RUPS-LB Bank NTT: Revi Andiani Silawati Resmi Jadi Direktur Kepatuhan, Pemda Tambah Modal Rp38 Miliar

3,779

PATROLI CIA COM PROVINSI NTT      Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) Bank NTT menghasilkan sejumlah keputusan strategis yang dinilai menentukan arah transformasi bank daerah tersebut. Salah satu keputusan paling menonjol adalah penunjukan Revi Andiani Silawati sebagai Direktur Kepatuhan Bank NTT menggantikan pejabat sebelumnya setelah dinyatakan lolos uji kelayakan dan kepatutan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Keputusan itu diumumkan usai rangkaian RUPS Tahunan dan RUPS-LB yang berlangsung maraton hingga malam hari dan dihadiri para kepala daerah se-Nusa Tenggara Timur sebagai pemegang saham.

Gubernur NTT menjelaskan, rapat tahunan lebih dahulu mengevaluasi kinerja direksi dan komisaris Bank NTT, termasuk capaian bisnis, pengembangan aset, layanan perbankan, hingga strategi penguatan bisnis ke depan.

“Seluruh pemegang saham menerima laporan pertanggungjawaban direksi dan komisaris. Dividen juga diputuskan tetap sama seperti tahun lalu,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, para kepala daerah juga menekankan agar Bank NTT lebih agresif mendukung program prioritas pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Diskusi yang berlangsung disebut berjalan terbuka dan konstruktif. Para pemegang saham mengaku mendapat gambaran lebih rinci mengenai kondisi internal perbankan, mulai dari pertumbuhan aset hingga strategi bisnis Bank NTT ke depan.

Selain mengesahkan laporan tahunan, RUPS-LB juga menyetujui penyesuaian struktur organisasi sesuai rekomendasi OJK. Komposisi direksi dan komisaris dikembalikan dari tujuh direksi dan lima komisaris menjadi lima direksi dan tiga komisaris.

Dalam restrukturisasi itu, Revi Andiani Silawati, bankir senior dari Bank Jatim, resmi ditetapkan sebagai Direktur Kepatuhan Bank NTT. Revi disebut memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun di dunia perbankan, khususnya di Bank Jatim.

“Beliau bukan orang baru di dunia perbankan. Pengalamannya lebih dari 30 tahun di Bank Jatim,” kata gubernur.

Pelantikan Revi dijadwalkan berlangsung Selasa sore pekan depan.

RUPS-LB juga menyepakati pengajuan nama calon komisaris independen baru ke OJK setelah calon sebelumnya tidak lolos proses evaluasi. Pemegang saham sepakat mengusulkan Isan sebagai komisaris independen untuk melengkapi struktur pengawasan Bank NTT.

Tak hanya itu, para pemegang saham juga menyetujui perubahan status kelembagaan menjadi Perseroan Terbatas dengan nama Bank NTT Perseroda. Perubahan tersebut diklaim telah melalui konsultasi dengan DPRD Provinsi NTT dan Kementerian Dalam Negeri.

Di sisi penguatan modal, Pemerintah Provinsi NTT dan sejumlah pemerintah kabupaten menambah penyertaan modal dengan total Rp38 miliar. Pemerintah Provinsi NTT menambah Rp30 miliar, Kabupaten Malaka Rp5 miliar, dan Kabupaten Alor Rp3 miliar.

RUPS juga membuka peluang penyertaan modal non-tunai berupa aset seperti tanah yang dapat dikonversi menjadi bagian dari modal Bank NTT.

Di tengah agenda restrukturisasi, Bank NTT turut memperluas dukungan pembiayaan usaha melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp350 miliar. Dari jumlah itu, Rp50 miliar dialokasikan khusus bagi pekerja migran Indonesia asal NTT, sedangkan Rp300 miliar diperuntukkan bagi sektor usaha ultra mikro, kecil, dan menengah.

Pemerintah daerah berharap skema pembiayaan tersebut dapat memperluas akses modal masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami ingin Bank NTT semakin kuat dan benar-benar hadir membantu masyarakat, terutama pelaku usaha produktif,” ujar salah satu peserta rapat.(Rjb)