Motor Air untuk Petani Tulu Sene: Harapan Baru Mengalir dari Tanah Tandus TTU

3,299

PATROLICIA COM PROPINSI NTT.            Di bawah matahari yang bersinar ramah di Desa Faenake, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), sebuah peristiwa sederhana namun penuh makna terjadi. Senin (21/7), Yayasan Centrum Inisiatif Rakyat Mandiri (CIRMA) NTT resmi menyerahkan bantuan mesin pompa air kepada Kelompok Tani Tulu Sene. Sebuah langkah kecil, namun berdampak besar bagi ketahanan pangan lokal dan masa depan pertanian desa.

Bertempat langsung di lahan hortikultura milik kelompok, penyerahan bantuan tersebut disambut dengan ritual adat dan dihadiri oleh kepala desa, tokoh masyarakat, serta puluhan petani dan penyuluh pertanian. Diiringi suara gemuruh mesin yang baru dihidupkan untuk uji coba, suasana penuh haru pun menyelimuti lokasi.

Ini adalah bentuk nyata dukungan kami terhadap ketahanan pangan dan penguatan ekonomi petani kecil,” ujar Melki Sonbai, staf CIRMA NTT yang mewakili Direktur CIRMA dalam acara tersebut.

Melki berharap, dengan kehadiran mesin pompa air ini, para petani bisa kembali menghidupkan lahan-lahan hortikultura yang selama ini kekeringan akibat minimnya sarana irigasi.

Doa yang Dijawab dengan Air

Ketua Kelompok Tani Tulu Sene, Agustinus Suni, tak kuasa menyembunyikan rasa haru. Dengan suara bergetar, ia menyebut bantuan ini sebagai jawaban atas doa panjang mereka.

Ini bukan sekadar mesin, tapi harapan. Kami akan kelola dengan baik demi masa depan anak cucu kami,” tuturnya, disambut tepuk tangan dan senyuman hangat dari sesama petani.

Penyerahan motor air ini juga menjadi momen penting bagi kebangkitan pertanian lokal di TTU, sebuah wilayah yang selama ini menghadapi tantangan serius akibat kekeringan musiman dan minimnya infrastruktur irigasi.

Kehidupan Baru di Ladang Kering

Usai acara simbolis, motor air segera diarak menuju sumber air terdekat. Sorak-sorai anak-anak yang berlarian di sekitar lahan menambah semarak suasana. Bagi warga Desa Faenake, mesin ini lebih dari sekadar alat bantu—ia adalah lambang dari kehidupan baru yang mulai mengalir di antara tanah-tanah kering.

Program ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang CIRMA NTT dalam mendampingi kelompok tani dan membangun ketahanan pangan berbasis komunitas di wilayah perdesaan NTT.

Dengan harapan dan semangat yang kembali menyala, para petani Tulu Sene bersiap menyongsong musim tanam dengan optimisme baru—dan dengan air yang kini mengalir lebih pasti.(Rjb)