PATROLICIA COM PROPINSI NTT. Di tengah tantangan lahan kering dan cuaca tak menentu, Yayasan CIRMA menghadirkan terobosan untuk mengubah nasib petani kecil di 30 desa Timor Barat. Melalui pendampingan intensif, model 3A (Attitude, Access, Asset), dan metode live-in, CIRMA mendorong pertanian berkelanjutan yang tak hanya meningkatkan panen, tetapi juga membuka jalan menuju ekonomi hijau.
Kondisi agro-ekosistem di wilayah ini selama bertahun-tahun menghadirkan masalah serius: minimnya irigasi, modal sulit diakses, serta pasar yang rapuh. Akibatnya, kerentanan pangan dan pendapatan rendah menjadi masalah kronis. CIRMA hadir bukan sekadar memberikan bantuan sesaat, melainkan mendampingi langsung petani — dari pemulihan tanah, pengelolaan air, hingga pemasaran hasil panen.
Hasilnya mulai terlihat. Bedengan organik, produksi eco-enzyme, dan irigasi sederhana meningkatkan kualitas serta kuantitas produksi. Petani juga didorong mengadopsi teknik pertanian regeneratif yang mengurangi emisi karbon dan membuat lahan lebih tahan kekeringan.
Pendekatan live-in menjadi kunci. Pendamping tinggal di desa, bekerja bersama petani, dan membangun kepercayaan yang memudahkan transfer pengetahuan. Perubahan sikap pun mulai tampak: petani lebih terbuka pada inovasi, perempuan aktif dalam pengambilan keputusan, dan generasi muda melihat pertanian sebagai peluang usaha.
Praktik ini sejalan dengan prinsip ekonomi hijau dan membuka peluang pembiayaan iklim seperti kredit hijau dan pembayaran jasa lingkungan. CIRMA bahkan membantu menyusun data dan narasi agar desa-desa dampingan bisa mengakses pendanaan adaptasi.
Ketahanan pangan menjadi fokus utama. Diversifikasi tanaman, penyimpanan pasca-panen, dan kebun rumah tangga membantu rumah tangga petani memiliki persediaan pangan sepanjang tahun. Sebagian hasil dijual, meningkatkan pendapatan dan memberi ruang untuk investasi di pendidikan dan kesehatan.
Meski masih ada tantangan seperti keterbatasan pembiayaan dan akses pasar formal, CIRMA menegaskan komitmen untuk memperluas jangkauan program, membangun rantai nilai lokal, dan memperkuat advokasi kebijakan berbasis praktik lapangan.
Transformasi ini membuktikan bahwa intervensi berbasis komunitas dapat mengubah wajah pertanian di daerah kering menjadi motor ekonomi hijau yang inklusif. CIRMA mengajak semua pihak — pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat — mendukung pembiayaan, pasar, dan teknologi yang berpihak pada petani kecil.(Rjb)