Hardiknas di NTT: Bank Indonesia Perkuat Literasi Rupiah, Dorong Pendidikan Inklusif

PATROLI CIA COM PROVINSI NTT Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-67 di Nusa Tenggara Timur menjadi momentum penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan otoritas moneter dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi NTT menegaskan komitmennya memperkuat literasi dan pendidikan inklusif melalui berbagai program strategis.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui partisipasi aktif KPwBI NTT dalam upacara Hardiknas yang digelar di Lapangan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Sabtu (2/5). Upacara dipimpin Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dan dihadiri Wakil Gubernur, pimpinan DPRD, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), aparatur sipil negara, serta para kepala sekolah, guru, dan pelajar SMA/SMK se-NTT.

Dalam amanatnya, Gubernur menegaskan bahwa pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus membentuk karakter, integritas, dan nilai kebangsaan generasi muda.

Sejalan dengan itu, Bank Indonesia memperkuat peran dalam mendukung ekosistem pendidikan yang inklusif dan adaptif. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui sinergi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT dalam penguatan materi kebanksentralan pada kegiatan kokurikuler Cinta, Bangga, Paham Rupiah (CBP Rupiah).

Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan pemahaman pelajar mengenai fungsi dan peran Bank Indonesia, pentingnya menjaga stabilitas nilai rupiah, serta mendorong literasi ekonomi dan keuangan sejak dini.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi NTT menyerahkan bantuan sarana pembelajaran berupa buku, alat tulis, dan tas kepada siswa SMA/SMK secara simbolis. Selain itu, SMA Negeri 6 Kupang ditetapkan sebagai sekolah percontohan (pilot project) inovasi CBP Rupiah tahun 2026.

Dalam rangka mendorong kreativitas generasi muda, Bank Indonesia juga memberikan penghargaan kepada pemenang Lomba Desain Mobil Literasi Keliling. Tim dari SMA Santo Arnoldus Janssen Kupang meraih juara pertama, disusul tim SMK Negeri 2 Kupang sebagai juara kedua.

Momentum Hardiknas ini dinilai menjadi penguat sinergi lintas sektor dalam menghadirkan pendidikan yang lebih relevan dan berdampak. Kolaborasi antara Bank Indonesia dan pemerintah daerah diharapkan mampu mempercepat peningkatan literasi, pembentukan karakter, serta kapasitas generasi muda sebagai fondasi pembangunan ekonomi daerah dan nasional.(Rjb)

Dorong Pendidikan InklusifHardiknas di NTT: Bank Indonesia Perkuat Literasi Rupiah