PATROLI CIA COM PROVINSI NTT Pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) tidak lagi sekadar menjadi tren teknologi, tetapi telah menjadi keterampilan penting yang dibutuhkan dunia kerja. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Google menghadirkan program Google AI for Education di Universitas Nusa Cendana (Undana), Kupang, guna membekali mahasiswa dengan kemampuan memanfaatkan AI secara produktif sekaligus aman.
Fasilitator Google AI for Education, Arleen, mengatakan kegiatan ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya mengenal berbagai produk AI milik Google, tetapi juga mampu menggunakannya secara kreatif dalam proses belajar maupun pengembangan karier.

“Melalui rangkaian kegiatan ini, kami memperkenalkan berbagai produk Google agar dapat dimanfaatkan secara kreatif oleh mahasiswa. Kami juga membahas secara mendalam bagaimana perkembangan AI akan memengaruhi kesiapan mereka memasuki dunia kerja,” ujar Arleen.
Selain pengenalan teknologi AI, peserta memperoleh pelatihan mengenai keamanan siber dan literasi digital. Mahasiswa diajarkan mengenali konten manipulatif berbasis AI, memahami modus penipuan digital, hingga membangun sistem perlindungan pada perangkat yang mereka gunakan.
Mahasiswa semester VI Program Studi Administrasi Bisnis FISIP Undana, William John Ratingu, mengaku memperoleh pengalaman baru yang sangat relevan dengan tantangan era digital.
“Kami belajar membedakan konten dan iklan palsu yang dibuat menggunakan AI dengan informasi yang benar. Kami juga diajarkan membangun sistem perlindungan pada perangkat sendiri sehingga lebih aman saat beraktivitas di ruang digital,” katanya.
Pelaksanaan program nasional tersebut didukung penuh oleh pihak program studi melalui penyediaan laboratorium komputer dan jaringan internet yang memadai sehingga seluruh sesi pelatihan berlangsung lancar.
Program Google AI for Education dinilai memberikan kontribusi penting bagi peningkatan daya saing mahasiswa, khususnya di Indonesia Timur. Jika selama ini AI kerap dipandang sebagai ancaman bagi lapangan kerja, pelatihan tersebut justru menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi sarana menciptakan peluang baru.
Mahasiswa didorong tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan aplikasi, situs web, maupun materi pemasaran digital melalui pendekatan no-code development. Di sisi lain, kemampuan berpikir kritis dalam menyaring informasi dan mengenali konten palsu berbasis AI menjadi bekal penting menghadapi meningkatnya ancaman kejahatan siber.
Melalui program ini, Undana berupaya mencetak talenta digital yang adaptif, kreatif, serta memiliki kesadaran tinggi terhadap keamanan siber sehingga siap bersaing di dunia kerja yang semakin terdigitalisasi.(Rjb)