NasDem Buka Arah Baru Pembangunan NTT, Gubernur Melki: Diskusi Ini Sangat Tepat dan Maju

3,270

PATROLICIA COM PROPINSI NTT.      Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Nusa Tenggara Timur kembali menegaskan posisinya sebagai kekuatan politik penggerak gagasan pembangunan daerah. Melalui diskusi publik bertajuk “Kepemimpinan dan Pembangunan NTT”, NasDem membuka ruang dialog strategis yang diapresiasi langsung Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena.

Diskusi yang digelar di Ballroom Milenium, Kupang, Jumat (19/12/2025), itu dinilai bukan sekadar agenda seremonial partai, melainkan forum intelektual yang relevan dengan tantangan pembangunan NTT ke depan, terlebih menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-67 Provinsi NTT.

“Saya mengapresiasi dan berterima kasih kepada Partai NasDem yang menghadirkan diskusi yang sangat bagus dan bermutu. NasDem mengajak pemerintah daerah duduk bersama, berdiskusi secara terbuka soal kepemimpinan dan pembangunan NTT. Ini sangat tepat dan progresif,” ujar Gubernur Melki.

Menurut Melki, inisiatif NasDem tersebut menunjukkan kedewasaan politik partai yang tidak semata berorientasi pada elektoral, tetapi juga pada penguatan ide, gagasan, dan arah kebijakan publik. Ia menilai diskusi publik semacam ini penting untuk menjaga kualitas demokrasi dan memastikan pembangunan daerah berjalan berbasis pemikiran yang matang.

Dalam suasana yang terbuka, Gubernur Melki juga mengungkapkan kedekatan historisnya dengan Ormas Nasional Demokrat. Ia menyebut dirinya sebagai salah satu dari 45 deklarator Ormas Nasional Demokrat di tingkat nasional, sebuah fase awal yang menjadi fondasi lahirnya Partai NasDem.

“Saya ini orang lama di Ormas Nasional Demokrat. Saya ikut mendeklarasikan ormas ini di tingkat nasional, mewakili NTT. Dari awal, NasDem memang dibangun dengan semangat perubahan dan gagasan besar,” katanya.

Melki bahkan mengisahkan pengalamannya dipercaya mengurus pengembangan Ormas NasDem di delapan provinsi di Indonesia. Pengalaman itu, menurut dia, membentuk jaringan dan relasi kuat yang hingga kini tetap terjaga, meski secara politik ia berkiprah di Partai Golkar.

“Ketika Ormas NasDem bertransformasi menjadi partai politik, saya memilih tetap di Golkar. Tapi persahabatan dan rasa hormat saya terhadap NasDem tidak pernah putus,” ujarnya menegaskan.

Sementara itu, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPW Partai NasDem NTT, Aleks Ofong, mengatakan diskusi publik ini merupakan komitmen NasDem untuk terus menghadirkan ruang dialektika yang sehat dan solutif bagi masa depan NTT. NasDem, kata dia, ingin memastikan pembangunan daerah berjalan dengan kepemimpinan yang berorientasi pada kepentingan rakyat.

“NasDem percaya pembangunan tidak boleh hanya dikerjakan di balik meja kekuasaan. Harus dibahas secara terbuka, melibatkan pemerintah, akademisi, tokoh masyarakat, dan publik,” kata Aleks.

Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah pemikir dan tokoh berpengaruh, antara lain Dr. Pius Rengka, Prof. David B.W. Pandie, Prof. Fredrik L. Benu, Dr. Ya’qud Ananda Gudban, Silvia Fanggiade, serta Romo Dr. Leo Mali. Berbagai gagasan kritis dan konstruktif mengemuka, menegaskan peran NasDem sebagai partai yang konsisten mendorong politik berbasis ide dan kerja nyata.

Dengan forum ini, Partai NasDem NTT kembali memosisikan diri bukan hanya sebagai peserta kontestasi politik, tetapi sebagai arsitek gagasan bagi masa depan kepemimpinan dan pembangunan Nusa Tenggara Timur.