PATROLI CIA COM PROVINSI NTT Universitas Nusa Cendana (Undana) memperkuat komitmennya dalam menghadapi tantangan perubahan iklim melalui kolaborasi dengan Koalisi Orang Muda untuk Perubahan Iklim. Kemitraan ini menjadi bagian dari upaya kampus mendorong mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga hadir sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.
Pihak Undana menilai kolaborasi dengan organisasi masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) merupakan instrumen penting untuk memperluas wawasan serta pengalaman mahasiswa. Kampus ingin memastikan proses pendidikan tidak berhenti di ruang kuliah, melainkan diwujudkan dalam aksi nyata untuk menjawab berbagai persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat.
Sejalan dengan komitmen tersebut, Undana terus mengembangkan konsep green campus. Berbagai program telah dijalankan, di antaranya pengelolaan sampah terpadu, penguatan bank sampah, pemanfaatan limbah plastik melalui program Dharma Wanita Persatuan (DWP) Undana, hingga pengembangan riset dosen yang berfokus pada isu keberlanjutan lingkungan.
Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., menegaskan bahwa kampus membuka ruang selebar-lebarnya bagi kerja sama ilmiah. Undana siap mengerahkan dosen dan pakar lingkungan sebagai narasumber, melibatkan ribuan mahasiswa dalam kegiatan lapangan, serta menyediakan dukungan riset untuk menghasilkan solusi yang aplikatif bagi persoalan perubahan iklim di Nusa Tenggara Timur.
Menurut Jefri, sinergi antara dunia akademik dan komunitas menjadi modal penting dalam memperkuat kapasitas daerah menghadapi ancaman krisis iklim yang semakin nyata.
Kolaborasi ini dinilai memiliki arti strategis mengingat Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu wilayah yang rentan terhadap dampak perubahan iklim, mulai dari kekeringan berkepanjangan yang mengganggu sektor pertanian hingga meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi, termasuk siklon tropis.
Melalui kemitraan tersebut, gerakan kepemudaan yang selama ini berkembang di tingkat akar rumput memperoleh penguatan dari sisi akademik. Data riset, laboratorium, dan pendekatan ilmiah yang dimiliki Undana diharapkan mampu memperkaya rekomendasi kebijakan sehingga lebih berbasis bukti (evidence-based policy).
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas muda ini diharapkan dapat melahirkan kebijakan lingkungan yang lebih efektif sekaligus memperkuat ketahanan ekologis NTT. Di saat yang sama, sinergi tersebut menjadi contoh bahwa penyelesaian persoalan perubahan iklim membutuhkan kerja bersama lintas sektor, mulai dari kampus, masyarakat sipil, hingga pemerintah daerah.(Rjb)