Dies Natalis Undana: Jalan Sehat Ekologis Jadi Gerakan Bangun Budaya Kampus Bersih dan Solid

3,783

PATROLI CIA COM PROVINSI NTT Perayaan Dies Natalis Universitas Nusa Cendana (Undana) tidak hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan, tetapi juga dijadikan momentum membangun budaya hidup bersih, sehat, dan berkelanjutan di lingkungan kampus. Melalui kegiatan jalan sehat ekologis yang disertai aksi pungut sampah, Undana berupaya menanamkan kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari identitas kampus.


Gerakan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk mewujudkan konsep green campus yang dijalankan secara konsisten oleh seluruh sivitas akademika. Dengan demikian, kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial yang muncul setiap perayaan hari ulang tahun perguruan tinggi, melainkan berkembang menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan kampus sehari-hari.

Lebih dari sekadar aktivitas olahraga dan kebersihan lingkungan, jalan sehat ekologis dipandang memiliki makna strategis dalam memperkuat kebersamaan antarwarga kampus. Momentum Dies Natalis dimanfaatkan sebagai ruang rekonsiliasi, komunikasi, dan penyamaan persepsi di tengah beragam tantangan yang dihadapi perguruan tinggi negeri saat ini.

Tingginya ekspektasi masyarakat terhadap kualitas pendidikan tinggi menuntut adanya lingkungan akademik yang sehat, produktif, dan harmonis. Karena itu, kebersihan tidak hanya dimaknai secara fisik melalui lingkungan kampus yang tertata, tetapi juga mencakup terciptanya suasana kerja dan pembelajaran yang kondusif, bebas dari sekat-sekat yang dapat menghambat kolaborasi.

Kebersamaan yang kokoh serta lingkungan yang bersih secara fisik maupun emosional dinilai menjadi modal penting bagi Undana dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul yang mampu beradaptasi dengan perubahan dan bersaing di tingkat nasional maupun global.

Melalui gerakan sederhana seperti memungut sampah bersama, Undana ingin menegaskan bahwa transformasi kampus tidak selalu dimulai dari program besar, melainkan dari kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan, memperkuat solidaritas, dan membangun budaya akademik yang sehat serta berkelanjutan.(Rjb)