cukup untuk menjamin peningkatan kesejahteraan masyarakat. Potensi tersebut harus ditunjang perencanaan yang matang, penguasaan teknologi, serta sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan dan keterampilan sesuai kebutuhan sektor ekonomi.
Karena itu, peningkatan akses pendidikan dan pelatihan teknis perlu mendapat perhatian agar masyarakat mampu mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.
Viktor juga menekankan pentingnya pemanfaatan sumber air secara produktif. Pembangunan sumur bor dan jaringan air, menurut dia, perlu diikuti dengan kegiatan pertanian serta penanaman tanaman produktif agar fasilitas tersebut memberikan manfaat berkelanjutan.
Penguatan keterampilan masyarakat di bidang peternakan, pengolahan garam, kelautan, dan teknologi juga dinilai penting untuk memperluas kesempatan usaha serta meningkatkan pendapatan keluarga.
Ia mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten Kupang dalam mendorong pembangunan dan menggali potensi daerah. Meski demikian, pengelolaan sumber daya alam harus disertai langkah nyata, kepemimpinan yang kuat, dan kemampuan masyarakat agar manfaat ekonominya dapat dirasakan secara lebih luas.
Kegiatan reses tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang Sofia Dehaan, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Kupang dari Partai NasDem, pimpinan organisasi perangkat daerah, para camat dan kepala desa, tokoh agama, serta ribuan warga dari enam kecamatan di wilayah Amfoang Raya.