11 Tahun Menanti, Rumah Kebaktian GMIT Eklesia Airkom Akhirnya Diresmikan

Bupati Yosef Lede Ajak Jemaat Hidupkan Kembali Semangat Beribadah dan Pelayanan Gereja

PATROLI CIA COM PROVINSI NTT Perjuangan panjang jemaat GMIT Eklesia Airkom selama 11 tahun akhirnya mencapai tonggak penting. Rumah Kebaktian dan Pastori gereja tersebut ditahbiskan, menandai selesainya penantian panjang jemaat untuk memiliki tempat ibadah yang dapat menunjang kehidupan bergereja dan pelayanan pastoral.

Bupati Kupang, Yosef Lede, menghadiri kegiatan penahbisan tersebut. Kehadirannya menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap kehidupan keagamaan dan kebersamaan masyarakat di Kabupaten Kupang.

Penahbisan ini bukan sekadar penyelesaian pembangunan fisik. Bagi jemaat, momentum tersebut menjadi simbol ketekunan, pengorbanan, dan semangat gotong royong yang dipertahankan selama lebih dari satu dekade.

Setelah melewati perjalanan panjang, keberadaan Rumah Kebaktian dan Pastori diharapkan memberikan ruang yang lebih baik bagi jemaat untuk beribadah, mempererat persekutuan, serta mengembangkan berbagai kegiatan pelayanan gereja.

Dalam kesempatan itu, Yosef Lede mengajak jemaat agar tidak berhenti pada keberhasilan menyelesaikan pembangunan rumah ibadah. Ia mendorong seluruh warga gereja untuk kembali aktif mengikuti ibadah dan mengambil bagian dalam kehidupan pelayanan.

Menurut dia, bangunan gereja akan memiliki makna yang lebih besar apabila dihidupi melalui iman, kebersamaan, dan keterlibatan aktif seluruh jemaat.

Karena itu, penahbisan rumah kebaktian perlu menjadi awal bagi penguatan kehidupan rohani sekaligus peningkatan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Lebih dari Sekadar Bangunan

Perjalanan selama 11 tahun menjadi gambaran tentang pentingnya ketekunan dan persatuan dalam mewujudkan kebutuhan bersama. Dukungan serta keterlibatan jemaat menjadi bagian penting dari proses panjang hingga rumah kebaktian dan pastori tersebut dapat ditahbiskan.

Dengan fasilitas yang kini tersedia, GMIT Eklesia Airkom diharapkan semakin memperkuat pembinaan iman, pelayanan pastoral, serta hubungan persaudaraan antarwarga.

Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan membangun rumah ibadah tidak hanya diukur dari berdirinya bangunan, tetapi juga dari tumbuhnya kehidupan rohani dan semangat pelayanan di dalam jemaat.

Bagi jemaat GMIT Eklesia Airkom, berakhirnya penantian selama 11 tahun merupakan awal dari tanggung jawab baru: menjaga rumah Tuhan, menghidupkan kegiatan peribadatan, dan menjadikan gereja sebagai pusat pertumbuhan iman serta persaudaraan.(Rjb)

11 Tahun MenantiRumah Kebaktian GMIT Eklesia Airkom Akhirnya Diresmikan