Bupati Kupang Ajak Sekolah Siaga Bencana, Anak-anak Dilatih Hadapi Situasi Darurat

PATROLI CIA COM PROVINSI NTT Kesadaran menghadapi bencana perlu ditanamkan sejak usia dini. Hal ini menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kupang melalui kegiatan puncak peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2026 yang dirangkaikan dengan simulasi kesiapsiagaan bencana bagi para siswa SD GMIT Nefo, Kecamatan Kupang Barat.

Bupati Kupang Yosef Lede menghadiri kegiatan tersebut. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap upaya membangun kesadaran dan kesiapan masyarakat, khususnya kalangan pelajar, dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

Melalui kegiatan ini, para siswa diperkenalkan dengan langkah-langkah menghadapi situasi darurat. Simulasi dilakukan untuk memberikan pemahaman praktis mengenai tindakan yang perlu dilakukan ketika bencana terjadi, sehingga anak-anak tidak mudah panik dan mampu menyelamatkan diri sesuai prosedur keselamatan.

Pengurangan risiko bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau lembaga penanggulangan bencana. Keterlibatan sekolah, keluarga, masyarakat, dan seluruh elemen terkait sangat diperlukan untuk membangun lingkungan yang aman dan tangguh terhadap bencana.

Pendidikan kebencanaan di lingkungan sekolah juga dinilai penting karena anak-anak merupakan kelompok yang membutuhkan perhatian khusus ketika menghadapi situasi darurat.

Melalui peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana 2026, Pemerintah Kabupaten Kupang mendorong agar edukasi dan latihan kesiapsiagaan bencana terus dilakukan secara berkelanjutan.

Upaya tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari budaya sadar bencana, mulai dari lingkungan pendidikan hingga kehidupan masyarakat sehari-hari.

Dengan demikian, Kabupaten Kupang diharapkan semakin siap menghadapi ancaman bencana melalui peningkatan pengetahuan, kesiapsiagaan, dan kerja sama seluruh elemen masyarakat.

Anak-anak Dilatih Hadapi Situasi DaruratBupati Kupang Ajak Sekolah Siaga Bencana