PATROLI CIA COM PROVINSI NTT Semangat membangun generasi muda yang cerdas dan melek ekonomi digaungkan Bank Indonesia melalui edukasi literasi kebanksentralan serentak di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Buku Nasional itu bahkan mencatatkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) setelah melibatkan 15.636 siswa dari jenjang SD hingga SMA/SMK secara luring dan daring.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Deputi Direktur Adidoyo Prakaso menegaskan pentingnya penguatan literasi ekonomi dan keuangan sejak dini. Menurut dia, generasi muda harus memiliki pemahaman yang baik mengenai pengelolaan keuangan, stabilitas ekonomi, serta peran Bank Indonesia agar mampu mengambil keputusan ekonomi secara bijak di masa depan.
“Literasi ekonomi dan keuangan menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang siap menghadapi tantangan zaman. Pemahaman sejak dini akan membantu siswa lebih bijak dalam mengelola keuangan dan memahami dinamika ekonomi,” ujar Adidoyo.
Sebagai bagian dari penguatan literasi generasi muda, Bank Indonesia Provinsi NTT melaksanakan edukasi kebanksentralan secara serentak di 151 SMA dan SMK di seluruh NTT. Dalam kegiatan tersebut, para siswa diajak memahami fungsi dan peran Bank Indonesia, pentingnya pengendalian inflasi, pengelolaan keuangan yang sehat, hingga menjaga stabilitas ekonomi demi mendukung kesejahteraan masyarakat.
Capaian tersebut mendapat pengakuan dari Museum Rekor Dunia Indonesia melalui penghargaan Rekor MURI kategori pelaksanaan edukasi kebanksentralan secara hybrid dengan jumlah peserta terbanyak. Penghargaan itu menjadi simbol kuatnya kolaborasi antara Pemerintah Provinsi NTT, Bank Indonesia Provinsi NTT, Balai Bahasa Provinsi NTT, Pokja Bunda Literasi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam meningkatkan kualitas literasi generasi muda.
Tak hanya literasi membaca, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat pemahaman ekonomi dan keuangan sejak usia dini. Dengan demikian, generasi muda NTT diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang kritis, adaptif, serta mampu menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.
Melalui momentum Hari Buku Nasional, semangat literasi diharapkan terus berkembang menjadi gerakan bersama di seluruh wilayah NTT, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.(Rjb)