Dari Kupang ke Timnas Indonesia, Victor Dethan Ungkap Tiga Kunci Menembus Sepak Bola Profesional

Alumni Universitas San Pedro Kupang ini mengajak generasi muda NTT membangun mimpi melalui keyakinan, obsesi, dan disiplin.

PATROLI CIA COM PROVINSI NTT Perjalanan menuju panggung sepak bola nasional tidak pernah lahir dari keberuntungan semata. Pemain Tim Nasional Indonesia, Victor Dethan, menegaskan bahwa kesuksesannya menembus sepak bola profesional dan memperkuat Timnas Indonesia dibangun di atas tiga prinsip utama, yakni percaya pada diri sendiri, memiliki obsesi terhadap cita-cita, dan disiplin dalam menjalani proses.

Pesan inspiratif tersebut disampaikan Victor saat menghadiri kegiatan Jumpa Fans di Universitas San Pedro Kupang, Senin (1/6/2026). Di hadapan mahasiswa dan para penggemar sepak bola, alumni Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) Universitas San Pedro tahun 2025 itu membagikan pengalaman hidup yang membawanya dari Nusa Tenggara Timur menuju level tertinggi sepak bola Indonesia.

“Menurut saya yang paling penting adalah believe atau percaya. Percaya bahwa Tuhan memberikan talenta kepada kita, dan percaya pada diri sendiri bahwa kita bisa menjadi apa saja yang kita cita-citakan,” ujar Victor.

Menurut dia, keyakinan merupakan fondasi utama dalam meraih impian. Seseorang harus terlebih dahulu meyakini bahwa target yang ingin dicapai bukan sesuatu yang mustahil.

“Kalau saya ingin menjadi pemain sepak bola profesional, maka saya harus percaya bahwa suatu hari saya bisa menjadi pemain profesional,” katanya.

Selain keyakinan, Victor menilai obsesi terhadap tujuan juga menjadi faktor yang tidak kalah penting. Ia mengaku sejak kecil hampir seluruh waktunya dihabiskan untuk bermain dan berlatih sepak bola.

“Saya dari kecil pagi, siang, dan malam bermain bola. Saat jam istirahat sekolah saya bermain lagi. Pulang sekolah bermain lagi. Setelah makan malam juga tetap bermain bola,” ungkapnya.

Dedikasi tersebut, lanjut Victor, membentuk mentalitas dan kemampuan yang terus berkembang dari waktu ke waktu. Baginya, seseorang tidak cukup hanya memiliki mimpi, tetapi juga harus memiliki dorongan kuat untuk terus mengejarnya.

Prinsip ketiga yang selalu ia pegang adalah disiplin. Menurut Victor, bakat yang besar sekalipun tidak akan berkembang tanpa kedisiplinan dan konsistensi dalam berlatih.

“Kalau ingin menjadi sesuatu, harus disiplin dan tetap fokus pada tujuan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Victor juga menyampaikan optimismenya terhadap potensi generasi muda di Nusa Tenggara Timur. Ia meyakini daerah ini masih memiliki banyak talenta sepak bola yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Menurutnya, kunci untuk mengembangkan potensi tersebut adalah menjaga fokus, meningkatkan disiplin, dan terus bekerja keras dalam setiap proses yang dijalani.

“Saya percaya masih banyak anak muda di Indonesia, khususnya di Kupang dan NTT, yang memiliki bakat bermain sepak bola. Mereka bisa berkembang dan berhasil jika benar-benar fokus, disiplin, serta memiliki obsesi yang kuat untuk menjadi pemain sepak bola,” ujarnya.

Kehadiran Victor Dethan di kampus almamaternya bukan hanya menjadi ajang temu penggemar, tetapi juga momentum untuk menyalakan semangat generasi muda NTT agar berani bermimpi besar dan bekerja keras mewujudkannya. Kisah perjalanan alumnus Universitas San Pedro tersebut menjadi bukti bahwa talenta dari daerah dapat menembus panggung nasional ketika dibarengi keyakinan, kerja keras, dan disiplin yang konsisten.(Rjb)

Dari Kupang ke Timnas IndonesiaVictor Dethan Ungkap Tiga Kunci Menembus Sepak Bola Profesional