Fondasi Generasi NTT Dimulai dari Guru PAUD

PATROLI CIA COM PROVINSI NTT        Masa depan sumber daya manusia Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak hanya ditentukan oleh pendidikan di jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Fondasinya justru diletakkan sejak anak mengenal dunia belajar di pendidikan anak usia dini (PAUD).

Pesan itu mengemuka dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-21 Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) yang digelar bersamaan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi NTT di Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Kabupaten Kupang, Senin (31/8/2026).

Mengusung tema “Nyalakan Asa, Wujudkan Pengakuan dan Kesetaraan Guru PAUD“, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menegaskan kembali posisi pendidik PAUD dalam membangun kualitas generasi sejak usia dini.

Wakil Bupati Kupang Aurum Obe Titu Eki, saat membacakan sambutan Bupati Kupang Yosef Lede, mengatakan pendidikan anak usia dini merupakan tahapan penting dalam pembentukan karakter, kecerdasan, dan kualitas manusia.

Menurut dia, guru PAUD bukan sekadar mengenalkan anak pada aktivitas belajar. Para pendidik juga berperan membangun dasar karakter dan nilai-nilai kehidupan yang akan dibawa anak ke jenjang pendidikan berikutnya.

“Di tangan para pendidik PAUD, anak-anak kita mendapatkan dasar pertama untuk belajar dan mengenal nilai-nilai kebaikan,” ujar Aurum.

Ia menekankan, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam meningkatkan mutu pendidikan. Kemitraan antara pemerintah, Himpaudi, lembaga pendidikan, guru, orang tua, tokoh agama, dan dunia usaha diperlukan agar pembangunan pendidikan berjalan berkelanjutan.

Akses pendidikan yang setara juga menjadi perhatian. Pemerintah Kabupaten Kupang didorong memastikan anak-anak di wilayah pedesaan dan kawasan dengan keterbatasan akses tetap memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar dan mengembangkan potensi.

“Kita harus memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan mengembangkan potensinya,” katanya.

Budaya dan kebersamaan

Peringatan HUT Himpaudi tidak hanya diisi dengan agenda seremonial. Sehari sebelumnya, Minggu (30/8/2026), para guru PAUD dari berbagai daerah di NTT mengikuti lomba Tebe di halaman Kantor Camat Amabi Oefeto Timur.

Sebanyak 14 peserta menampilkan tarian tradisional Tebe dengan iringan lagu daerah “Bosan Hala”. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi para pendidik untuk memperkuat silaturahmi sekaligus mengenalkan kembali budaya lokal kepada generasi muda.

Ketua Panitia Djuni D.D. Sohlay mengatakan kegiatan itu dirancang tidak hanya sebagai perayaan organisasi, tetapi juga sebagai upaya mempererat kebersamaan di antara pendidik PAUD dan menjaga keberadaan budaya daerah.

Puncak kegiatan berlangsung melalui upacara bendera yang dihadiri Bunda PAUD Kabupaten Kupang Aurum Obe Titu Eki dan Ketua Pengurus Wilayah Himpaudi Provinsi NTT Yahya Baksuni. Hadir pula pimpinan perangkat daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan, kepala desa, pimpinan yayasan, serta tokoh agama.

Nuansa budaya NTT turut mewarnai kegiatan. Peserta dan undangan mengenakan pakaian adat daerah sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman budaya Nusantara.(Rjb)

 

Fondasi Generasi NTT Dimulai dari Guru PAUD