BRI dan Kemenkop UMKM Dorong “Blue Economy” NTT, 1.200 Pengusaha Mikro Naik Kelas

3,271

PATROLICIA COM PROPINSI NTT Dukungan terhadap pelaku usaha mikro di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali mendapat dorongan kuat melalui Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro (FKPUM) yang digelar di GOR Flobamora, Kupang, Rabu (29/10/2025).

Kegiatan hasil kolaborasi Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI bersama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) ini menghadirkan lebih dari 1.200 pelaku UMKM dari berbagai kabupaten di NTT.

Festival ini menjadi wadah penting bagi pelaku usaha mikro untuk memperoleh legalitas usaha, perlindungan hukum, hingga pendampingan bisnis agar mampu tumbuh berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.

Deputi Bidang Usaha Mikro Kemenkop UMKM, Riza Damanik, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi PP No. 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Pelindungan, dan Pemberdayaan UMKM. “Legalitas usaha bukan sekadar administratif, tapi fondasi keberlanjutan usaha mikro Indonesia,” ujarnya.

Selain menjadi ajang penerbitan NIB dan sertifikasi produk, festival ini juga memperkuat pengembangan Blue Economy — konsep ekonomi berbasis potensi laut yang kini menjadi unggulan di wilayah kepulauan seperti NTT. Produk olahan ikan, garam organik, rumput laut, dan ekowisata bahari menjadi contoh usaha yang terus dikembangkan melalui pendekatan berkelanjutan.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman menegaskan bahwa 77 persen UMKM di Indonesia belum memiliki legalitas usaha formal, padahal sektor ini berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap aktivitas ekonomi nasional. “Pemerintah hadir untuk memastikan pelaku usaha mikro tak lagi berjalan sendiri tanpa perlindungan hukum,” tegasnya.

Sementara itu, Regional CEO BRI Region 17 Denpasar, Hery Noercahya, menyebut BRI berkomitmen menjadi mitra utama pemberdayaan UMKM di Indonesia Timur. “Melalui akses pembiayaan KUR, asuransi mikro, dan pelatihan digital, BRI memastikan pelaku usaha mikro tidak hanya mendapat modal, tetapi juga pendampingan berkelanjutan,” katanya.

Sebagai bentuk konkret dukungan, sebanyak 28 pelaku UMKM NTT menerima sertifikat legalitas dan bantuan pembiayaan secara simbolis, sementara lebih dari 1.000 UMKM telah memperoleh NIB dan perlindungan usaha.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, BRI dan pemerintah berharap ekosistem UMKM NTT terus tumbuh menjadi pilar ekonomi daerah yang tangguh, inovatif, dan ramah lingkungan.