PATROLI CIA COM PROVINSI NTT Pengurus Provinsi Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Nusa Tenggara Timur mulai mempersiapkan atlet menghadapi kejuaraan dunia Shorinji Kempo 2027 di Nagoya, Jepang. Sebanyak 150 atlet ditargetkan dapat dikirim untuk memperkuat Indonesia dalam ajang internasional tersebut.
Target itu disampaikan Ketua Umum Perkemi Pusat Laksamana TNI (Purn) Dr. Agus Setiadji, S.AP., M.A., bersama Ketua Umum Perkemi NTT Julie Sutrisno Laiskodat dalam kegiatan di GOR Flobamora, Kupang, Minggu (1/11/2026).
Agus mengatakan, pihaknya telah menjalin komunikasi dengan organisasi Shorinji Kempo di Jepang guna mempersiapkan keikutsertaan atlet Indonesia. Kejuaraan 2027 memiliki arti khusus karena bertepatan dengan peringatan 80 tahun berdirinya Shorinji Kempo di dunia.
Menurut dia, NTT memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu kekuatan utama kempo nasional. Potensi tersebut perlu diperkuat melalui pembinaan atlet, peningkatan kualitas pelatih, serta kompetisi yang berkelanjutan.
Agus menyebutkan, Perkemi memiliki sekitar 219.000 anggota di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar 23.900 merupakan anggota aktif dari berbagai kelompok usia, dengan lebih dari 200 penyandang sabuk hitam atau yudansha.
Ia juga menyampaikan bahwa NTT mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah pertandingan Shorinji Kempo dalam penyelenggaraan PON mendatang yang melibatkan tiga provinsi, yakni NTT, NTB, dan DKI Jakarta.
Kepercayaan tersebut dinilai sebagai kesempatan bagi NTT untuk membuktikan kapasitasnya, tidak hanya dalam penyelenggaraan pertandingan, tetapi juga dalam pencapaian prestasi.
Agus berharap pembinaan yang dilakukan para pelatih dan dukungan pemerintah daerah, KONI, serta Dinas Pemuda dan Olahraga dapat memperkuat posisi NTT dalam persaingan nasional maupun internasional.
Ia juga mengungkapkan harapan agar Shorinji Kempo dapat semakin berkembang melalui organisasi olahraga internasional dan berpeluang masuk dalam kompetisi multievent seperti SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade pada masa mendatang.
Sementara itu, Julie Sutrisno Laiskodat menegaskan komitmennya untuk memperkuat pembinaan atlet kempo di NTT. Menurut dia, olahraga bela diri tersebut tidak hanya berorientasi pada perolehan medali, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun karakter, kedisiplinan, dan mental generasi muda.
Julie mengaku semakin yakin menerima tanggung jawab sebagai Ketua Umum Perkemi NTT setelah melihat langsung semangat dan karakter para atlet.
Ia menceritakan pengalamannya bertemu seorang atlet perempuan yang berhasil meraih medali emas dalam kejuaraan di Bali. Ketika ditanya alasan memilih kempo, atlet tersebut menyampaikan bahwa olahraga itu mengajarkan disiplin dan membentuk karakter.
Pengalaman tersebut, kata Julie, memperkuat keyakinannya bahwa kempo merupakan salah satu cabang olahraga yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sumber daya manusia di NTT.
Julie juga memaparkan hasil keikutsertaan kontingen asal Kupang dalam kejuaraan di Bandung dan Bali. Sebanyak 31 atlet yang diberangkatkan berhasil membawa pulang 10 medali emas, sembilan perak, dan empat perunggu.
Dalam kejuaraan di Kabupaten Badung, Bali, kontingen NTT juga berhasil meraih predikat juara umum. Capaian tersebut menjadi modal untuk meningkatkan target prestasi pada kompetisi berikutnya.
Untuk menghadapi kejuaraan dunia di Jepang, Julie menyebutkan telah melihat adanya sejumlah atlet potensial yang dapat dipersiapkan. Ia berharap proses seleksi dan pembinaan dilakukan secara serius agar atlet yang dikirim benar-benar mampu bersaing.
Julie memasang target peningkatan perolehan medali dari NTT. Jika sebelumnya NTT pernah meraih tiga medali emas, pada kejuaraan mendatang ia berharap jumlah tersebut dapat meningkat menjadi empat hingga enam medali emas.
Selain kejuaraan dunia, Perkemi NTT juga mulai mengarahkan persiapan menuju PON 2028. Sebagai salah satu daerah tuan rumah, NTT diharapkan mampu menunjukkan prestasi melalui kerja keras, disiplin, dan kesiapan atlet, bukan semata-mata karena faktor tuan rumah.
Dalam menjalankan organisasi, Julie menyebutkan akan melibatkan para pengurus dan pelatih yang memahami teknis pembinaan. Simpai Jo Salin akan membantu sebagai ketua harian, didukung Simpai Alfons.
Ia juga mengajak media massa berperan aktif memperkenalkan olahraga kempo kepada masyarakat, khususnya kalangan pelajar mulai dari taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah hingga perguruan tinggi.
Menurut Julie, publikasi yang lebih luas diharapkan dapat menarik minat generasi muda untuk bergabung sehingga regenerasi atlet dan kaderisasi organisasi dapat berjalan secara berkelanjutan.
Dengan potensi atlet yang dimiliki, Perkemi NTT kini menghadapi dua agenda besar, yakni mempersiapkan atlet menuju kejuaraan dunia di Jepang pada 2027 dan membangun kekuatan untuk PON 2028.
Pembinaan yang terarah, dukungan berbagai pihak, serta keterlibatan generasi muda diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya atlet-atlet kempo NTT yang mampu mengharumkan nama daerah dan Indonesia di tingkat internasional.