Jaksa di Rote Ndao Diserang Isu “Nakal”, Bantahan Keras dan Seruan Bijak Bermedia Sosial

PATROLI CIA COM PROVINSI NTT.    Nama jaksa penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Rote Ndao, Bobi Bintang Hasiholan Sigalingging, mendadak menjadi sorotan publik setelah beredarnya tudingan di media sosial yang menyebut dirinya sebagai “jaksa nakal” dan dikaitkan dengan dugaan merugikan aparatur sipil negara (ASN).

Unggahan yang viral itu bahkan memuat nada ancaman dan desakan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur untuk segera memeriksa yang bersangkutan.

“Pak Kejati NTT, tolong periksa jaksa ini. Sungguh nakal. Banyak ASN jadi korban di Rote Ndao. Kalau tidak bisa ditangani, kami yang akan selesaikan dia secepatnya,” demikian isi unggahan yang beredar luas tersebut.

Menanggapi tudingan itu, Bobi Sigalingging membantah tegas seluruh isi narasi yang berkembang. Ia menilai informasi tersebut tidak berdasar dan berpotensi mencemarkan nama baiknya sebagai aparat penegak hukum.
“Saya tegaskan, tudingan itu tidak benar dan tidak memiliki dasar yang jelas,”

ujar Bobi saat dikonfirmasi.
Ia juga menyatakan tidak mengetahui motif di balik penyebaran isu tersebut. Meski demikian, ia menegaskan siap mengikuti mekanisme internal kejaksaan apabila diperlukan klarifikasi lebih lanjut.

Di tengah polemik yang mencuat, rekam jejak Bobi justru menunjukkan capaian positif. Ia diketahui baru saja menerima penghargaan atas kinerjanya sebagai jaksa, sebuah fakta yang kontras dengan tudingan yang beredar di ruang digital.

Kasus ini kembali menyoroti rentannya reputasi individu terhadap arus informasi yang belum terverifikasi di media sosial. Pengamat menilai, penyebaran tuduhan tanpa bukti, terlebih disertai ancaman, tidak hanya berpotensi melanggar hukum, tetapi juga dapat memperkeruh situasi di tengah upaya penegakan hukum.

Publik pun diimbau untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi, dengan mengedepankan prinsip verifikasi dan asas praduga tak bersalah sebelum menarik kesimpulan.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur terkait viralnya tudingan tersebut.

Bantahan Keras dan Seruan Bijak Bermedia SosialJaksa di Rote Ndao Diserang Isu “Nakal”