Pancasila di Kampus: Undana Serukan Persatuan Hadapi Gejolak Global

3,775

PATROLI CIA COM PROVINSI NTT.        Di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik geopolitik, rivalitas ekonomi antarnegara, dan derasnya arus informasi digital, Universitas Nusa Cendana (Undana) mengajak sivitas akademika memperkuat nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi persatuan dan ketahanan bangsa.

Pesan tersebut mengemuka dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 yang digelar di Lapangan Gedung Rektorat Undana, Kupang, Senin (1/6/2026). Upacara dipimpin langsung oleh Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., dan dihadiri para wakil rektor, dekan, tenaga kependidikan, serta mahasiswa dari berbagai fakultas.

Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi momentum refleksi untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan di lingkungan perguruan tinggi.

Dalam amanat yang membacakan pidato resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), ditegaskan bahwa Pancasila tetap menjadi jangkar moral yang mempersatukan Indonesia di tengah keragaman lebih dari 17.000 pulau, ratusan kelompok etnis, bahasa, dan budaya.

Di tengah berbagai tantangan zaman, mulai dari polarisasi sosial hingga disrupsi teknologi, nilai-nilai Pancasila dinilai semakin relevan sebagai pedoman dalam menjaga kohesi sosial dan memperkuat identitas kebangsaan. Pada level global, prinsip-prinsip Pancasila juga tercermin dalam politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif serta kontribusi negara dalam berbagai misi perdamaian dunia di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Usai upacara, Rektor Undana Prof. Jefri Bale menegaskan bahwa Pancasila tidak boleh berhenti sebagai simbol negara atau sekadar hafalan normatif. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, termasuk dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.
“Nilai luhur Pancasila harus menjadi

Nilai dasar bagi kita semua untuk memperkokoh persatuan. Kebersamaan ini harus terus dijaga, terutama ketika dunia menghadapi situasi geopolitik yang semakin kompleks. Di Undana, Pancasila harus menjadi energi untuk memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik,” ujarnya.

Menurut Jefri, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang memiliki integritas, toleransi, dan semangat gotong royong.

Karena itu, peringatan Hari Lahir Pancasila dipandang sebagai pengingat bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak cukup bertumpu pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Di tengah derasnya arus globalisasi, karakter kebangsaan tetap menjadi benteng utama dalam menjaga persatuan dan keberlanjutan pembangunan nasional.

Bagi Undana, kampus tidak hanya menjadi ruang transfer ilmu, tetapi juga arena pembentukan nilai. Dari ruang-ruang kelas hingga kehidupan organisasi mahasiswa, semangat gotong royong, penghormatan terhadap perbedaan, dan tanggung jawab sosial diharapkan terus tumbuh sebagai praktik nyata Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui momentum Hari Lahir Pancasila, Undana menegaskan kembali komitmennya untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dalam menghadapi tantangan Indonesia dan dunia yang terus berubah.(Rjb)