Kuota SMA Negeri 5 Kupang Habis dalam Tiga Menit, Kepercayaan Publik Jadi Modal Utama

3,800

PATROLI CIA COM PROVINSI NTT Antusiasme masyarakat terhadap SMA Negeri 5 Kupang kembali terbukti pada pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Seluruh kuota penerimaan siswa baru di sekolah itu habis hanya dalam waktu sekitar tiga menit setelah sistem pendaftaran daring dibuka.

Fenomena tersebut sempat memunculkan pertanyaan dari sebagian masyarakat. Namun, Kepala SMA Negeri 5 Kupang, Veronika Wawo, S.Pd., M.Pd., memastikan seluruh proses berlangsung transparan dan mengikuti petunjuk teknis pemerintah tanpa adanya intervensi dari pihak mana pun.

“Kuota penuh dalam waktu tiga menit bukan karena ada permainan. Sistem pendaftaran sepenuhnya dikelola secara online sehingga berlangsung otomatis. Sekolah hanya melakukan verifikasi terhadap dokumen yang diunggah calon peserta didik,” kata Veronika.

Menurut dia, sistem digital justru memperkecil ruang terjadinya praktik yang tidak sesuai prosedur. Apabila ditemukan berkas yang tidak memenuhi persyaratan, sekolah wajib menolaknya sehingga kuota yang kosong akan kembali dibuka melalui sistem.

Tahun ini SMA Negeri 5 Kupang menerima 432 siswa sesuai daya tampung yang telah ditetapkan. Di luar kuota tersebut, sekolah juga menerima peserta didik melalui kuota khusus yang ditetapkan pemerintah, antara lain bagi siswa dari daerah tertentu dan jalur prestasi.

Veronika menilai kelancaran pelaksanaan SPMB tidak terlepas dari sosialisasi yang dilakukan sekolah sebelum masa pendaftaran dimulai. Orang tua telah dibekali informasi mengenai tata cara pendaftaran, persyaratan administrasi, hingga mekanisme seleksi.

Sekolah bahkan membuka akses internet gratis bagi masyarakat yang mengalami kendala jaringan saat melakukan pendaftaran.

“Beberapa orang tua yang tinggal di sekitar sekolah mengalami kesulitan mengakses internet dari rumah. Kami menyediakan fasilitas Wi-Fi sekolah agar mereka tetap bisa mendaftar secara online. Kami ingin semua masyarakat memperoleh kesempatan yang sama,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring sehingga sekolah tidak melayani pendaftaran secara offline. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan SPMB.

Di sisi lain, Veronika menegaskan tidak ada pungutan selama proses penerimaan siswa baru. Pembiayaan pendidikan, termasuk Iuran Pengembangan Pendidikan (IPP), baru akan dibahas setelah Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selesai melalui rapat bersama orang tua.

Besaran iuran akan disesuaikan dengan kemampuan ekonomi masing-masing keluarga. Orang tua diminta mengisi formulir pernyataan kemampuan membayar yang kemudian menjadi dasar sekolah dalam menetapkan besaran kontribusi, sesuai ketentuan pemerintah.

Sementara itu, kebutuhan pribadi peserta didik, seperti atribut sekolah, kartu pelajar, kartu perpustakaan, dan perlengkapan penunjang lainnya tetap disediakan. Namun, pembiayaannya dipastikan lebih ringan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

MPLS bagi siswa baru dijadwalkan berlangsung mulai 13 Juli 2026. Dua hari sebelumnya, tepatnya pada 11 Juli, para siswa bersama orang tua akan diundang ke sekolah untuk memperoleh informasi awal sekaligus mengetahui pembagian kelas.

Bagi SMA Negeri 5 Kupang, tingginya animo masyarakat bukan sekadar angka. Kuota yang habis dalam hitungan menit menjadi cerminan meningkatnya kepercayaan publik terhadap tata kelola sekolah yang semakin terbuka, berbasis teknologi, dan mengedepankan pelayanan yang adil bagi seluruh calon peserta didik.(Rjb)