Koperasi Bangkit, Ekonomi Rakyat Kuat! Gubernur NTT Serukan Gerakan Ekonomi Kolektif di HUT Koperasi ke-78

PATROLICIA COM PROPINSI NTT.    Puncak peringatan Hari Koperasi ke-78 tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun 2025 berlangsung meriah dan penuh semangat di Kota Kupang, Selasa (29/7). Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Gubernur NTT tersebut menegaskan kembali pentingnya koperasi sebagai soko guru perekonomian rakyat, sekaligus penggerak transformasi ekonomi berbasis komunitas.

Dalam sambutannya, Gubernur NTT menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan koperasi yang telah menjaga eksistensi dan semangat kebersamaan. “Hampir 50 persen masyarakat NTT tergabung dalam koperasi, dari total 2,4 juta anggota yang tersebar di 86.154 unit koperasi di 22 kabupaten/kota. Ini adalah kekuatan besar yang harus terus kita dorong menjadi motor ekonomi rakyat,” ujarnya.

Dari Desa untuk Dunia: Koperasi Merah Putih dan One Community One Product

Salah satu sorotan penting dalam peringatan tahun ini adalah konsolidasi koperasi melalui program nasional Koperasi Merah Putih yang telah menyebar di 3.442 desa dan kelurahan di seluruh NTT. Program ini lahir dari Keputusan Presiden No. 9 Tahun 2025 untuk mempercepat terbentuknya koperasi berbasis komunitas lokal.

Gubernur juga mendorong transformasi dari program “Satu Desa, Satu Produk” menuju One Community One Product. “Komunitas bisa apa saja — sekolah, lembaga agama, paguyuban, hingga kelompok hobi. Semuanya harus punya produk unggulan lokal yang menjadi tulang punggung ekonomi komunitas,” tegasnya.

Menekan Defisit, Mengangkat Produk Lokal

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyoroti defisit perdagangan daerah yang mencapai Rp51 triliun. “Kita ekspor hanya Rp8 triliun, tapi impor dari luar NTT mencapai Rp59 triliun. Maka koperasi harus menjadi instrumen menekan ketergantungan ini. Kita dorong agar produk lokal seperti makanan ringan, air minum kemasan, roti, dan lainnya bisa masuk ke jaringan ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret,” katanya.

Ia menegaskan, setiap kabupaten minimal harus punya satu produk lokal yang menonjol. “Kalau bisa, 60 persen dari barang di toko-toko modern harus berasal dari pelaku UMKM atau koperasi lokal,” ujarnya.

Dari Magelang ke Kupang: Menolak Kapitalisme Elitis

Menutup pidatonya, Gubernur mengingatkan kembali bahwa koperasi adalah bentuk ekonomi yang paling demokratis. “Model kapitalis hanya menguntungkan segelintir orang. Presiden Prabowo telah menekankan bahwa ekonomi Indonesia harus dibangun dari, oleh, dan untuk rakyat. Dan koperasi adalah jalan utamanya,” tegasnya.

Ia pun meminta Kepala Dinas Koperasi untuk meningkatkan kapasitas pengurus dan pengawas koperasi, serta memastikan koperasi lebih produktif dan mampu mengakses pasar, baik lokal maupun global.

Rangkaian Kegiatan: Dari Panti Asuhan Hingga Seminar Nasional

Ketua Panitia Hari Koperasi ke-78, Dominikus Ancis, melaporkan bahwa peringatan tahun ini mencakup berbagai kegiatan sosial dan edukatif. “Kami mengunjungi tiga panti asuhan lintas agama, menyelenggarakan pelatihan laporan keuangan koperasi sesuai Permenkop No. 2 Tahun 2024, serta seminar nasional dengan narasumber dari Kementerian Koperasi dan praktisi koperasi,” ujarnya.

Gerak jalan sehat yang melibatkan ratusan peserta juga digelar, diakhiri dengan pembagian doorprize yang disediakan oleh panitia dan pihak sponsor. “Untuk efisiensi, sertifikat pelatihan tahun ini diserahkan langsung oleh Gubernur kepada peserta perwakilan,” jelas Ancis.

Harapan ke Depan: Koperasi Berdaya Saing Global

Sebagai penutup, panitia menyampaikan harapan agar peringatan tahun depan dapat dilaksanakan di Labuan Bajo sesuai rencana awal. “Kami siap berkoordinasi dan menyesuaikan dengan arahan pemerintah provinsi. Yang terpenting, semangat koperasi tetap hidup dan membawa manfaat bagi seluruh masyarakat,” kata Ancis.

Dirgahayu Koperasi Indonesia! Saatnya ekonomi rakyat berdiri tegak melalui semangat gotong royong dan gerakan koperasi yang kuat, modern, dan berkelanjutan.(Rjb)


 

Ekonomi Rakyat Kuat! Gubernur NTT Serukan Gerakan Ekonomi Kolektif di HUT Koperasi ke-78Koperasi Bangkit