Kupang, Gerbang Indonesia ke Pasifik: NTT Rayakan Sinergi Budaya Indonesia-Pasifik

58

PATROLI CIA COM PROPINSI NTT.        Kota Kupang menjadi pusat perhatian kawasan Pasifik, Selasa (11/11/2025), saat Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menggelar acara puncak Indonesia–Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025 bertema “Celebrating Shared Cultures and Community Wisdom”. Kegiatan ini menjadi momentum penting mempererat hubungan budaya antara Indonesia dan negara-negara di kawasan Pasifik.

Dalam sambutan pembuka, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melkiades Laka Lena menyampaikan selamat datang kepada seluruh delegasi dari 10 provinsi di Indonesia dan negara-negara sahabat seperti Papua Nugini, Kepulauan Solomon, dan Fiji. Ia menyebut NTT sebagai “gerbang Indonesia menuju Pasifik, tempat laut, budaya, dan sejarah bertemu”.

> “Momentum IPACS ini adalah ajang budaya berskala internasional yang mempertemukan Indonesia dengan negara-negara yang dihubungkan oleh Samudra Pasifik. Ini wujud sinergi yang mempererat budaya di kawasan, sekaligus memperkuat diplomasi Indonesia dengan negara-negara Pasifik,” ujar Laka Lena.

 

Gubernur juga menegaskan bahwa kegiatan ini diharapkan melahirkan pertukaran gagasan dan inovasi dalam membangun kebudayaan yang berkelanjutan, berbasis kearifan lokal, serta menjaga keseimbangan ekologi dan iklim budaya.

Dalam pidatonya, Laka Lena menyoroti program unggulan Pemprov NTT yang sejalan dengan semangat IPACS, seperti “One Village One Product”, “NTT Mart”, dan “Dapur Sobamora” — inisiatif yang mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis komunitas lokal.

> “Semua berbasis pada pengetahuan dan komunitas lokal. Kami ingin budaya bukan hanya dirayakan, tetapi juga menjadi kekuatan ekonomi berkelanjutan,” katanya.

 

Acara pembukaan turut dihadiri oleh Menteri Kebudayaan RI, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Ketua DPRD NTT, para kepala daerah, pejabat lintas kementerian, serta perwakilan TNI-Polri. Para kurator, seniman, dan aktivis budaya dari berbagai negara Pasifik juga ikut berpartisipasi.

Sebagai penutup sambutannya, Gubernur Melkiades mempersembahkan lagu daerah NTT untuk tanah Papua, simbol harmoni dan persaudaraan budaya di kawasan timur Indonesia dan Pasifik.

> “Kita rayakan perbedaan dalam kebersamaan, dan dari Kupang kita kirim pesan kepada dunia: budaya adalah jembatan perdamaian,” tutupnya.(Rjb)