PATROLI CIA COM PROVINSI NTT Grand launching layanan kesehatan RSU Undana yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan menjadi momentum penting bagi peningkatan layanan kesehatan di Nusa Tenggara Timur (NTT). BPJS Kesehatan NTT menegaskan bahwa kehadiran rumah sakit milik Universitas Nusa Cendana (Undana) tersebut harus dibarengi dengan komitmen kuat untuk menghadirkan pelayanan berkualitas bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Kepala BPJS Kesehatan Provinsi NTT, dr. Ario Trisaksono, mengatakan kerja sama yang mulai berlaku sejak 1 Juni 2026 menjadi titik awal bagi RSU Undana untuk membuktikan kualitas layanan kesehatan yang dijanjikan kepada masyarakat.
“Di Kota Kupang saat ini sudah terdapat 14 rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Kehadiran RSU Undana menjadi tambahan penting dalam memperluas akses pelayanan kesehatan. Namun yang paling utama adalah bagaimana rumah sakit ini mampu membuktikan kualitas layanan yang diberikan kepada peserta JKN,” kata Ario saat memberikan sambutan pada acara grand launching RSU Undana, Selasa (17/6).
Menurut Ario, kualitas pelayanan merupakan aspek yang tidak bisa ditawar. Ia menegaskan bahwa kepuasan pasien harus menjadi orientasi utama seluruh fasilitas kesehatan yang bermitra dengan BPJS Kesehatan.
“Harapan kami sederhana, peserta datang dalam kondisi sakit, pulang dalam keadaan sehat, sembuh, dan merasa puas dengan pelayanan yang diterima. Kepuasan peserta adalah indikator penting keberhasilan layanan kesehatan,” ujarnya.
Ia menambahkan, RSU Undana memiliki peluang besar untuk memberikan kontribusi signifikan bagi masyarakat NTT, tidak hanya sebagai penyedia layanan kesehatan tetapi juga sebagai institusi pendidikan yang mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan.
Ario menilai keberadaan rumah sakit yang berada di bawah naungan Universitas Nusa Cendana dapat menjadi model rumah sakit pendidikan yang mampu mencetak dokter-dokter berkualitas untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di NTT.
“Ini merupakan momentum yang sangat baik. Rumah sakit pendidikan seperti RSU Undana dapat menjadi pusat pembelajaran bagi calon dokter sekaligus membantu menjawab kebutuhan tenaga medis di NTT yang hingga saat ini masih menjadi tantangan,” katanya.
Ia berharap sinergi antara Universitas Nusa Cendana, RSU Undana, pemerintah daerah, dan BPJS Kesehatan dapat mempercepat peningkatan kualitas layanan kesehatan di wilayah tersebut.
Lebih jauh, Ario menegaskan bahwa berbagai upaya yang dilakukan saat ini merupakan bagian dari langkah besar untuk menghapus stigma NTT sebagai daerah tertinggal dalam sektor kesehatan.
“Kami berharap ke depan NTT semakin maju, dengan tenaga kesehatan yang memadai, sarana kesehatan yang lengkap, dan pelayanan yang semakin berkualitas. Tidak ada lagi cerita bahwa NTT tertinggal. Sebaliknya, NTT harus mampu menjadi daerah yang dapat dijadikan contoh dalam pembangunan kesehatan,” ujarnya.
Grand launching RSU Undana sekaligus menandai dimulainya pelayanan bagi peserta BPJS Kesehatan di rumah sakit tersebut. Kehadiran fasilitas kesehatan baru ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan medis yang bermutu, sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan kedokteran dan kesehatan di NTT.(Rjb)