Merdeka Bukan Sekadar Upacara, Kupang Kejar Kemandirian Ekonomi

PATROLI CIA COM PROVINSI NTT Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Kupang untuk mempertegas arah pembangunan daerah. Bupati Kupang menempatkan kemerdekaan bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan kesempatan memastikan masyarakat memperoleh pendidikan, kesehatan, infrastruktur, serta peluang ekonomi yang lebih baik.

Dalam pidatonya pada upacara HUT ke-81 RI, Bupati Kupang terlebih dahulu menyampaikan duka cita atas gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Flores pada Sabtu (15/8/2026). Ia berharap masyarakat terdampak segera bangkit dan wilayah yang dilanda bencana dapat kembali pulih.

Bupati kemudian menegaskan, tema kemerdekaan tahun ini, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, harus diterjemahkan ke dalam kebijakan yang dirasakan langsung masyarakat.

“Kemerdekaan harus dinikmati oleh semua anak bangsa,” kata Bupati dalam pidatonya.

Menurut dia, pembangunan Kabupaten Kupang diarahkan untuk memperkuat kemandirian daerah sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan dasar dan sumber-sumber ekonomi.

Pendidikan dan kesehatan

Di bidang pendidikan, Pemerintah Kabupaten Kupang menyoroti keberadaan Sekolah Rakyat yang disebut menjadi satu-satunya di NTT. Sekolah tersebut memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari kelompok masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.

Pemerintah daerah juga menyiapkan sejumlah satuan pendidikan untuk mengikuti program revitalisasi. Belasan hingga puluhan sekolah ditargetkan memperoleh dukungan berupa rehabilitasi ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, sanitasi, hingga pembangunan ruang kelas baru.

Tidak berhenti di sana, pemerintah daerah juga tengah mengupayakan kehadiran universitas di wilayah Kabupaten Kupang melalui rencana Universitas Rakyat Indonesia.

Di sektor kesehatan, cakupan pemeriksaan kesehatan gratis terus diperluas. Dari 384.117 penduduk Kabupaten Kupang, sebanyak 237.831 orang atau sekitar 61,92 persen disebut telah memperoleh layanan tersebut.

Mengejar swasembada pangan

Pertanian menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian besar. Pemerintah Kabupaten Kupang menargetkan produksi padi mencapai 100.000 ton pada 2026, naik dari sekitar 87.000 ton pada tahun sebelumnya.

Target itu ditempuh melalui mekanisasi pertanian, optimalisasi lahan tadah hujan, pencetakan sawah rakyat, serta penguatan kelembagaan dan tata niaga hasil pertanian.

Upaya meningkatkan nilai tambah juga mulai diarahkan melalui peluncuran Beras Kupang Emas, yang diproyeksikan menjadi produk unggulan daerah dan mampu menembus pasar nasional.

Untuk komoditas jagung, sejumlah wilayah seperti Sulamu, Fatuleu Barat, Takari, Amabi Oefeto Timur, Amabi Oefeto, dan sebagian Amarasi diarahkan menjadi kawasan produksi. Pemerintah daerah bahkan menargetkan pembangunan pabrik pakan ternak untuk memperkuat mata rantai ekonomi peternakan.

Kabupaten Kupang juga ingin mengembalikan identitasnya sebagai daerah sentra ternak dengan mengembangkan produksi sapi secara terintegrasi, mulai dari pembibitan, pakan, kesehatan hewan hingga tata niaga.

Ekonomi pesisir dan pariwisata
Potensi kelautan dan perikanan turut menjadi sasaran pengembangan. Program Kampung Nelayan Merah Putih di Sulamu, Semau, dan Kupang Barat diarahkan bukan hanya untuk membangun infrastruktur, tetapi juga meningkatkan pendapatan nelayan dan membuka usaha baru bagi keluarga pesisir.

Pemerintah daerah juga merencanakan pembangunan tempat pelelangan ikan bertaraf nasional di Kecamatan Kupang Tengah.

Sementara itu, sektor garam didorong melalui pengembangan Garam Kupang Emas sebagai produk bernilai tambah yang diharapkan mampu memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus menjadi produk kebanggaan daerah.

Di sektor pariwisata, pembangunan Patung Kristus Memberkati di Pulau Semau disebut menjadi salah satu proyek strategis. Monumen tersebut dirancang sebagai destinasi wisata religi sekaligus bagian dari upaya menjadikan Kabupaten Kupang sebagai tujuan wisata premium.

Pelayanan publik hingga desa

Bupati juga menekankan pentingnya menghadirkan pemerintah lebih dekat dengan masyarakat. Salah satunya melalui Gerai Pelayanan Terpadu Kecamatan yang telah diluncurkan di Amfoang Timur.

Gerai tersebut menyediakan layanan administrasi kependudukan, perizinan, dan pembayaran pajak. Model pelayanan ini ditargetkan diperluas ke 23 kecamatan lainnya.

Pemerintah Kabupaten Kupang juga menyediakan kanal pengaduan “Hallo Kaka Bupati” sebagai sarana masyarakat menyampaikan persoalan dan memperoleh tindak lanjut dari pemerintah.

Di sisi lain, kawasan Oelamasi diarahkan menjadi pusat pertumbuhan baru. Pemerintah menargetkan pada 2027 kawasan tersebut mulai bertransformasi menjadi kawasan perkotaan yang lebih modern dengan dukungan fasilitas seperti pasar modern dan pusat keramaian

ASN diminta melayani dengan hati

Dalam pidatonya, Bupati secara khusus mengingatkan aparatur sipil negara agar tidak menjadikan jabatan sebagai alat untuk kepentingan pribadi.

ASN, kata dia, merupakan wajah pemerintah yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Karena itu, pelayanan harus dilakukan secara ramah, cepat, mudah, adil, dan profesional.

“Jangan mempersulit masyarakat, jangan menggunakan jabatan untuk kepentingan pribadi, jangan menjadikan pelayanan sebagai transaksi,” tegasnya.

Bupati juga menyampaikan bahwa pembayaran gaji pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) akan dilakukan untuk 12 bulan, termasuk THR, gaji ke-13, dan TPP ASN selama 12 bulan.

Pembangunan membutuhkan gotong royong

Bupati menegaskan, pembangunan Kabupaten Kupang tidak mungkin hanya mengandalkan pemerintah daerah. DPRD, TNI-Polri, tokoh agama, tokoh adat, perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, media, dan masyarakat harus menjadi bagian dari proses pembangunan.

Semangat kolaborasi itu juga tercermin dalam Roadshow HUT RI ke-81 Bupati dan Wakil Bupati Kupang yang berlangsung 7-17 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjangkau berbagai kecamatan melalui festival seni budaya, olahraga, pameran UMKM, serta dialog langsung dengan masyarakat.

Bupati mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan kemerdekaan sebagai titik tolak untuk memperkuat kerja bersama.

Kemerdekaan, menurut dia, tidak boleh berhenti sebagai kenangan sejarah. Kemerdekaan harus menjadi energi untuk membangun Kabupaten Kupang yang lebih maju, mandiri, inklusif, dan sejahtera.

Bagi Kabupaten Kupang, pesan itu menjadi penegasan bahwa ukuran kemerdekaan bukan hanya upacara dan perayaan, melainkan sejauh mana masyarakat memperoleh pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, pangan, pekerjaan, serta kesempatan meningkatkan kesejahteraan.

“Jangan biarkan kemerdekaan hanya menjadi sejarah yang kita kenang, jadikan kemerdekaan sebagai energi untuk membangun masa depan.”(rjb)

Kupang Kejar Kemandirian EkonomiMerdeka Bukan Sekadar Upacara