PATROLI CIA COM PROVINSI NTT Perayaan syukur panen di Paroki Santa Helena Lili-Camplong, Kabupaten Kupang, tidak sekadar menjadi ungkapan terima kasih atas hasil pertanian. Momentum itu juga menjadi pengingat bahwa perubahan iklim mulai mengubah pola tanam dan mengancam ketahanan pangan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati Kupang Aurum Obe Titu Eki ketika menghadiri Pesta Pelindung Paroki Santa Helena, syukur panen, sekaligus pelantikan Dewan Pastoral Paroki (DPP) periode 2026-2030, Minggu (6/9/2026).
Menurut Aurum, ketidakpastian cuaca membuat masyarakat, terutama petani, menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Pola musim yang sebelumnya relatif mudah diperkirakan kini semakin sulit menjadi acuan untuk menentukan waktu tanam dan panen.
“Kita sudah mulai memasuki musim panas, bahkan musim panas ekstrem. Ke depan, hasil panen mungkin tidak seperti pengalaman sebelumnya,” ujar Aurum.
Ia mengatakan, kondisi tersebut menuntut pemerintah dan masyarakat memperkuat ketahanan pangan melalui peningkatan produksi, perlindungan lahan pertanian, pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana, serta penguatan posisi petani.
Karena itu, syukur panen, menurut dia, perlu dimaknai lebih luas. Selain menjadi ungkapan syukur kepada Tuhan, kegiatan tersebut juga menjadi penghargaan terhadap kerja keras petani sekaligus refleksi atas pentingnya menjaga keberlanjutan pangan.
“Pangan merupakan kebutuhan dasar yang harus kita jaga bersama,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Aurum menyampaikan selamat kepada anggota DPP Paroki Santa Helena Lili-Camplong yang dilantik untuk masa pelayanan 2026-2030. Ia mengingatkan bahwa tugas pastoral bukan semata-mata pekerjaan organisasi gereja, melainkan panggilan untuk melayani umat dan masyarakat.
Para anggota DPP diharapkan membangun kerja sama yang baik dengan para imam serta seluruh umat. Kehadiran mereka juga diharapkan dapat memperkuat kepedulian sosial, kemandirian, dan kebersamaan masyarakat.
“Tugas ini bukan sekadar tanggung jawab organisasi, melainkan panggilan untuk melayani. Hadirlah di tengah masyarakat dan bawalah kasih yang kita kenal dari Tuhan Yesus Kristus,” ujar Aurum.
Ia menegaskan, pembangunan Kabupaten Kupang tidak cukup hanya dilihat dari pembangunan jalan, gedung, dan infrastruktur lainnya. Pembangunan manusia, kata dia, merupakan bagian yang tidak kalah penting, termasuk penguatan karakter, iman, kepedulian sosial, dan semangat hidup bersama.
Dalam konteks itu, Pemerintah Kabupaten Kupang membuka ruang kerja sama dengan gereja, lembaga keagamaan, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen masyarakat. Kemitraan tersebut dinilai penting untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia di daerah.
Sementara itu, Uskup Agung Kupang Mgr. Hironimus Pakaenoni mengatakan pesta pelindung paroki, syukur panen, dan pelantikan DPP merupakan rangkaian yang memiliki pesan iman yang saling berkaitan.
Umat, kata dia, tidak cukup hanya menerima berkat, tetapi juga dipanggil untuk menjadi berkat bagi orang lain. Wujudnya antara lain melalui kepedulian kepada sesama, menjaga lingkungan, dan menerapkan nilai-nilai Sabda Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Hironimus juga mengapresiasi hubungan kerja sama antara Gereja Katolik dan Pemerintah Kabupaten Kupang. Menurut dia, sinergi tersebut perlu terus diperkuat, terutama dalam membangun masyarakat dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Gereja dan pemerintah senantiasa akan berjalan bersama dalam membangun masyarakat dan mengembangkan sumber daya manusia di Kabupaten Kupang,” katanya.
Perayaan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kupang Tome Da Costa, Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kupang Alfons A. Ganggas, Pastor Paroki Santa Helena Lili, para pastor rekan, para suster, Dewan Pengawas PDAM Kabupaten Kupang, Kepala Instalasi Lili, Danramil 1604-02 Camplong, serta Kapolsek Fatuleu(rjb)