50 Pompa Air dan Benih Disalurkan, Yosef Lede Dorong Petani Kabupaten Kupang Tingkatkan Produksi

PATROLI CIA COM PROVINSI NTT Pemerintah Kabupaten Kupang menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), benih, serta sarana produksi kepada sejumlah kelompok tani untuk mendorong peningkatan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan. Bantuan tersebut diserahkan Bupati Kupang Yosef Lede bersama pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Kupang di halaman Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Kupang, Senin (19/10/2026).

Bantuan yang disalurkan meliputi 50 unit pompa air, alat pengering jahe, tandon air bagi petani tembakau, mesin pembuat minyak kelapa murni atau Virgin Coconut Oil (VCO), alat penyemprot tanaman (handsprayer), serta benih cabai, jagung, dan padi beserta sarana produksi pendukung.

Bupati Yosef Lede mengatakan, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam pembangunan Kabupaten Kupang. Karena itu, pemerintah daerah berupaya memperluas dukungan kepada petani, termasuk melalui perjuangan mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat.

Menurut dia, bantuan tersebut diharapkan tidak sekadar menambah fasilitas kelompok tani, tetapi juga mendorong pengelolaan lahan yang lebih produktif sehingga hasil panen dan pendapatan keluarga petani meningkat.

“Bantuan ini harus diterima dengan penuh tanggung jawab dan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Saya bersama pimpinan dan anggota DPRD terus berjuang agar bantuan dari pemerintah pusat bisa masuk ke Kabupaten Kupang dan digunakan untuk kepentingan masyarakat,” kata Yosef.

Ia menjelaskan, penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap karena kebutuhan sarana pertanian di Kabupaten Kupang masih cukup besar. Dengan demikian, kelompok tani yang telah menerima bantuan diharapkan dapat mengoptimalkan fasilitas tersebut sambil terus menyampaikan kebutuhan yang belum terpenuhi.

Pompa Air untuk Menghadapi Cuaca Panas

Yosef secara khusus menyoroti kondisi cuaca panas berkepanjangan yang berpotensi menghambat kegiatan pertanian. Dalam situasi tersebut, pompa air diharapkan membantu petani memenuhi kebutuhan pengairan lahan dengan memanfaatkan sumber air yang tersedia, seperti sumur dan aliran sungai, sesuai kondisi wilayah masing-masing.

Ia meminta kelompok tani tidak membiarkan bantuan tersimpan tanpa dimanfaatkan. Benih yang diterima harus ditanam, sedangkan peralatan pertanian perlu digunakan sesuai peruntukannya agar memberikan hasil nyata.

“Kalau mendapat pompa air, gunakan untuk mengairi lahan. Benih jagung dan padi harus ditanam. Jangan bantuan ini hanya disimpan atau dijual, tetapi manfaatkan agar menghasilkan dan meningkatkan pendapatan keluarga,” ujarnya.

Bupati juga mengingatkan bahwa alsintan yang diserahkan kepada kelompok tani harus digunakan secara bersama-sama. Pengurus kelompok diharapkan mengatur pemanfaatannya secara adil sehingga seluruh anggota memperoleh kesempatan yang sama.

Apabila peralatan mengalami kerusakan, kelompok tani diminta segera melaporkannya kepada pemerintah daerah untuk ditindaklanjuti. Kekhawatiran terhadap kerusakan, menurut dia, tidak boleh menjadi alasan untuk membiarkan peralatan tidak digunakan.

Yosef menegaskan, cita-cita pembangunan Kabupaten Kupang Emas tidak hanya diukur dari potensi sumber daya alam, tetapi juga dari kemampuan masyarakat mengelolanya untuk menciptakan kehidupan yang lebih sejahtera.

Karena itu, ia mengajak petani terus bekerja, meningkatkan kemampuan mengelola lahan, dan memanfaatkan dukungan pemerintah secara bertanggung jawab. Hasil pertanian yang meningkat diharapkan dapat membantu keluarga memenuhi kebutuhan hidup, membiayai pendidikan anak, dan memperbaiki kondisi tempat tinggal.

Ia juga mengapresiasi dukungan DPRD dan jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Kupang yang bersama-sama memperjuangkan penyaluran bantuan bagi masyarakat.

DPRD Minta Bantuan Dikelola secara Terbuka

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang Sofia Dehaan mengatakan, dukungan terhadap sektor pertanian merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pertanian tidak hanya berkaitan dengan produksi pangan, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi banyak keluarga di Kabupaten Kupang.

Menurut Sofia, DPRD dan pemerintah daerah perlu terus memperkuat kerja sama agar program pembangunan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan, termasuk petani, nelayan, dan peternak.

