Dari Lomba Kelas, Siswa SMAN 6 Kupang Belajar Menjadi Juara

3,778

PATROLI CIA COM PROVINSI NTT Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di SMA Negeri 6 Kupang tidak sekadar menjadi ajang memeriahkan hari kemerdekaan. Rangkaian lomba antarkelas juga menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, keberanian, kerja sama, sekaligus menunjukkan kemampuan terbaik mereka.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah siswa kelas XD. Dalam rangkaian lomba antarkelas tersebut, kelas XD berhasil mengoleksi sejumlah prestasi pada berbagai kategori perlombaan.

Prestasi itu antara lain juara pertama lomba poster yang diraih Rafael Tasi, juara pertama lomba solo atas nama Maria P. Bere, serta juara pertama lomba Cerdas Cermat yang diraih tim Adens, Keyla, dan Medisa.

Tidak berhenti di bidang akademik dan seni, siswa kelas XD juga menunjukkan kemampuan di bidang olahraga. Tim futsal kelas tersebut berhasil keluar sebagai juara pertama. Sementara itu, pada lomba monolog, Yosefina Wahang meraih juara ketiga.

Prestasi lainnya datang dari kategori lomba vlog. Tim yang terdiri atas Abigail, Incez, dan Yuni berhasil menempati posisi juara ketiga. Kelas XD juga meraih juara keempat dalam lomba kebersihan kelas.

Ragam capaian tersebut memperlihatkan bahwa kompetisi antarkelas dapat menjadi lebih dari sekadar kegiatan hiburan. Bagi siswa, perlombaan menjadi kesempatan untuk mengasah potensi sesuai minat masing-masing, mulai dari kemampuan akademik, seni, olahraga, hingga kepedulian terhadap lingkungan sekolah.

Semangat itu sejalan dengan aktivitas pengembangan prestasi yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan sekolah. Dalam laman resminya, SMAN 6 Kupang juga mencatat sejumlah prestasi siswa, termasuk juara pertama lomba Debat Bahasa Indonesia tingkat kota/kabupaten pada 2024.

Kegiatan semacam ini sekaligus mengajarkan bahwa prestasi tidak selalu lahir dari ruang kelas. Keberanian tampil, kemampuan bekerja dalam tim, kedisiplinan berlatih, dan kesediaan menerima hasil kompetisi merupakan bagian penting dari proses pendidikan.

Bagi siswa kelas XD, deretan penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa semangat belajar dapat hadir dalam berbagai bentuk. Perayaan kemerdekaan pun tidak berhenti pada seremoni, tetapi diterjemahkan melalui karya, kompetisi, dan pencapaian siswa.

Pesan yang terpancar dari kegiatan itu sederhana: datang ke sekolah bukan hanya untuk belajar, tetapi juga untuk menemukan potensi, berani beraksi, dan terus mengukir prestasi.(Rjb)