Undana Buka PPDS Lokal, Harapan Baru Atasi Krisis Dokter Spesialis di NTT

Skema beasiswa diperluas, seleksi dijamin transparan tanpa perantara, dan lulusan diharapkan kembali mengabdi di daerah asal.

PATROLI CIA COM PROVINSI NTT Universitas Nusa Cendana (Undana) memperkuat upaya pemenuhan kebutuhan dokter spesialis di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui penyelenggaraan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) lokal. Program ini diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan tenaga spesialis yang selama bertahun-tahun menjadi tantangan pelayanan kesehatan di berbagai wilayah kabupaten di NTT.


Koordinator program, dr. Christina, menjelaskan bahwa Undana terus membuka berbagai skema pembiayaan agar kesempatan menempuh pendidikan spesialis semakin luas bagi dokter asal NTT. Selain memanfaatkan dukungan beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bagi mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan, Undana juga aktif menjalin kerja sama dengan pemerintah kabupaten di NTT.

“Kami mengajak pemerintah daerah untuk memberikan beasiswa kepada dokter yang berstatus PNS maupun CPNS daerah, dengan komitmen setelah menyelesaikan pendidikan mereka kembali mengabdi di kabupaten asal,” ujar dr. Christina.

Bagi peserta yang memilih jalur pembiayaan mandiri, Undana menetapkan biaya pendidikan yang disesuaikan dengan kondisi ekonomi kawasan timur Indonesia. Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) ditetapkan sebesar Rp15 juta per semester untuk Kategori 1 dan Rp17 juta per semester untuk Kategori 2. Selain itu, mahasiswa juga dikenakan Iuran Pengembangan Institusi (IPI) sebesar Rp70 juta.

Pembukaan PPDS lokal dinilai strategis karena mampu memangkas hambatan yang selama ini dihadapi dokter umum di NTT. Selama bertahun-tahun, banyak dokter harus bersaing memperebutkan kuota pendidikan spesialis yang terbatas di berbagai perguruan tinggi di Pulau Jawa maupun daerah lain di Indonesia.

Dengan hadirnya program tersebut di Kupang, akses pendidikan spesialis menjadi lebih dekat, biaya hidup dapat ditekan, dan peluang bagi putra-putri daerah untuk meningkatkan kompetensi semakin terbuka.

Tingginya minat terhadap program ini juga mendorong Undana untuk memperketat sistem seleksi. Pihak kampus mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada oknum yang menawarkan jasa kelulusan atau menjanjikan akses khusus dalam proses penerimaan mahasiswa baru.

Rektorat menegaskan seluruh tahapan seleksi dilakukan secara murni, transparan, dan berbasis sistem elektronik tanpa keterlibatan pihak ketiga. Seluruh pembayaran juga dilakukan langsung melalui rekening resmi universitas.

“Undana tidak melibatkan siapa pun atau institusi mana pun dalam seleksi mahasiswa baru. Semua melalui jalur resmi. Proses pembayaran juga langsung disetorkan secara transparan ke rekening resmi Undana,” tegas dr. Christina.

Melalui sistem seleksi yang ketat dan tata kelola yang transparan, Undana menargetkan lahirnya lebih banyak dokter spesialis yang siap ditempatkan di berbagai daerah di NTT. Kehadiran para spesialis baru tersebut diharapkan mampu memperkuat layanan kesehatan rujukan dan mengurangi kesenjangan akses pelayanan medis yang masih dirasakan masyarakat di wilayah terpencil.(Rjb)

Harapan Baru Atasi Krisis Dokter Spesialis di NTTUndana Buka PPDS Lokal