“Kami di DPRD mendukung upaya pemerintah daerah agar berbagai bantuan bisa sampai kepada petani, nelayan, dan peternak. Kolaborasi ini penting demi kemajuan masyarakat Kabupaten Kupang,” katanya.

Ia mengingatkan agar bantuan yang diberikan tidak dikuasai oleh pengurus kelompok semata. Pengelolaan alat pertanian harus dilakukan secara terbuka, dengan pembagian penggunaan yang jelas sehingga seluruh anggota kelompok dapat merasakan manfaatnya.

Sofia menilai, bantuan pemerintah baru akan memberikan nilai tambah apabila benar-benar digunakan untuk menunjang kegiatan produksi. Oleh karena itu, kelompok tani diharapkan menjaga peralatan sekaligus memastikan penggunaannya berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.

Ia berharap bantuan tersebut dapat berkontribusi terhadap peningkatan produksi pertanian dan memperkuat kemandirian pangan di Kabupaten Kupang. Namun, keberhasilan program juga bergantung pada kesungguhan petani dalam mengelola lahan dan memanfaatkan sarana yang tersedia.

Menjangkau Berbagai Kelompok Tani

Pada kesempatan yang sama, Kelin, yang mewakili ketua kelompok tani, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah atas perhatian terhadap kebutuhan petani. Ia berharap dukungan serupa dapat berlanjut, terutama untuk memenuhi kebutuhan pengairan dan fasilitas pendukung usaha pertanian.

Berdasarkan data bantuan yang disalurkan, sebanyak 50 unit pompa air diperuntukkan bagi kelompok tani, dengan penyerahan simbolis kepada 10 kelompok, yakni Usaha Baru di Desa Oesao, Taleko Monit di Desa Poto, Petra 1 di Desa Tuapukan, Am Obe di Desa Naitae, Nisa di Kelurahan Oesao, Moko di Desa Oebelo, Luta dan Lemorai di Desa Manusak, Mekar Baru di Kelurahan Naibonat, serta Naimanu di Desa Baumata Barat.

Satu unit alat pengering jahe diberikan kepada Kelompok Tani Tafena Monit di Desa Fatumonas, Kecamatan Amfoang Selatan. Sementara itu, tiga unit tandon air dialokasikan bagi kelompok tani Muitbaun di Desa Tunbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Fatusobe di Desa Enolanan, serta Nekamese di wilayah Takari.

Dua unit mesin pembuat VCO disalurkan kepada Kelompok Tani Usaha Baru dan Bonavit. Adapun tiga unit handsprayer diberikan kepada kelompok tani Gerbang Loper, Oenanu, dan Getsemani.

Untuk pengembangan komoditas hortikultura, pemerintah menyerahkan satu paket benih cabai beserta pupuk organik dan mulsa kepada Kelompok Tani Sejahtera di Desa Oesusu, Kecamatan Takari.

Bantuan benih jagung secara simbolis diberikan kepada enam kelompok tani, yakni Amtili di Desa Nunuh Ana, Kecamatan Amfoang Timur; Tafena Monit di Desa Fatumonas, Kecamatan Amfoang Tengah; Bersaudara di Desa Fatunaus, Kecamatan Amfoang Utara; Saiun di Desa Manubelon, Kecamatan Amfoang Barat Daya; Sejahtera di Desa Oelfatu, Kecamatan Amfoang Barat Laut; serta Bi Timo di Desa Oh Aem II, Kecamatan Amfoang Selatan.

Sementara itu, bantuan benih padi secara simbolis diserahkan kepada Kelompok Tani Masa Depan, Fajar Baru, dan Sejahtera di Desa Pariti, Kecamatan Sulamu, serta Kelompok Tani 5S di Kelurahan Takari.

Penyaluran berbagai jenis bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan komoditas pertanian sesuai potensi setiap wilayah. Pemerintah daerah juga berharap kelompok tani mampu menjaga keberlanjutan pemanfaatan peralatan dan sarana produksi agar manfaatnya tidak berhenti pada saat penyerahan bantuan.

Bagi Kabupaten Kupang, peningkatan produktivitas pertanian menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus memperbaiki kesejahteraan masyarakat perdesaan. Namun, dampak bantuan tersebut pada akhirnya akan ditentukan oleh ketepatan pemanfaatan, ketersediaan air, pengelolaan kelompok tani, dan kemampuan petani mengembangkan usaha secara berkelanjutan.(Rjb)

50 Pompa Air dan Benih DisalurkanYosef Lede Dorong Petani Kabupaten Kupang Tingkatkan Produksi