Geotermal Ulumbu di Tengah Pro dan Kontra: Gubernur NTT Pilih Jalan Dialog di Poco Leok

3,277

 PATROLICIA COM PROPINSI NTT Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, memilih pendekatan dialogis dalam menyikapi dinamika yang berkembang di tengah masyarakat terkait proyek Geotermal di wilayah Poco Leok, Kabupaten Manggarai. Dalam kunjungan kerjanya, Rabu (16/7/2025), Gubernur Melki mendatangi langsung masyarakat Desa Lungar dan Desa Wewo untuk mendengar aspirasi dan harapan warga secara langsung.

Didampingi sejumlah pimpinan perangkat daerah, Kapolres Manggarai AKBP Hendry Syaputra, dan Dandim 1621/Manggarai Letkol Inf. Budiman Manurung, Gubernur disambut dengan aksi unjuk rasa oleh warga Desa Lungar yang menolak kehadiran proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu.

“Saya pastikan ini pertemuan pertama dan bukan yang terakhir. Saya ke sini untuk berdialog, bukan menghakimi. Mari kita cari titik temu dengan kepala dingin,” ujar Melki di hadapan warga yang berkumpul di gerbang kampung.

Dalam dialog yang berlangsung di Aula Gereja Katolik Stasi Lungar, masyarakat menyampaikan kekhawatiran mereka, terutama terkait dampak proyek terhadap tatanan adat dan lingkungan hidup. Salah satu tokoh perempuan, Mama Merry, menyampaikan dengan tegas bahwa proyek ini tidak membawa keuntungan bagi warga, bahkan dianggap mengancam nilai-nilai budaya Poco Leok.

Gubernur Melki menanggapi secara terbuka dan menjanjikan adanya dialog lanjutan. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membangun dengan mengorbankan rakyat. “Geotermal itu tidak lebih hebat dari persaudaraan dan kekeluargaan. Jauh sebelum proyek ini ada, kita sudah jadi keluarga besar,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa apabila pemerintah memiliki niat buruk, maka tak akan ada niat baik datang berdialog langsung. “Kalau kami punya niat jahat terhadap Poco Leok, kami tidak akan selamat keluar dari sini,” kata Melki disambut hening oleh peserta dialog.

Sambutan Hangat dari Warga Wewo

Berbeda dengan suasana di Desa Lungar, warga Desa Wewo yang juga menjadi lokasi operasional PLTP Ulumbu sejak 2012, justru menyambut hangat kedatangan Gubernur. Dalam kunjungan tersebut, Gubernur turut didampingi oleh Bupati Manggarai, Herybertus G.L. Nabit.

Vinsen, warga Desa Wewo, mengakui manfaat proyek Geotermal bagi daerahnya. Namun ia juga meminta agar perhatian pemerintah ditingkatkan, terutama dalam hal infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Kami hidup berdampingan dengan proyek ini tanpa kendala. Tanaman seperti cengkeh dan hasil sawah tetap tumbuh baik. Kami harap ada perhatian lebih dari pemerintah,” ungkap Hendrikus Ampat, warga lainnya.

Menanggapi hal itu, Gubernur Melki menegaskan bahwa pemerintah ingin memastikan setiap proyek pembangunan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. “Saya datang untuk mendengar, baik dari yang menolak maupun mendukung. Ini proses yang akan terus berjalan dan saya yakin akan ada titik temu,” jelasnya.

Mengutamakan Persaudaraan, Membangun dengan Hati

Di akhir kunjungannya, Gubernur mengajak masyarakat untuk terus menjaga persaudaraan dan membuka ruang dialog. Ia menekankan bahwa energi panas bumi adalah aset strategis jika dikelola dengan benar dan transparan.

“Saya bersyukur sekali karena kita punya Ulumbu ini. Sejak 2012 beroperasi, aman terkendali. Kalau dikelola dengan baik, proyek ini akan menjadi berkat, bukan beban,” pungkasnya.

Kunjungan ini menjadi simbol penting bahwa pemerintah tidak tinggal diam atas suara masyarakat. Dengan memilih jalan dialog, Gubernur Melki menunjukkan bahwa membangun NTT bukan hanya soal infrastruktur dan energi, tetapi juga tentang menjaga persaudaraan, budaya, dan kepercayaan publik.(rjb)