Perjuangan 20 Tahun Jemaat Imanuel Hausisi, Bupati Kupang Siap Bantu Penyelesaian Gereja

3,773

PATROLI CIA COM PROVINSI NTT    Setelah hampir dua dekade berjuang membangun rumah ibadah dengan mengandalkan swadaya, Jemaat Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Imanuel Hausisi di Desa Kotabes, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, mendapat dukungan dari Bupati Kupang Yosef Lede untuk menuntaskan pembangunan gedung gereja mereka.

Dukungan tersebut disampaikan Yosef Lede saat beribadah bersama jemaat GMIT Imanuel Hausisi, Minggu (18/10/2026) pagi. Dalam kunjungan itu, ia mengapresiasi ketekunan jemaat yang tetap berupaya menyelesaikan pembangunan gereja meskipun menghadapi keterbatasan dana.

Yosef mengatakan, pembangunan rumah ibadah membutuhkan semangat kebersamaan, komitmen, dan pengorbanan seluruh anggota jemaat. Menurut dia, kemampuan jemaat untuk mulai menggunakan gedung baru meskipun belum selesai sepenuhnya merupakan bukti nyata dari perjuangan tersebut.

“Saya senang melihat jemaat sudah mulai beribadah di gedung yang baru, meskipun pembangunannya belum selesai sepenuhnya. Dengan kerja bersama, kesulitan yang ada dapat diselesaikan dengan baik,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberadaan gereja tidak semata-mata diukur dari kemegahan bangunan, tetapi juga dari kehidupan iman dan persekutuan umat yang tumbuh di dalamnya.

Karena itu, Yosef mengajak jemaat untuk terus memperkuat pelayanan, menjaga persaudaraan, serta merangkul kembali anggota jemaat yang sudah lama tidak mengikuti kegiatan peribadatan.

Menurut dia, doa, pelayanan, dan kepedulian gereja terhadap masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis. Ia juga menilai dukungan moral dari lembaga keagamaan turut memberi kekuatan bagi pemerintah daerah dalam menjalankan pembangunan.

Sebagai bentuk perhatian terhadap pergumulan jemaat, Yosef menyatakan komitmennya untuk membantu penyelesaian pembangunan gedung GMIT Imanuel Hausisi. Ia berharap pekerjaan yang masih tersisa dapat dituntaskan sehingga gereja segera siap digunakan secara lebih nyaman dan dapat dipersiapkan untuk pentahbisan.

Ia berharap gedung tersebut kelak menjadi pusat peribadatan sekaligus ruang untuk mempererat persaudaraan, menumbuhkan kepedulian sosial, dan memperkuat kehidupan spiritual masyarakat di sekitarnya.

Dua Dekade Mengandalkan Swadaya

Tokoh Jemaat Imanuel Hausisi, Aljeri Monas, mengatakan, jemaat tersebut terdiri atas sekitar 180 kepala keluarga atau 600–700 jiwa. Selama kurang lebih 20 tahun, pembangunan gedung gereja menjadi pergumulan bersama yang terus diupayakan melalui swadaya.

Perjuangan panjang itu belum sepenuhnya berakhir. Namun, jemaat memutuskan mulai menggunakan gedung gereja yang baru pada peringatan hari ulang tahun ke-43 jemaat, Mei 2026, meskipun pembangunannya masih berlangsung.

Aljeri menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Kupang yang melihat langsung kondisi bangunan sekaligus memberikan dorongan kepada jemaat agar tetap bersemangat menyelesaikan pekerjaan tersebut.

“Kami sudah bergumul dengan pembangunan ini selama kurang lebih 20 tahun. Kami terus berjuang melalui swadaya dan kemampuan yang kami miliki. Kehadiran Bapak Bupati memberikan semangat bagi kami untuk menyelesaikan pembangunan gereja ini,” kata Aljeri.

Ia berharap dukungan tersebut semakin memperkuat semangat gotong royong jemaat sehingga pembangunan dapat segera dirampungkan. Dengan demikian, gedung gereja bisa dimanfaatkan secara optimal sebagai tempat ibadah, persekutuan, dan pelayanan kepada masyarakat.

Kunjungan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Kupang Charles Abineno; Kepala Dinas PMDP3A Jhon Sula; Kepala Satpol PP Aprion Lona; Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Frans Taloen; serta Kepala Badan Pengelola Perbatasan Yesai Lanus.

Hadir pula Kepala Bagian Pemerintahan Jane Paoe, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Benidiktus Selan, tokoh masyarakat, serta anggota Jemaat GMIT Imanuel Hausisi.